Aku Pantas Dicintai

Aku Pantas Dicintai
BAB 1


__ADS_3

2011


Elita Setiadi, siswa kelas 10 yang digadang - gadang sebagai primadona sekolah. Prestasinya tidak buruk meskipun tidak menonjol juga. Cantik dan body goals. Telah menjadi target incaran kakak kelas sejak hari pertamanya menjadi pelajar putih abu - abu. Selain tampilan fisik yang menarik, Elita juga gadis yang ramah dan mudah bergaul.


Selama sekolah, Elita cukup dekat dengan Adrian, teman sekelasnya. Adrian? Sebenarnya lelaki itu cukup tampan meskipun agak kuper, kurang pergaulan. Hanya Elita yang mampu berkawan baik dengan Adrian. Karena hanya Elita yang nampak berinteraksi dengan Adrian, alhasil semua orang mengira Elita pacaran dengan Adrian. Tapi tidak. Tak ada yang tahu bahwa Elita diam - diam menjalin hubungan dengan Bavarian si kakak kelas ganteng.


Saat kelas 11, Elita mulai pacaran back street dengan Bavarian yang kala itu siswa kelas 12. Bavarian sendiri terkenal buaya karena ketampanannya. Bavarian adalah siswa berprestasi cemerlang meskipun kerap bermasalah karena bertengkar, merokok, ataupun bolos kelas. Meski demikian, tetap saja banyak siswi yang menggilai Bavarian.


Kembali ke pacaran back street, baik Elita maupun Bavarian sepakat untuk merahasiakan hubungan mereka dari teman - teman di sekolahnya, termasuk dari Adrian yang tidak lain dan tidak bukan adalah adik kandung Bavarian. Lebih tepatnya ini adalah permintaan Bavarian. Meski kucing -kucingan, bukan berarti tak ada yang mengetahui hubungan mereka. Ada Jesi, sepupu Bavarian dan Daniel, sepupu Elita yang mengetahui hubungan mereka sekaligus perantara perkenalan mereka.


Kenapa harus back street? Hubungan sembunyi - sembunyi permintaan Bavarian ini terpaksa dilakukan karena Bavarian bilang dirinya dilarang berpacaran dan tak ingin Adrian mengadu pada orang tuanya. Elita sih hanya menurut saja permintaan Bavarian.


Beda angkatan kok akhirnya bisa saling mengenal sampai pacaran? Perkenalan keduanya terjadi karena Jesi dan Daniel yang juga berpacaran, membuat keduanya pada akhirnya menjadi lebih dekat dan tertarik satu sama lain.


Meskipun backstreet, Bavarian ini tipe pacar protektif. Mereka terus berkomunikasi melalui BBM. Bavarian sangat tidak suka pacar cantiknya itu dilirik bahkan didekati lelaki lain.


Saat pulang sekolah, mereka menggunakan kendaraan pribadi masing - masing, namun dengan tujuan yang sama, rumah Elita. Rumah Elita bak rumah kedua bagi Bavarian. Setiap pulang sekolah sampai malam hari, Bavarian di rumah Elita. Kedua orang tua Elita juga sangat menyukai Bavarian yang mereka anggap sangat baik dan sopan. Apalagi mendengar segudang prestasi Bavarian di sekolah, tentu menjadi tambahan poin bagi calon mertua. Mereka tidak tahu saja bahwa anak gadisnya sering ditiduri lelaki kesayangan mereka.


Ya, Bavarian tidak hanya protektif. Dia sangat posesif pada Elita. Tidak mengizinkan Elita berbicara pada manusia lawan jenis. Bahkan akhirnya Bavarian meniduri Elita dengan alasan cinta agar Elita tidak disentuh laki - laki lain selain dirinya. Elita? si gadis lugu itu menurut saja dengan semua permintaan Bavarian yang mana cinta pertamanya.

__ADS_1


Tidak ada seorangpun yang tahu dengan apa yang mereka lakukan. Termasuk Jesi dan Daniel. Hingga suatu ketika Elita hamil. Bavarian meminta bantuan Daniel dan Jesi yang lebih senior untuk menggugurkan kandungan Elita.


Elita takut. Sebenarnya ia tidak ingin menggugurkan kandungannya meskipun masa depannya yang menjadi taruhan. Bagaimana tidak, dirinya masih kelas 11


terancam dikeluarkan dari sekolah jika ketahuan hamil. Bavarian terus menerus mengancam akan mengakhiri hubungan jika Elita menolak menggugurkan kandungan. Mau tidak mau, dengan ditemani Jesi di kamar kost Jesi, Elita menggugurkan kandungannya. Bavarian dan Daniel memberinya obat untuk menggugurkan kandungannya. Ada rasa sakit di hati Elita karena perlakuan Bavarian yang tidak menemaninya sama sekali saat proses pengguguran kandungan. Rasa sakit akibat pendarahan tidak seberapa sakit dibanding perlakuan Bavarian padanya. Rasanya Elita ingin sekali mengakhiri hubungan dengan Bavarian, namun ia takut dianggap sebelah mata karena bukanlah seorang gadis yang suci lagi. Bagi Elita, Bavarian adalah takdirnya.


Hari - hari berjalan seperti biasa sejak peristiwa aborsi. Bavarian kembali menjadi pacar posesif, Elita juga kembali menjadi pacar yang sangat perhatian. Keduanya juga tetap melakukan hubungan badan dengan lebih aman.


