
.Aku dan Yuuto kembali pulang ke pondok. Di tengah perjalanan, terdengar suara motor yang sangat keras. Motor itu berhenti di hadapan ku dan Yuuto. Saat membuka helm, ternyata itu adalah Kenzo dan Suzette.
Ternyata Kenzo mengantarkan Suzette pulang. Suzette turun dan masuk ke rumah nya. Kenzo kembali menatap wajah Tsugumi.
Kenzo menepuk jok motor nya dan menyuruh Tsugumi untuk naik. Kenzo hendak mengantarkan Tsugumi pulang.
Yuuto melarang Tsugumi untuk pulang bersama Kenzo. Yuuto langsung menarik tangan Tsugumi dan pulang dengan menuntun sepeda kayuh mereka.
Tsugumi pun mendengarkan Yuuto untuk pulang bersama nya.
Kenzo merasa kesal kepada adik nya itu. Ya, Kenzo memang tidak pernah pulang ke pondok. Kenzo memilih pulang ke kakek Akio. Kakek Akio tinggal di bukit. Kenzo sudah menganggap kakek Akio sebagai kakeknya sendiri.
Kenzo datang ke bukit. Kenzo di sambut oleh kakek. Kakek membawakan dua cangkir teh dan beberapa camilan. Kenzo memiliki sikap lembut jika bersama kakek. Namun, kakek tahu sikap Kenzo yang sebenar nya.
Yuuto dan Tsugumi telah tiba di rumah. Mereka masuk ke dalam pondok dan menemui nenek. Ternyata nenek sedang melayani tamu, dan tamu itu adalah Ozora, dia adalah pemimpin kampus dan anak dari kepala desa ini.
Anak anak kampus tidak menyukai Ozora maupun kepala desa. Ozora mempunyai sifat yang sama persis seperti ayah nya.
Jadi di dalam desa ini terdapat satu hutan yang begitu berharga. Semua penduduk desa sangat menyayangi dan bangga akan hutan ini.
Ya, hutan ini di sebut Sakura Matsubayashi.
Beberapa hari yang lalu, kepala desa mengatakan bahwa hutan itu akan di hancurkan dan akan di bangun sebuah tempat wisata. Hampir seluruh warga tidak setuju dengan pendapat kepala desa. Namun seluruh warga desa juga tidak dapat berbuat apa apa.
Yuuto menjelaskan pada Tsugumi dengan suara pelan seperti berbisik.
Nenek menyuruh Yuuto untuk menjamu Ozora. Tsugumi pun ikut membantu Yuuto.
Ozora berkata,
" Yuuto, tolong katakan kepada semua anak kampus untuk tidak berbuat macam macam lagi. Jika kalian melakukan demo atau apapun itu, kepala desa tidak akan merubah perbuatan nya. Tolong, ikuti pendapat kepala desa ".
__ADS_1
" Huftt, sebenarnya kemarin bukan para anak kampus yang berdemo. Iya benar, ada beberapa anak kampus di sana. Namun 80% itu adalah penduduk desa ini ". Yuuto.
" Benarkah? Ya sudah kalau begitu. Tolong ya Yuuto, kamu sampaikan kepada teman teman, bahwa sebenarnya pembangunan wisata ini juga berdampak baik bagi desa ini ". Ozora.
" Hmm.. baiklah ". Yuuto.
Ozora pergi meninggalkan pondok. Tsugumi terdiam karena berpikir. Dulu saat Tsugumi masih kecil, mama selalu menceritakan desa kelahiran nya ini. Tsugumi mengingat bahwa mama juga menceritakan tentang Sakura matsubayashi.
Dibalik lamunan Tsugumi, Yuuto terus memanggil Tsugumi. Hingga akhirnya lamunan Tsugumi pun buyar. Yuuto menyuruh Tsugumi untuk berganti pakaian karena setelah ini mereka harus bekerja lagi di peternakan.
Sebenarnya aku sangat malas ingin bekerja di peternakan. Aku ingin bermain ponsel seharian atau berjalan jalan di desa ini. Namun jika aku tidak membantu Yuuto dan lainnya bekerja di peternakan, tidak tahu apa yang akan nenek lakukan kepada ku. Tsugumi terus mengomel di dalam kamar nya sambil mengganti pakaian nya. Karena tidak ada siapa siapa di kamar, Tsugumi mengecek ponsel nya sebentar. Banyak notifikasi masuk dalam ponselnya. Tsugumi tidak dapat membalas semuanya, Tsugumi hanya membalas yang dikiranya penting bagi nya.
