
Setelah mengganti pakaian, mereka berdua kembali ke kelas. Mereka kembali mengikuti pelajaran hingga waktu pulang.
Saat pulang Carmen dan Tania kembali ke rumah. Mereka mengganti pakaian mereka dan kembali bersantai sampai malam. Tiba tiba ada notifikasi di handphone Tania yang berisi :
Datanglah ke blok E di ujung jalan..
Jika tidak katakan selamat tinggal pada ibu mu. Datanglah seorang diri !!.
Tania tidak tahu siapa yang memberi pesan tersebut, tapi dia tetap pergi karena khawatir dengan ibu nya.
" Carmen, aku mau pergi sebentar " kata Tania sambil mulai mengenakan sepatu.
" Oh ok, jangan pulang larut malam " jawab Carmen sambil bermain handphone.
Tania langsung berjalan ke lokasi yang diberi. Akhirnya Tania sampai dalam waktu 6 menit.
Tania membuka pintu rumah, didalam sangat gelap dan tiba tiba seseorang memukul kepalanya dari belakang.
Tania terbangun setelah pingsan. Tubuh Tania telah di ikat dan dia duduk di kursi.
Disitu masih gelap, namun kemudian ada suara dalam ruangan itu, sudah sadar ya.. ?
__ADS_1
Salah satu lampu pun di nyalakan. Namun orang tersebut menggunakan topeng dan duduk di kursi juga. Tania tidak dapat membuka mulut nya karena mulutnya di tutup. Pria misterius tersebut bangkit berdiri dan menghampiri Tania. Pria tersebut membuka topengnya di depan hadapan Tania dan ternyata dia adalah Nathan.
Tania terkejut, apa yang dilakukan Nathan padanya, perasaan Tania tidak melakukan apa apa. Hai.. mantan !. Apa kau rindu pada ku ?..
Ucap Nathan tepat di telinga Tania.
Kau tahu kenapa aku mengurungmu disini ?..
Aku akan memberi tahu mu, kemarin kakakmu Anthony tidak setuju kita berpisah dan kau tahu apa yang dia lakukan ??...
DIA MEMBUNUH NENEK KU!!, kau dengar ?..
Ya aku tahu seharusnya aku marah terhadap kakak mu namun dia sudah melarikan diri dan aku terpaksa melampiaskan nya kepadamu.
Hahahahahahaha!!.. kata Nathan sambil pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tania mulai dipukuli dan disiksa disitu oleh 2 orang pria suruhan Nathan. Tania lama disiksa hingga pukul 9.21 pm. Dua orang tersebut memutuskan untuk istirahat sebentar dan membeli rokok. Tali Tania sudah lepas, namun dia tergeletak di lantai dan sangat kesakitan dan lelah dipukuli...
Disisi Carmen....
Carmen yang khawatir akhirnya menelpon Tania. Handphone Tania berdering, Tania berusaha mengambil handphone dan akhirnya dapat menjawab telpon tersebut.
__ADS_1
" Halo, Tania kau dimana ? ". tanya Carmen cemas. " t-tolong aku ". jawab Tania.
Namun tiba tiba pintu terbuka dan dua pria itu merampas handphone Tania dan melemparnya, sehingga handphone nya rusak. Dua pria tersebut menanyai Tania namun tidak menjawab.
Carmen merasa sangat cemas, dia mulai mencari lokasi Tania dan akhirnya ketemu, Carmen menggunakan kekuatannya dan menghentikan waktu. Dia berlari dan menemukan Tania, Carmen terkejut melihat keadaan Tania yang lemas tak berdaya..
Carmen melihat dua pria yang memukuli Tania. Carmen sudah berencana membawa pisau. Tanpa rasa ragu, Carmen menyakiti dua pria tersebut. Tentu saja Carmen tidak akan membunuhnya, namun Carmen ingin 2 pria itu tahu bagaimana sakit yang dialami Tania.
Carmen membawa Tania ke rumah sakit dan mengembalikan waktu untuk berjalan kembali. Tania langsung di periksa dokter. Carmen menunggu sambil merasa khawatir.
Dokter keluar dan berkata Tania tidak apa apa, hanya butuh istirahat beberapa hari. Carmen merasa lega karena Tania tidak apa apa.
Namun Carmen masih bingung, pasti ada yang merencanakan ini, tapi siapa, mungkin Tania tahu, pikir Carmen.
Carmen masuk ke ruangan Tania, dia memegang tangan Tania dan berkata, siapa yang berani melakukan ini kepadamu?..
Carmen pun tertidur sampai pagi di ruangan itu. Carmen terbangun dan menghubungi guru nya bahwa Carmen dan Tania akan izin beberapa hari karena Tania masuk rumah sakit dan tidak ada yang menjaga.
Guru nya menjawab dan memberikan izin. Saat sore hari, teman teman dan guru kampus datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Tania yang sakit.
to be continued
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