
Pagi..
Carmen, Tania, dan Tristan sudah bangun. Namun Tristan masih tidak keluar dari kamar nya. Sedangkan Carmen dan Clara mulai membuat sarapan pagi.
Pintu rumah tiba tiba di ketuk. Carmen berjalan ke arah pintu dan membuka pintu nya. Ternyata orang itu adalah ayah nya Tristan. Carmen mempersilahkan ayah Tristan yang bernama Juan itu untuk duduk di dalam. Pak Juan datang ingin melihat putra nya. Juan sudah menebak pasti Tristan mengunci diri nya di kamar nya.
Setelah mengobrol, Carmen dan Tania mempersilahkan pak Juan untuk sarapan bersama. Setelah makan bersama, Pak Juan ingin pergi ke kamar Tristan. Pintu kamar Tristan sudah di ketuk beberapa kali namun tak ada jawaban yang pak Juan dengar.
Dan akhirnya pintu di buka dan Tristan langsung melangkah cepat ke bawah dan masuk ke dalam mobil nya. Pak Juan terkejut, tiba tiba anak nya langsung pergi. Dan hatinya berkata, " pergi kemana kau nak.. ".
Di sisi Tristan..
Tristan mengendarai mobil sangat cepat. Dia pergi ke kantor polisi untuk melihat cctv di dekat cafe milik nya. Sampai di kantor polisi, Tristan memohon pada polisi untuk melihat cctv, awal nya Tristan tidak di perbolehkan oleh polisi dan di suruh pulang. Namun Tristan terus memohon dan akhirnya polisi menuruti nya.
Tristan di perlihatkan cctv di jalan dekat cafe milik Tristan. Polisi memperlihatkan cctv dari jam 4.00 am - 7.00 am. Namun tidak ada orang di sana. Polisi memperlihatkan lagi di jam 12.00 am - 4.00 am. Dan ternyata ada orang yang berpakaian serba hitam yang menyelinap masuk ke cafe milik Tristan.
__ADS_1
Tristan sudah menduga pasti ini adalah ulah seseorang. Tristan mengamati orang tersebut. Namun menurut Tristan dia tidak memiliki teman yang bentuk tubuh nya seperti itu. Tristan berterima kasih kepada polisi dan kembali ke mobil nya.
Dia duduk di dalam mobil dan berpikir, siapa kah orang itu... . Handphone Tristan juga selalu berdering karena Carmen selalu menelpon Tristan. Namun Tristan tidak menjawab telpon tersebut. Tristan tadi juga sudah meminta bantuan dari polisi, namun sepertinya meminta bantuan polisi tidak akan mendapat apa apa.
Tristan akhirnya memutuskan untuk pergi dengan mobil nya ke restoran. Tristan merasa lapar karena dari pagi belum makan.
Di restoran, Tristan sudah memesan makanan dan sekarang sudah siap. Tristan langsung makan dengan lahap.
Setelah makan, Tristan tidak tahu harus pergi kemana. Dia masuk ke mobil nya dan hanya duduk. Dia melihat handphone nya dan telah ada telepon dari Carmen sebanyak 16 kali.
Carmen merasa lega karena telah mendengar bahwa Tristan baik baik saja dan hanya mencari udara segar. Carmen pun memberi tahu kan hal ini pada Tania. Pak Juan sudah pulang tadi pagi karena ada pekerjaan.
Sisi Tristan..
Tristan akhir nya pun pulang ke rumah. Sampai di rumah ternyata tidak ada orang di rumah. Perasaan tadi di telpon, Carmen tidak bilang akan pergi. Tristan pun pergi ke kamar nya.
__ADS_1
Sore..
Carmen dan Tania pun tiba di rumah. Carmen dan Tania pulang dari rumah teman sekelas mereka, Violet karena hari ini dia ber ulang tahun. Sebenarnya Tristan juga di undang, namun Tristan tiba tiba pergi begitu saja tadi pagi, sehingga Carmen pun tidak memberi tahu kan kepada Tristan.
Tristan turun ke bawah karena mendengar suara Carmen dan Tania. Tristan melihat mereka berdua membawa kue. Tristan pun langsung mengambil beberapa kue dan membawa nya ke kamar Tristan.
Carmen dan Tania tidak menghiraukan karena kue itu memang untuk Tristan. Carmen membawakan dari tempat pesta tadi.
Carmen pergi ke kamar Tristan. Carmen ingin bertanya pada Tristan, "bagaiman dengan keadaan cafe? kapan dia akan bekerja lagi?".
Tristan pun menjawab dia juga belum tahu kapan mereka akan mulai bekerja lagi. Namun cafe itu masih dalam perbaikan. Carmen bertanya lagi, "apakah kau sudah menemukan pelaku nya...?".
Tristan menghela nafas, " belum, sudah sana pergi lah jangan bertanya lagi !".
Carmen pun keluar dari kamar Tristan dan pergi ke dapur untuk membantu Tania membuat makan malam.
__ADS_1