
2021
Enam tahun sudah berlalu. Elita berhasil melewati semuanya. Meninggalkan Jakarta, kota metropolitan yang membuatnya sangat amat terluka. Tidak hanya duka karena kepergian kedua orang tuanya, namun masa depan yang telah ia tata juga hancur berantakan akibat cinta konyol. Memilih tinggal di kota kecil di Jawa Tengah, Semarang. Jauh dari Bavarian dan semua orang di masa lalunya.
Beruntung kedua orang tuanya mewariskan asuransi dengan jumlah uang pertanggungan yang fantastis. Membuatnya tidak kesulitan finansial meskipun selama empat tahun ini ia sama sekali tidak bekerja. Membeli rumah kecil dengan lingkungan yang nyaman hasil menjual toko kue ibunya.
Di tahun pertama, Elita menikmati kehamilannya. Morning sickness, ngidam, mudah lelah, semua ia nikmati. Hingga bayi laki - laki yang ia namai Eric berusia tiga tahun, Elita tidak bekerja. Hidup berbekal uang warisan asuransi kedua orang tuanya yang ia depositokan untuk biaya hidupnya dan Eric.
Hingga Eric berusia tiga tahun, Eric yang mulai bersekolah playgroup sesekali ia titipkan di daycare sekolah selama ia bekerja. Elita memilih bekerja sebagai agen asuransi karena pengalaman hidupnya merasa sangat tertolong dengan uang asuransi kedua orang tuanya, serta merasa jam kerja sebagai agen asuransi yang fleksibel. Membuatnya dapat membagi waktu antara pekerjaan dan Eric. Awalnya Elita mengalami banyak kesulitan karena dirinya tidak mengenal siapapun di kota ini. Namun berjalannya waktu, hasil kerjanya mulai terasa. Banyak nasabah yang mulai membeli produk asuransinya.
Elita sempat memulai hubungan baru. Cinta lokasi dengan seorang laki - laki di kantor agensinya berjalan lancar. Reno juga berhasil meluluhkan Eric. Namun hubungan yang dijalani selama setahun lebih itu kandas karena Reno tertangkap basah dengan perempuan lain.
Hal yang sangat disesalkan Elita adalah putusnya hubungan mereka berdampak pada Eric. Eric sangat sedih harus kehilangan Reno yang sudah ia anggap ayah. Sehingga hal ini membuat Elita enggan berhubungan dengan lawan jenis. Elita takut kegagalan hubungan romantis kembali melukai hati anak kesayangannya.
Sesekali Jesi mengunjungi Elita seorang diri, tanpa sepengetahuan Daniel, suaminya. Ya, dua tahun lalu Jesi menikah dengan Daniel. Biasanya Jesi ke Semarang dengan alasan kerja, namun setelah menikah, Jesi mengurangi waktu mengunjungi Elita karena Daniel sempat curiga Jesi punya selingkuhan di Semarang yang membuatnya sering ke Semarang.
Jesi sering sekali menceritakan keadaan Bavarian yang sejak kepergian Elita memutuskan keluar rumah. Kini, Bavarian sudah sukses menjadi seorang pengacara. Mendengar cerita Jesi yang sebenarnya tidak menarik bagi Elita karena sudah terlanjur membenci Bavarian, semakin mendidih karena Bavarian sukses disana sedangkan hidupnya hancur akibat ulah laki - laki brengs*ek itu. Elita sudah malas sekali mendengar nama itu disebut, namun Jesi selalu saja menceritakan tentang Bavarian saat berkunjung. Kabar terakhir yang Elita dengar tentang Bavarian adalah lelaki itu kini tinggal bersama pacarnya. Bodo amat untuk Elita. Hanya karena menghargai bantuan Jesi ia rela mengorbankan telinganya mendengar nama itu.
"Lit," panggil Reno saat melihat Elita memasuki ruang meeting.
__ADS_1
"Hi," balas Elita ramah. Meskipun putus hubungan, mereka tetaplah bekerja dalam satu agensi. Sehingga mereka tetap harus menjaga hubungan. Tapi tidak dengan Reno. Sepertinya Reno menyesali perbuatannya sehingga ingin kembali dekat dengan mama muda cantik itu.
