Aku Milik Siapa?

Aku Milik Siapa?
Hari baru


__ADS_3

Aku selesai membantu bibi dan nenek membuat makan malam. Banyak masakan desa yang sekarang aku mulai kenal. Bibi mengajari ku perlahan agar aku paham. Meskipun di akhir, rasa masakan ku tidak menyenangkan mulut. Namun kata bibi, ini adalah awal yang baik.


Saat memasak, aku mencoba untuk berbicara dengan nenek agar nenek bisa lebih dekat dengan ku. Namun aku bingung, topik apa yang harus aku bicarakan dengan nenek. Saat aku memikirkan topik di tengah tengah aku memasak, masakan ku menjadi berantakan dan mulai tercium aroma masakan yang mulai gosong. Nenek antusias langsung mematikan kompor dan meneriaki aku. Aku terkejut dan melihat masakan ku sangat berasap. Nenek memarahiku karena tidak becus untuk memasak, apalagi aku ini wanita. Aku hanya menunduk dan tidak melawan. Memang ini kesalahan ku, seharusnya aku tidak usah melamun. Bibi menyuruh nenek untuk tidak memarahi ku terus. Nenek menghela nafas dan berkata kepadaku,


" Apakah tangan mu tidak apa apa? ". Nenek


" Tangan ku tidak apa apa kok nek ". Tsugumi


Ternyata memang benar, meskipun nenek sangat galak, nenek sangat menyayangi ku. Mulai saat ini aku tidak boleh takut pada nenek. Aku harus rajin mulai saat ini. Aku menyemangati diri ku sendiri.


***


Pagi ini rasanya aku sangat mengantuk. Ya, hari ini aku akan masuk kampus baru di desa. Tentu saja aku belajar bersama Yuuto di sana. Sekarang masih pukul 6.25, dan Haruka datang ke kamar ku untuk membangun kan aku.


" Kak, bangun! ". Haruka


" Aduh.. ini masih jam 6, nanti aja lah ".


Aku membalikkan badan dan menutupi telingaku dengan bantal.


Haruka terus membangunkan ku, namun aku tetap tidak peduli. Tiba tiba terdengar suara hentakan kaki yang sangat keras. Sepertinya suara hentakan kaki itu menuju ke kamar ku. Benar saja, pintu kamar ku di buka dan aku terkejut hingga terduduk. Ternyata itu adalah nenek, dalam hati ku terus berkata "gawat".


Ku lihat nenek sudah membawa ember yang berisi penuh dengan air. Aku langsung beranjak dari tempat tidur dan membereskan ranjang ku ini. Nenek ingin membuka mulut nya dan mengoceh untuk memarahiku. Tapi, untung nya aku dapat menghentikan nya.


" Iya nenek maafkan aku, lagi pula ini hari pertama aku di sini. Lain kali aku akan bangun pagi tanpa di bangunkan. Aku janji ". Tsugumi


" Tidak usah membuat janji jika kau tidak bisa menepati nya. Sudah, pergilah cuci muka dan pergilah ke peternakan. Setelah itu pergilah ke sekolah ". Nenek


" Iya nenek ". Tsugumi


Aku bergegas untuk menyuci muka dan turun ke peternakan. Sudah ku lihat paman, bibi, dan Yuuto di sana. Mereka sedang membersihkan kandang, memberi makan hewan ternak, dan membersihkan hewan ternak. Aku menghampiri Yuuto. Yuuto menyapa ku dan menyuruh ku untuk ikut beternak.


Aku memilih membantu bibi untuk memberi makan hewan ternak. Sungguh menyenangkan.

__ADS_1


Dan sekarang adalah waktu untuk mandi dan berangkat ke kampus. Aku berangkat bersama Yuuto menggunakan sepeda kayuh. Perjalanan ke kampus tidak begitu jauh, jadi kita sedikit santai saat mengayuh sepeda.


***


Tiba di kampus, Yuuto di sambut oleh teman teman nya. Teman teman nya berkata,


" Hey Yuuto, dia siapa ?, cantik banget sih ". Geona.


" Kenalin gais, dia namanya Tsugumi. Dia pindahan dari Tokyo ". Yuuto.


" Halo semua nya, semoga kita bisa berteman dengan baik ". Tsugumi.


" Heh, anak kota sombong banget sih. G usah sok cantik deh ". Suzette ( anak tomboy ).


