
Setelah puas dengan rumah yang mereka tinggali. Mereka juga akan senang karena mereka akan lulus besok.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Keesokan harinya 🌞
Mereka pergi ke sebuah gedung yang ada di kampus diamond untuk merayakan kelulusan mereka. Semua murid kelas xx lulus. Semua berbincang bincang dan saling berpelukan.
Berfoto bersama serta saling memberi selamat. Ada juga yang membagikan sovenir untuk kenang kenangan.
Hari ini tentu saja akan selalu di kenang oleh Carmen. Tidak menyangka dia akan lulus secepat ini, rasanya baru kemarin dia masuk ke kampus ini. Banyak suka dan duka yang ia jalani di sini. Rasanya masih tidak ikhlas dia meninggal kan kampus nya ini.
Padahal saat dia masih harus berangkat untuk belajar di kampus nya itu, dia merasa sangat malas. Namun rasa sayang pada kampus dan teman teman nya sangat besar.
Acara kelulusan pun berakhir tepat pukul 12.00 pm. Murid kelas xx berencana merayakan kelulusan lagi di sebuah restoran milik ayah Tristan.
Malam di restoran...
Restoran telah di boking untuk perayaan kelulusan mereka. Semua makanan dan minuman gratis karena ayah nya Tristan yang mentraktir mereka. Semua berterima kasih pada ayah Tristan.
Perayaan kelulusan sangat meriah. Carmen hadir dengan dress yang sederhana namun terlihat indah dan mewah. Rambut panjang nya di kuncir atas dengan rambut sisa.
__ADS_1
Semua kembali berfoto bersama sebagai kenang kenangan. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.00 pm. Karena sudah larut malam, banyak teman teman yang pulang ke rumah, termasuk Carmen dan Tania. Tristan tidak pulang, dia akan menginap di rumah ayah nya.
Karena Carmen sudah lulus, dia berencana melamar kerja untuk menghasilkan uang bagi kehidupan nya. Dia masih bingung ingin bekerja menjadi apa...
Carmen memikirkan semalaman sampai ketiduran. Esok pagi nya dia bertanya pada Tania apa pekerjaan yang cocok untuk dia kerjakan. Tania berkata Carmen cocok menjadi model, apalagi Carmen sudah berpengalaman dalam bidang ini.
Carmen kan pernah mengikuti kontes kecantikan, bahkan memenangkan nya.
Carmen tidak yakin itu pekerjaan yang cocok bagi nya. Namun Tania terus memaksa dan menyemangati Carmen, bisa saja nanti Carmen menjadi artis model terkenal.
Akhirnya Carmen belajar lagi tentang menjadi model. Dia pergi mencari buku tentang menjadi model profesional. Setelah menemukan buku nya, dia membaca buku tersebut di rumah nya.
Carmen mempelajari serta menghafal kriteria menjadi model dalam 1 minggu. Merasa sudah paham dan cukup yakin akan lolos saat melakukan pelatihan, akhirnya dia pergi mendaftar. Setelah mendaftar dia kembali berlatih di rumah. Acara pelatihan akan di mulai besok pukul 09.00 am.
Carmen terbangun pukul 5.43 am. Dia langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Dia menyempatkan diri untuk makan sarapan pagi dan langsung berdandan di bantu Tania.
Setelah bersiap, Carmen berangkat ke gedung pelatihan menjadi model itu.
Gedung pelatihan..
__ADS_1
Carmen sampai pukul 8.12 am. Waktu masih cukup panjang sebelum pelatihan di mulai.
Carmen kembali menghafal kriteria dan cara menjadi model yang benar dan profesional.
Akhirnya jam menunjukkan pukul 9.00 am. Semua orang yang mengikuti pelatihan di panggil untuk masuk ke dalam ruangan.
Semua di perintahkan untuk mengenalkan diri. Setelah mengenalkan diri, seorang pelatih menjelaskan kriteria menjadi model dan penilaian yang akan di nilai untuk pelatihan. Setelah semua paham, di persilahkan untuk bertanya. Ada beberapa orang yang bertanya dan dijelaskan oleh pelatih dengan begitu rinci.
Tidak lupa Carmen mencatat semua informasi bagaimana menjadi model. Sesi tanya jawab pun selesai, semua peserta pelatihan di persilahkan pulang dan kembali hari Sabtu pukul 8.00 am dengan seragam yang akan di bagikan di pintu keluar.
Semua peserta akhirnya pulang dan mendapat seragam untuk mereka pakai saat hari Sabtu yang akan datang. Saat pulang ke rumah Tania bangga pada Carmen, karena Carmen menuruti kata Tania untuk menjadi model. Tania mengambil dan melihat seragam yang di dapat oleh Carmen.
Seragam nya begitu rapi dan mewah. Tania bertanya apakah baju ini harus di bayar, namun Carmen menjawab bahwa baju itu di dapat dengan cuma cuma.
Carmen kembali ke kamar nya dan membaca catatan yang ia catat waktu pelatihan. Dia sudah menghapal cukup banyak apa saja yang di perlukan untuk menjadi model.
Tania begitu menyemangati Carmen, Tania membuatkan camilan dan minuman agar Carmen tidak lapar dan bosan.
Carmen sangat berterima kasih kepada Tania karena telah mendorong nya untuk menjadi model. ' terima kasih Tania :) '.
to be continued
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