Tsugumi turun dari kamar nya hendak pergi ke peternakan. Saat tiba di peternakan, Tsugumi sudah menjumpai Yuuto. Yuuto menghampiri Tsugumi dan berkata,
" Ayo kita jalan jalan saja, bagaimana? ". Yuuto.
" Apakah nenek tidak akan marah? ". Tsugumi.
Aku mengikuti nya menjelajah desa ini. Ya, desa ini sangat indah, hanya saja kekurangan wisatawan. Jika aku jadi kepala desa, mungkin aku memang akan membangun tempat wisata, tapi tidak di lahan hutan.
Aku menghirup nafas sedalam dalam nya. Karena di kota aku tidak dapat merasakan hawa seperti di desa ini. Yuuto menarik tangan ku dan berlari menuju Sakura Matsubayashi.
Di depan Sakura Matsubayashi ini, aku sudah terkagum. Apa yang di ceritakan oleh mama waktu itu hampir persis seperti ini. Aku masuk ke dalam hutan yang indah ini. Aku terus melihat ke kanan dan ke kiri tanpa melihat arah jalan ku. Hingga akhirnya aku terpisah dari Yuuto. Awalnya aku takut, namun aku mengingat cerita mama. Jika mama marah saat kecil, dia akan pergi ke hutan ini dan pergi ke pohon yang paling besar dalam hutan ini. Aku mengingat cerita mama dan terus berjalan, hingga aku menemukan pohon seperti kata mama. Aku mendongak ke atas, daun pohon ini sangat lebat hingga panas matahari pun tidak sampai menyentuh kulit ku. Aku duduk di bawah pohon itu. Seketika hatiku menjadi tenang dan sejuk. Meskipun aku harus tidur di sini pun rasanya tidak apa apa.
Tidak terasa ternyata hari sudah mulai sore. Yuuto belum juga menemukan ku. Jika aku pergi dari pohon ini, aku takut aku akan semakin tersesat. Hingga akhirnya aku mendengar suara hentakan kaki. Dalam hati aku terus berkata, semoga itu Yuuto.
Benar, itu adalah Yuuto.
Yuuto menghampiriku dan memeluk ku.
" Ku kira kau akan hilang, syukurlah kau baik baik saja ". Yuuto.
__ADS_1
" Aku sangat ketakutan tadi. Syukurlah kau sudah datang ". Tsugumi.
Mereka pun berjalan pulang.
" O iya, bagaimana kau bisa menemukan pohon ini?. Aku saja kesulitan menemukan pohon ini ". Yuuto.
" Jadi dulu semasa aku kecil, mama selalu bercerita tentang desa kelahiran nya ini. Mama juga selalu bercerita tentang hutan ini. Entah bagaimana aku sampai pada pohon itu, aku hanya asal berjalan dan mengingat cerita mama ". Tsugumi.
" Ohh begitu ". Yuuto.
Hari sudah mulai menjadi gelap. Dan di hutan itu sangat gelap. Mereka berdua belum keluar dari hutan itu. Hingga akhirnya, Yuuto menyalakan ponselnya. Namun mereka tetap kesulitan mencari arah pulang. Hingga Yuuto pun memutuskan untuk mengajak Tsugumi ke suatu tempat.
Mereka berdua sampai pada tempat yang Yuuto maksud. Tempat ini berbentuk gua. Yuuto berkata pada Tsugumi sebelum masuk,
" Kau ku bisa masuk ke sini, bukan berarti kau anggota dari kami juga ". Yuuto.
Aku bingung dengan perkataan Yuuto. Anggota apa yang dia maksud ?.
Kami pun masuk. Sudah terpasang beberapa api unggun di dalam gua itu. Ternyata di dalam gua ada teman teman kampus.
Semua menyapa Yuuto. Aku masih bingung, apa yang mereka lakukan di sini.
Di sini juga ada Suzette. Suzette berkata,
" Yuuto, mengapa anak kota ini juga ikut kemari? ".
" Ya, tadi aku mengajak dia jalan jalan di sini. Eh dia ternyata tersesat. Dan aku mencari nya sampai sore. Dan saat kami hendak pulang, hutan sudah menjadi gelap dan arah yang paling aku hafal adalah ke tempat ini, jadi aku mengajak nya untuk kemari ". Yuuto.
" Ohh begitu. Ingat ya anak kota. Kau bisa kesini bukan berarti kau anggota dari kami ". Suzette.
" Emang nya ini perkumpulan apa? ". Tsugumi
__ADS_1
" Ini adalah perkumpulan yang kami buat saat kami mulai berteman. Hingga beberapa hari yang lalu, kami tahu bahwa hutan ini akan di hancurkan. Sehingga sekarang kami berkumpul untuk berdiskusi bagaimana cara agar hutan ini tetap selamat ". jelas Geona.