Aku Milik Siapa?

Aku Milik Siapa?
Kebakaran The Coffcafe


__ADS_3

Carmen dan Tristan memasuki kedai kopi itu. Semua perabot sudah siap di dalam. Sudah ada beberapa pekerja yang di pilih Tristan sudah datang di kedai kopi ini. Carmen melihat lihat sekitar kedai kopi tersebut, kedai kopi ini sangat keren.


Tristan menepuk pundak Carmen dan berkata, cepat lah bekerja aku adalah bos mu mulai hari ini, turuti lah perkataan ku...


Carmen mengangguk dan melepas tangan Tristan dari pundaknya. Carmen pun langsung berjalan ke arah kasir untuk mulai bekerja.


Para pelanggan mulai berdatangan. Carmen pun mulai bekerja. Kedai kopi ini buka pukul 9.00 am - 18.00 pm. Carmen bekerja terus sampai malam. Hingga akhir nya Carmen pulang. Tristan dan Carmen pulang bersama menggunakan mobil Tristan.


Sampai di rumah, Tania telah membuat makan malam. Mereka makan malam bersama. Setelah makan Tristan memanggil Carmen di kamar Tristan. Carmen dengan malas pergi ke kamar Tristan. Tristan berkata tadi Carmen bekerja kurang baik. Carmen kurang ramah kepada pelanggan.


Tristan memberikan buku etika kepada Carmen dan berkata Carmen harus belajar dari buku itu. Besok Carmen akan di liburkan untuk belajar dan besok nya lagi harus sudah siap menjadi kasir seperti di buku.


Carmen mengiyakan sambil membuka buku tersebut. Buku nya cukup tebal. Carmen tidak tahu apakah dia dapat menyelesaikan buku ini besok. Dia pergi ke kamar nya dan mulai mencoba membaca buku yang di beri Tristan.


Hanya beberapa halaman Carmen membaca, dia sudah merasa bosan dan mengantuk. Karena Carmen sudah tidak ingin membaca buku itu, akhirnya dia memutuskan untuk memejamkan mata nya untuk tidur.


___________________________


Keesokan harinya 🌞


Carmen bangun dan mencium aroma makanan lezat. Tubuh Carmen seakan melayang mengikuti aroma makanan lezat yang di cium. Dan tentu saja aroma itu datang dari dapur. Namun tidak ada orang di dapur, hanya ada makanan pagi di meja makan.

__ADS_1


Carmen duduk dan langsung menyantap makanan itu. Dia cukup bosan tidak ada orang di rumah, akhirnya dia memutuskan untuk makan sambil membaca buku yang di beri oleh Tristan kemarin.


Carmen membawa dan membaca buku itu ke mana saja. Dan Carmen akhirnya dapat menyelesaikan buku itu sore hari ini. Dia lega dapat menyelesaikan buku ini.


Carmen langsung membanting kan tubuh nya ke atas ranjang nya. Tidak lama pintu masuk rumah di ketuk dan dibuka. Ternyata itu adalah Tania.


Carmen langsung turun ke lantai bawah dan menyambut Tania. Mereka mengobrol dan saling bercerita apa yang tadi mereka alami.


Karena hari mulai gelap, Tania mulai membuat makan malam.


***


Ternyata saat tiba di cafe, cafe milik Tristan mulai terbakar. Tristan dan Carmen langsung terkejut. Ada juga orang orang sekitar kafe itu untuk memadamkan api. Sudah mencoba memanggil pemadam kebakaran namun belum juga datang.


Tristan panik, apa yang terjadi dengan cafe nya... . Perasaan kemarin baik baik saja, Tristan punya perasaan ada yang mencoba menghancurkan usaha Tristan. Tapi siapa, Tristan juga tidak mempunyai musuh.


Beberapa menit kemudian, pemadam kebakaran pun datang. Api yang membara mulai di padamkan. 40 menit akhirnya api pun mulai padam. Tristan kesal dan sedih, baru beberapa hari dia membuka usaha nya tiba tiba hilang begitu saja.


Padahal dia membangun tempat ini menggunakan tabungan nya selama 5 tahun.


Saat ayah Tristan mengetahui hal ini, ayah nya meminjamkan uang untuk memperbaiki tempat usaha milik nya. Tristan tidak kuat atas rasa kesal dan rasa sedih yang ada di hatinya. Tristan langsung menarik tangan Carmen dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Carmen tahu bagaimana perasaan Tristan, jadi Carmen hanya diam saja. Beberapa kali Tristan memukul setir mobil. Beberapa kali Tristan juga berteriak.


Carmen juga bingung, kenapa tiba tiba cafe Tristan terbakar. Pasti ada orang yang membakar nya. Namun kira kira siapa, kata Tristan dia tidak punya musuh. Namun mungkin saja ada yang membenci Tristan.


Tristan tidak tahu mengemudi kemana. Karena tiba tiba tersadar, Tristan menepi dan melihat map. Tristan pun langsung putar balik dan menuju restoran ayah nya.


Saat tiba Tristan dan Carmen turun untuk menemui ayah Tristan. Mereka duduk di ruangan ayah nya. Tristan menceritakan apa yang terjadi dengan rasa kesal.


Ayah Tristan menghela nafas dan membuka mulut nya. Sudah... sabar saja, ayah akan bantu kamu perbaiki cafe kamu itu. Nanti kalau ada apa apa lagi bilang aja sama ayah.


Tristan memeluk ayah nya dan berterima kasih kepada ayah nya. Setelah mengobrol, Tristan dan Carmen akhirnya pulang ke rumah. Carmen menceritakan kejadian kebakaran tersebut kepada Tania melalui chat dan Tania juga terkejut.


Setelah Carmen telah menceritakan kejadian kebakaran kepada Tania, tak terasa mereka sudah sampai di rumah. Carmen dan Tania mencoba menghibur dan menenangkan Tristan. Namun Tristan tiba tiba langsung pergi ke kamar nya dan mengunci pintu kamar nya.


Carmen dan Tania mencari cara agar dapat menghibur perasaan Tristan yang sangat tertekan itu. Namun mereka berdua belum menemukan cara yang tepat.


Kalau mengajak jalan pasti tidak berhasil. Mereka berdua pun memutuskan memikirkan cara membujuk Tristan esok.


to be continued


🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2