Aku Milik Siapa?

Aku Milik Siapa?
Bersahabat dengan Tania


__ADS_3

Saat anak kelas xx beserta guru guru menemukan keberadaan Tania, mereka menuju tempat Tania tersebut.


Saat sampai, rumah nya sangat tidak layak huni, rumah nya terbuat dari bambu dan beralas tanah. Semua teman dan guru melihat keadaan rumah tersebut dan merasa sangat kasihan.


Salah satu guru mengetuk pintu rumah nya.


Dan Tania membuka kan pintu, Tania terlihat pucat dan memakai pakaian yang lusuh dan kotor serta rambut nya acak acakan.


Tania terkejut bahwa guru dan teman teman nya datang mengunjungi rumah kecil Tania.


Tania mempersilahkan masuk. Di dalam rumah tersebut tidak banyak barang barang. Hanya ada kursi kayu dan tikar yang berlubang lubang. Dalam rumah tersebut hanya ada satu ruangan tersebut saja. Tania tidur pun di tikar yang berlubang lubang itu.


Dapur nya ada di luar, tepat nya di belakang rumah nya. Hanya ada tungku dan 2 panci.


Tania bertanya kepada guru " kenapa kalian semua datang ke sini, apakah menagih uang sekolah ?". Dan guru menjawab " tidak Tania, kita disini untuk memberikan beberapa bantuan, kami telah mendengar apa yang kamu alami, yang sabar ya nak !".


Air mata mulai berlinang di pipi Tania, Tania langsung sujud dan berterima kasih kepada guru dan teman teman nya. Tania pun berjanji akan bekerja hingga nanti dapat bersekolah dan melunasi uang sekolah.

__ADS_1


Saat guru dan teman teman telah memberikan bantuan. Carmen menghampiri Tania, Carmen menjentikkan jari nya dan waktu berhenti. Dia merapikan rambut Tania dan membenarkan pakaian nya.


Carmen juga memberikan amplop yang berisi uang serta beberapa ucapan penyemangat. Dia memberikan amplop tersebut di tangan Tania. Carmen langsung berjalan ke bus.


Carmen menjentikkan jarinya dan waktu kembali berjalan. Tania terkejut mendapatkan sebuah amplop yang cukup tebal.


Guru dan teman teman kelas xx kembali ke sekolah dan selesai berpamitan dengan Tania. Saat Tania membuka amplop, ternyata berisi uang senilai Rp 2.000.000. Tania terkejut dan membaca tulisan di dalam amplop tersebut. Dan isinya adalah :


Kamu boleh menangis


Kamu boleh berteriak


😊 Carmen.


Air mata semakin deras berlinang di pipi Tania, Tania tidak menyangka bahwa Carmen membantu nya padahal Tania pernah berbuat jahat pada nya dan Tania tahu pasti Carmen mengetahui siapa yang menjebaknya dulu di toilet umum.


Saat pukul 16.03, Tania memutuskan pergi ke rumah Carmen. Tania mengetahui rumah Carmen karena pernah di beritahu oleh Clara. Meskipun jarak rumah Carmen dan Clara cukup jauh namun Tania tidak peduli, dia ingin memeluk, minta maaf, dan berterima kasih pada Carmen.

__ADS_1


Saat sampai di rumah Carmen, Tania mengetuk pintu nya dan Carmen membuka pintu. " ada apa ?". tanya Carmen.


Tania langsung memeluk Carmen dan menangis. " tak apa Tania, tenanglah ". kata Carmen yang menyuruh Tania tenang.


Karena di luar mulai gelap, Carmen mempersilahkan Tania masuk. Carmen memberikan minuman dan beberapa kue yang tadi ia beli.


Tania memulai pembicaraan " Carmen, aku minta maaf atas apa yang telah aku perbuat, aku tahu aku salah, tolong maafkan aku ".


Carmen tersenyum dan berkata " aku sudah memaafkan mu Tania sudah jangan dipikir kan. " Carmen , apakah kau mau menjadi sahabat ku, Clara meninggalkan ku karena keadaan ku yang seperti ini, aku tidak memaksa kok , terserah kamu ?". tanya Tania.


" Emm ok mungkin kita bisa jadi sahabat, tapi jangan seperti Clara, jadi lah sahabat yang setia !". kata Carmen. " tentu saja ". jawab Tania.


Tania kembali pulang karena sekarang sudah pukul 18.46. Dia tidak ingin pulang malam.


Saat sampai di rumah ada sebuah kertas yang menempel di pintu rumah nya.....


to be continued

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2