
Hi Lit! Ini aku Adrian
Lagi apa kamu?
Sekarang kamu tinggal dimana?
Kamu lagi sibuk ya?
Chat dari Adrian yang tidak pernah Elita balas sejak semalam. Elita bahkan mengabaikan panggilan dari laki - laki itu. Elita tahu, berhubungan dengan Adrian akan menyebabkan masalah.
Dulu, semasa mereka sekolah, Bavarian suka ngambek jika melihat dirinya berdekatan dengan laki - laki lain, termasuk adiknya sendiri. Elita juga tidak terlalu paham hubungan keduanya. Adrian sendiri seolah tidak ingin membahas ataupun mengakui Bavarian sebagai kakaknya. Keduanya memang sangat kontras. Bavarian siswa berprestasi, tapi kelakuannya bikin pusing para guru. Sedangkan Adrian, benar - benar murid teladan. Para siswa di sekolah mengetahui keduanya kakak beradik saat pengambilan rapot, keduanya memiliki wali yang sama. Jika bukan karena pengambilan rapot, pasti tidak ada seorangpun yang tahu Adrian dan Bavarian adalah saudara kandung.
Bavarian mengakui pada orang - orang di sekitarnya bahwa Adrian adalah adiknya, namun keduanya tidak akrab. Bavarian sering menceritakan saat ribut dan berkelahi dengan adiknya. Tidak jarang Bavarian datang ke rumah Elita dalam kondisi babak belur berkelahi dengan adiknya sendiri. Membuat kedua orang tua Elita heran. Mungkinkah begitu rasanya memiliki dua orang anak laki - laki?
Saat murid - murid di sekolah tahu bahwa Adrian adiknya Bavarian, banyak teman perempuan yang menggodanya agar dikenalkan pada Bavarian, namun laki - laki itu diam saja, tidak merasa hal tersebut lucu dan menarik.
Sudah mengabaikan Adrian saja, Elita masih kena masalah. Bagaimana jika Elita meresponnya?
Sejujurnya Elita merasa sungkan mengabaikan Adrian. Bagaimanapun juga, lelaki itu adalah teman dekatnya semasa putih abu - abu. Adrian sosok yang pendiam, di hari pertama sekolah hanya duduk di pojok sendirian. Beruntung ada pengacakan dari guru untuk posisi duduk. Elita mendapat bagian duduk bersama Adrian. Dari situ mereka berteman. Adrian tidak tampak dapat bergaul dengan teman laki - laki lainnya. Dia hanya mengekori Elita kemanapun Elita pergi.
Lit. Ada yang mau aku bahas.
Lit. Apa kamu kenal dengan Bavarian?
Lit. Aku bisa telpon?
Lit. Kamu hindari aku ya?
Lit. Aku lihat kamu kemarin naik mobil Bavarian
Lit?
Elita yang seharian hanya tidur saja, bingung melihat chat dari Adrian. Mungkin Adrian menanyakan hal ini pada Bavarian sehingga Bavarian marah. Tapi kenapa harus marah? Susahnya mengerti pola pikir orang gila. Pikir Elita.
Elita keluar kamar. Sepi.
Eric belum pulang sekolah. Mungkin inilah balas dendam dari Bavarian. Secara tidak langsung Bavarian menjauhkannya dari anaknya. Eric bersekolah dari pagi sampai pukul 13.00. Setelah itu anak itu akan mengikuti berbagai kelas ekstra kurikuler. Bavarian mendaftarkan Eric dalam berbagai kelas. Ada kelas karate, kelas robot, kelas berenang, kelas catur, dan kelas berkuda. Habis sudah waktu Eric untuk sekolah. Hanya Elita sendirian di rumah.
Karena bosan, lebih baik ia mengganggu Bavarian saja. Ia ambil ponselnya untuk menghubungi laki - laki itu.
"Kenapa?"
"Aku pengen kamu petikin mangga muda," jawab Elita.
__ADS_1
"Oke nanti aku beliin pulang kerja,"
"Kok beli? Aku maunya kamu petik," omel Elita.
"Elita, istriku sayang," deg. Ada rasa menghangat di hatinya saat mendengar ucapan Bavarian.
"Aku gak tau pohon mangga ada dimana. Udah ya, beli aja," bujuk Bavarian.
"Kamu nggak sayang ya sama bayinya? Kalo bayinya ileran itu tanggung jawab kamu pokoknya," Elita pura - pura marah.