" he, suzette, kalau iri bilang aja ". Zoe, membela ku.


Ya, di sini ada satu anak tomboy, yaitu Suzette. Anak anak kelas ini tidak suka saat jiwa tomboy nya keluar. Kata Zoe, Suzette selalu merasa iri bila ada anak baru wanita, apalagi kalau wanita itu cantik. Suzette akan selalu merendahkan anak itu, ya salah satu nya adalah aku. Namun aku tidak mempermasalahkan kan hal itu. Kalau dia berani macam macam dengan ku, apalagi main fisik, lihat saja. Ya, sejak umur 6 tahun, mama mendaftarkan aku untuk mengikuti pencak silat dan taekwondo. Namun sejak kejadian tahun lalu, aku berhenti mengikuti latihan. Tapi aku masih ingat gerakan gerakan nya.


Pelajaran di mulai. Sang dosen masuk dan mempersilahkan aku untuk memperkenalkan diri.


" oke, Tsugumi. Silahkan kamu duduk di sebelah Suzette ". Dosen.


" emm.. baik pak ". Tsugumi ragu ragu.


Saat aku menghampiri meja Suzette, dia langsung membuang muka. Aku hanya bisa menghela nafas untuk mempertahankan kesabaran ku.


Di tengah tengah pelajaran yang membosankan, tiba tiba pintu terbuka dan seorang anak laki laki datang.


Laki laki itu berkata,


" maaf terlambat pak ".


Lelaki ini berkata dengan santai nya.

__ADS_1


" Kenzo, saya sudah mengingatkan mu untuk tidak datang terlambat. Ini sudah yang ke lima dalam minggu ini ". Dosen marah.


Kenzo tidak mendengarkan omongan pak dosen. Kenzo langsung duduk di sebelah ku.


Kenzo terus menatap ku. Aku merasa tidak nyaman. Kenzo mengulurkan tangan nya, dia memperkenalkan diri nya.


" hai cantik, nama ku Kenzo ". Kenzo.


" em.. hai, aku Tsugumi " Tsugumi.


Aku berusaha melepaskan tangan ku namun Kenzo tidak ingin melepaskan tangan ku.


Yuuto melihat hal ini dan merasa cemburu. Yuuto lewat di antara mereka berdua agar tangan mereka terlepas. Tsugumi tersenyum karena merasa terbantu oleh Yuuto.


Suzette juga melihat kejadian itu. Suzette merasa cemburu karena Suzette menyukai Kenzo. Suzette berkata kepada ku,


" Hei, anak kota, kau tahu tidak . Kenzo itu kakak nya Yuuto ".


" ha? masa sih ". Tsugumi terkejut.


Suzette kembali membuang muka dan tidak menjawab pertanyaan Tsugumi.


Aku masih terheran, apakah dua anak ini menyukai ku? . Ahh... aku tidak boleh berharap seperti ini.. . Aku memukul mukul kepala ku agar pikiran itu hilang.


Siang pun tiba. Yuuto mengajak ku untuk makan siang bersama. Namun saat Yuuto hendak menarik ku, aku tertahan oleh tarikan Kenzo yang ingin juga mengajak ku makan siang. Kedua lelaki ini terus menarik ku.


Hingga aku berteriak,


" Cukup! ". Tsugumi


Kedua lelaki ini pun melepas tangan ku. Aku pergi dan menghampiri Geona dan Zoe yang sedang makan siang. Aku ikut makan siang bersama mereka.


Kenzo dan Yuuto semakin ribut dan bertengkar. Mereka saling menyalahkan karena Tsugumi pergi. Namun Suzette menghentikan pertengkaran tersebut dan mengajak Kenzo untuk makan siang bersama. Kenzo pun pergi meninggalkan Yuuto. Yuuto pun menghampiri Tsugumi dan ikut makan siang bersama mereka.

__ADS_1


Tsugumi makan sambil melamun.


Apakah betul aku di sukai oleh kedua lelaki ini?. Huuftt.. aku tidak boleh berharap lebih, kalau aku sudah berharap besar dan ternyata mereka hanya mempermainkan kan aku, anti aku yang sakit hati. Tapi kalau benar mereka berdua menyukaiku, aku harus menyukai siapa?. Yuuto adalah anak yang rajin, tampan, dan lembut. Sedangkan Kenzo itu tampan, keren, dan sedikit bandel. Huuftt.. sudah lah tidak usah di pikir kan.


__ADS_2