2015


Sepandai - pandainya tupai melompat, akan tetap jatuh juga. Saat itu Bavarian yang telah menjadi mahasiswa semester 4 dan Elita mahasiswa semester 2. Keduanya melanjutkan pendidikan di universitas yang sama. Itupun sebenarnya karena permintaan Bavarian yang tak ingin berjauhan dari Elita.


Usai pemakaman kedua orang tuanya, lagi - lagi Bavarian memintanya menggugurkan kandungan. Alasannya masih sama. Mereka belum siap memiliki anak. Baik Bavarian dan Elita sama - sama belum berpenghasilan, tidak akan mampu menghidupi seorang bayi. Kali ini Elita berusaha meyakinkan Bavarian untuk mempertanggungjawabkan dosa yang selama ini mereka perbuat. Sayangnya Bavarian lagi - lagi melakukan cara yang sama, mengancam memutuskan hubungan. Sakit dan lelah rasanya. Elita baru saja mengalami duka karena kehilangan kedua orang tuanya, ditambah sikap Bavarian yang benar - benar tidak bertanggung jawab. Elita memilih putus hubungan dari Bavarian. Tapi tidak semudah itu. Bavarian yang sangat ia cintai berubah menjadi momok yang menakutkan bagi Elita. Bavarian terus menerus meneror psikis dan fisik Elita agar Elita bersedia menggugurkan kandungan.


Tidak hanya mengancam, Bavarian tidak main - main juga mulai melakukan kekerasan fisik pada Elita. Menampar, menjambak, terus ia lakukan untuk mengancam Elita. Padahal Elita tidak meminta pertanggung jawaban Bavarian, Elita bahkan bersedia melahirkan anak itu dan mempertanggungjawabkan semua itu sendirian, namun Bavarian tetap tidak menginginkan kelahiran anaknya itu. Jesi sampai tidak tega melihat Elita, namun tidak berani berbuat apapun karena Daniel yang sepupu Elita nyatanya justru berpihak pada Bavarian. Rasanya ingin sekali Jesi melaporkan semua ulah Bavarian pada tante dan omnya, tapi Bavarian juga mengancam Jesi akan melaporkan ulah Jesi yang sama - sama melakukan hubungan **** di luar nikah dengan Daniel pada kedua orang tuanya. Jelas Jesi lebih takut ancaman Bavarian.


Hingga akhirnya Elita mengalah menyetujui permintaan Bavarian. Bavarian dan Daniel kembali menyediakan obat penggugur kandungan. Kali ini di rumah Elita sendiri ditemani Jesi. Seperti sebelumnya, Bavarian enggan menemani Elita dan Jesi. Alasannya masih saja sama. Ngantuk, ingin tidur di rumah.


"Kumohon Jes. Bantu aku. Aku gak akan bisa keluar dari semua masalah ini kalau aku nggak aborsi," pinta Elita berlinang air mata.

__ADS_1


"Tapi perut kamu akhirnya bakal makin gede. Bava tetep bakal tau kalo kamu nggak aborsi Lit," jawab Jesi yang sebenarnya ingin membantu Elita namun takut pada ancaman sepupunya itu.


"Jangan bilang siapa - siapa. Termasuk Niel," pinta Elita.


"Aku sudah cairkan semua uang pertanggungan asuransi mami papi. Uang asuransi yang sangat banyak itu semua sudah aku depositokan buat biaya hidupku nanti. Aku bakal pergi Jes. Aku nggak bisa terus menerus sama Bava yang jelas - jelas hanya main - main sama aku. Aku sama anakku berhak bahagia Jes. Kumohon bantu aku,"


" Trus kuliah kamu? rumah ini gimana Lit?" tanya Jesi khawatir.


"Ini saatnya milih Jes. Aku gak bisa memiliki semuanya. Aku udah sangat amat berdosa selama ini Jes. Aku nggak mau makin dosa dengan gugurin anak ini,"


Keduanya berpelukan cukup lama. Setelah itu Jesi yang setuju membantu Lita menghubungi Daniel dan Bavarian. Jesi mengabarkan pendarahan yang dialami Elita. Seperti sebelumnya, Bavarian tidak datang sama sekali mengetahui Elita pendarahan akibat aborsi. Waktu itu dipergunakan Elita dan Jesi berkemas. Membawa semua barang - barang penting ke dalam mobil.


Hari ketiga setelah aborsi, lebih tepatnya setelah semua selesai dikemasi, Jesi mengabarkan bahwa Elita sudah mulai bugar, barulah Bavarian datang untuk melihat keadaan Elita. Elita memang nampak sehat - sehat saja.


Kedatangan Bavarian dipergunakan Elita untuk mengakhiri hubungan. Bavarian jelas tidak menerima hal itu. Dengan alasan sangat mencintai, Bavarian tidak mau putus. Keduanya ribut besar. Elita ngotot minta putus, sedangkan Bavarian menolaknya. Lelah dengan perdebatan itu, Bavarian memutuskan pulang.


"Pokoknya nggak ada kata putus! ngerti kamu? nanti saat aku udah sukses kita akan nikah. kita akan punya anak. Tunggu aku sukses dulu," ucap Bavarian sebelum pulang.


"Sampah! Semuanya cuma sampah! Aku nyesel kenal sama orang kayak kamu. Dasar baji*ngan," umpat Elita saat Bavarian pergi.

__ADS_1


Setelah mengunci pintu rumah, Elita mengendarai mobilnya meninggalkan rumah itu, meninggalkan kota itu. Meninggalkan semua kenangan bahagia dengan orang tua dan teman - temannya, juga meninggalkan kenangan menyakitkan akibat lelaki breng*sek itu.


__ADS_2