Aku Milik Siapa?

Aku Milik Siapa?
Pekerjaan


__ADS_3

Carmen dan Tania masuk ke dalam restoran tersebut. Mereka masuk dan bertanya pada seorang pelayan apakah benar di sini memerlukan pelayan. Orang tersebut mengiyakan pertanyaan Carmen dan Tania.


Orang tersebut mengantarkan Carmen dan Tania ke ruangan bos restoran tersebut.


Mereka pun tiba di ruangan bos restoran itu, nama bos nya adalah, pak Burhan.


Carmen, Tania, dan pak Burhan saling berbincang bincang di ruangan pak Burhan.


Lama berbincang akhirnya keputusan telah di buat bahwa Tania akan di tes selama 3 hari untuk mengetahui kemampuan Tania.


Carmen dan Tania pulang ke rumah. Carmen senang Tania sudah mendapatkan pekerjaan. Namun Tania hanya senyum terpaksa. Sebenarnya dia tidak ingin menjadi pelayan restoran. Dia ingin menjadi koki dan memiliki restoran sendiri, namun tidak mungkin Tania akan langsung menjadi koki kan...


Tania tidak bilang kepada Carmen karena takut akan menyusahkan Carmen. Saat di rumah Carmen kembali berlatih sedangkan Tania hanya berbaring di ranjang empuk nya.


Setelah lelah berlatih Carmen mengetuk pintu kamar Tristan. Carmen masuk dan duduk di kursi yang ada di kamar Tristan.


Tristan bertanya ada apa datang ke sini, kalau tidak penting pergi sana.. . Carmen ingin bertanya pada Tristan, apakah Tristan sudah memiliki pekerjaan. Tristan berkata dia membantu ayah nya bekerja di restoran.


Setelah Carmen tahu, akhirnya dia pergi meninggalkan kamar Tristan.

__ADS_1


Di sisi Tania...


Tania masih memikirkan pekerjaan nya. Tidak lama kemudian Carmen memanggil Tania untuk makan malam. Tania terkejut, siapa yang memasak makan malam. Ternyata Carmen memasak kan makan malam karena untuk memberi selamat untuk Tania.


Tania merasa senang karena Carmen memberi selamat untuk nya. Tania akhirnya tidak sedih lagi karena Carmen telah membangun semangat di dalam hati Tania.


Mereka bertiga akhirnya makan malam bersama. Setelah makan mereka membersihkan meja makan dan dapur.


Setelah meja makan dan dapur bersih, Tristan kembali ke kamar nya sedangkan Carmen dan Tania menonton televisi.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Keesokan harinya 🌞


Carmen terbangun pukul 7.46 am. Dia bingung biasanya Tania membangunkan nya pukul 7.00 am tapi hari ini kenapa tidak di bangunkan.. . Carmen beranjak dari kamar nya ke kamar Tania. Namun Tania tidak ada di kamar nya. Carmen turun ke bawah sambil memanggil manggil nama Tania. Namun tidak ada jawaban. Tristan yang mendengar teriakan Carmen akhirnya menjawab, Tania kan sedang tes di restoran nya apa kau lupa?.


Carmen baru teringat bahwa hari ini adalah hari untuk Tania tes di restoran.


Akhirnya Carmen memutuskan pergi ke dapur karena lapar. Di dapur sudah di sedakan sarapan pagi. Dan Carmen langsung menyantap makanan pagi nya itu.

__ADS_1


Sore..


Tania sudah pulang siang tadi, besok Tania harus pergi lagi untuk tes hari kedua.


Carmen dan Tania sedang berjalan jalan di taman dekat rumah mereka. Mereka duduk di bangku taman sambil melihat langit yang mulai menjadi warna oranye. Setelah gelap akhirnya mereka kembali ke rumah.


Saat perjalanan ke rumah, Tania teringat bahan makanan mulai menipis. Dan akhirnya mereka mampir ke supermarket.


Setelah berbelanja cukup lama, akhirnya mereka pulang. Untungnya tadi di saku Carmen ada uang jadi bisa membeli bahan makanan. Di rumah Tristan sedang bermain game. Tania langsung pergi ke dapur dan menyiapkan makan malam. Carmen duduk di sebelah Tristan dan ingin ikut bermain.


Dan mereka berdua pun bermain bersama


Makan malam akhirnya telah mereka santap. Carmen duduk di meja belajar nya sambil memegang handphone milik nya. Tania sedang berada di toilet. Dan Tristan tertidur di sofa.


Hari hari telah mereka jalani seperti biasa. Tania akhirnya di terima setelah menjalani tes selama 3 hari. Tristan di beri oleh ayah nya sebuah tanah untuk membangun usaha, dan Tristan membangun sebuah kedai kopi dan akan di beri nama The Coffcafe. Namun kabar tidak menyenangkan datang dari Carmen, dia tidak lolos di babak penyisihan.


Awalnya Tania mengira Carmen hanya bercanda, namun Carmen semakin serius sehingga Tania percaya. Tania ikut bersedih dan tetap menyemangati Carmen. Mungkin Carmen tidak cocok menjadi model.


Tristan yang mendengar hal tersebut menawarkan pekerjaan kepada Carmen yaitu menjadi salah satu pekerja di kedai milik Tristan. Carmen tetap menunduk dan pergi ke kamar nya dan mengunci pintu kamar nya.

__ADS_1


to be continued


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2