"Oke oke. Ini aku suruh Ferry cariin pohon mangga,"
"Kok Ferry sih? Ini anak kamu apa anaknya Ferry? Aku nggak mau tau, aku mau mangga muda yang kamu petik. Harus ada videonya kamu yang petik," lanjut Elita masih dalam mode pura - pura ngidam.
"Sayang. Aku udah bayar Ferry mahal. Jadi sama aja. Kan aku yang suruh dia. Kalo dia nggak kusuruh juga gak mungkin jalan buat metikin mangga kan?"
"Jahat!" teriak Elita yang kemudian mematikan pangggilan.
Duh.. Berhasil nggak ya ngerjain Bavarian? Elita sendiri harap - harap cemas.
Elita hanya menirukan tingkah ibu - ibu yang ia kenal saat di Semarang saat ngidam. Dulu, Elita juga mengalami ngidam, tapi ia mengusahakannya sendiri. Jadi, takut juga kalau ketahuan hanya pura - pura.
"Ini mangga mudanya," Bavarian menyodorkan satu buah mangga. Serius cuma satu buah? Pelit amat.
"Kok satu doang? Kamu beli ya?" selidik Elita
"Itu satu juga susah carinya sayang. Lagi gak musim mangga," jelas Bavarian.
"Trus mana videonya?" tagih Elita.
Segera Ferry pasang badan memberikan ponselnya. Disana terputar video Bavarian memanjat pohon mangga. Ingin tertawa rasanya, tapi dia ingat bahwa dia dalam posisi pura - pura ngidam.
"Oke. Makasih ya," ucap Elita yang kemudian ngeloyor pergi membawa mangganya. Membuat Bavarian geleng - geleng kepala dan Ferry tersenyum menahan tawa.
"Nggak ngidam udah gue bikin ngangkang di kamar tu cewek," omel Bavarian pelan pada Ferry. Tapi Elita mendengarnya.
Sial! Apaan tuh ngangkang ngangkang, batin Elita saat mendengarnya.
Elita memotong - motong mangga yang warnanya terlihat pucat itu. Sepertinya sangat asam. Setelah menggarami, menggulai, dan memberi cabe, Elita meletakkan asinan mangga muda itu di meja makan.
"Bavaaaaa! Ferry!!" Elita memanggil kedua laki - laki itu.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Bavarian yang datang masih dengan baju kerja dan diekori Ferry.
"Nih!" Elita menyodorkan sepiring asinan. Membuat kedua laki - laki itu keheranan.
"Apaan?" tanya Bavarian kebingungan.
"Aku pengen kamu sama Ferry habisin ini," jelas Elita dengan senyum secantik mungkin untuk memuluskan rencananya.
"Kan kamu yang pengen? Kenapa kami yang makan?" tanya Bavarian tak terima.
"Adek bayinya pengen gitu papi," Elita sok manja bersikap seperti anak kecil.
"Kalian nggak mau?! Kamu nggak sayang sama bayinya? Kenapa bayinya,"
"Iya iya. Aku makan," potong Bavarian saat melihat Elita sudah hampir menangis.
Bavarian mengajak Ferry untuk ikut juga seperti permintaan Elita. Ferry takut sekali melihat bentuk makanan di hadapannya. Sepertinya sangat masam.
Gigitan pertama, keduanya berteriak saking asamnya.
"Enak kan? Habisin ya sayangku," ucap Elita sambil mengusap dagu Bavarian, kemudian meninggalkan kedua laki - laki yang saling mengumpat memakan asinan itu.
"Anjing bos! Gue ogah ngebuntingin cewek kalo ngidam kayak gini," omel Ferry.
"Liat aja tu cewek. Udah bisa gue masukin, gue bikin pingsan," balas Bavarian.
"Jangan kebanyakan nyangkar bos. Entar bini lu hamil lagi, repot lagi bos," ingat Ferry.
"Shit! Asem banget lagi!" umpat Bavarian.
"Gue penasaran, anak lu entar pas lahir kelakuannya kayak gimana," lanjut Ferry.
"Jangan banyak bacot! Makan tuh semuanya," sahut Bavarian.
"Bos. Kan anak lu? Ngape gue yang tersiksa sih?" protes Ferry.
"Diem aja lu. Entar gue kasi bonus kalo lu bisa habisin tu mangga,"
Elita cekikikan mengintip perdebatan kedua laki - laki dewasa itu. Bava Bava, kalo kamu pinter, kamu buang tu mangga juga aku nggak tau, batin Elita.
Misi sukses.
Sepertinya kehamilan ini dapat Elita pergunakan untuk membalas Bavarian.
__ADS_1