"Lunch bareng yuk?" ajak Reno seperti dugaan Elita.
"Gak bisa ko. Aku siang ini ada janji sama nasabah" selalu seperti itu alasan Elita. Reno pun mau tidak mau menerima hal itu. Bagaimanapun saat ini mereka ada di kantor. Dan semua ini jadi begini karena ulahnya juga.
Usai meeting, Elita segera menuju sekolah Eric karena jam menunjukkan pukul 15.00. Eric terlihat baru bangun tidur saat Elita menjemputnya. Terlihat Eric masih ingin disana bersama teman - temannya, tapi karena maminya sudah menjemputnya, terpaksa harus pulang.
"Kenapa sayang?" tanya Elita melihat Eric manyun.
"Apple cerita, kemarin liburan diajak daddynya liburan ke jakarta liat Jakarta Aquarium mi. katanya di Jakarta aquarium tu bagus banget. Aquariumnya besar. Banyak ikan ikan," jawab Eric membuat Elita tersenyum.
"Mama mau ajak Eric ke tempat yang lebih bagus," sahut Elita.
"Tapi aku pengen liat aquarium besar mi," anak itu mulai merajuk.
"Mami mau ajak kamu liburan ke luar negeri sayang. Ke Korea. Negaranya BTS," jelas Elita. Oh jangan lupakan bahwa Eric dan teman - temannya menyukai BTS. Entah siapa yang menjadi racun membuat anak - anak itu menyukai BTS.
"Beneran mi? Mami sudah punya banyak uang mi?" tanya Eric antusias. Hilang sudah tu bibir manyun.
__ADS_1
"Beneran. Mami dapet bonus jalan - jalan ke korea sayang, buat dua orang. Jadi mami bisa ajak Eric. Trus nanti juga kita ke London sayang," jelas Elita.
"London apa mi?" tanya Eric.
"Itu nama negara. Jauh banget. Eric harus naik pesawat buat bisa sampe kesana," jelas Elita.
"Asik! Aku mau mi. Mau! Mau!" teriak Eric kegirangan sampai melompat - lompat di kursinya. Elita yang mengendarai mobil hanya tersenyum melihat tingkah anak itu.
"Makanya Eric belajar yang pinter. Jangan lupa doain mami biar mami dapet banyak nasabah. Jadi mami bisa ajak Eric jalan - jalan terus sayang," ucap Erica dijawab anggukan cepat oleh Eric.
"Tuhan Yesus. Mami tolong dikasih banyak nasabah ya biar mami uangnya banyak," seru Eric sambil melipat tangan dan memejamkan mata. Elita tersenyum melihat tingkah anak itu. Sungguh menggemaskan.
Perjalanan sekitar sepuluh menit itu berakhir saat mereka tiba di rumah. Dulu Elita memilih untuk membeli rumah itu dengan persiapan yang cukup matang. Elita melihat adanya sekolah yang menyediakan daycare di dekat rumah. Elita mulai merencanakan masa depannya saat membeli rumah itu. Elita berencana full time di rumah hingga Eric cukup umur untuk ia tinggal bekerja. Dibantu mbak yang datang setiap dua hari sekali bantu - bantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
Ketika kesalahan di masa muda menghancurkan hidupnya, Elita berusaha membangun kembali yang masih tersisa. Memperjuangkan hidupnya seorang diri. Tidak ada keluarga ataupun teman, semua ia mulai sendiri. Elita dapat merasakah hidupnya lebih baik dengan kehadiran Eric. Ia tidak lagi sendiri. Ada Eric yang mencintai dan menemaninya. Begitupula Elita ingin membahagiakan Eric. Kehidupannya saat ini sudah jauh lebih baik dari enam tahun lalu. Dan Elita tidak akan dengan bodohnya menginjakkan kaki kembali di Jakarta.
-------
Pelajaran buat kita gais tentang pentingnya asuransi. Meninggal itu pasti. Yang tidak pasti adalah kapan kita menutup usia? Dengan asuransi kita bisa membekali hidup anak yang kita tinggalkan.. Agar anak kita bisa tetap hidup dengan layak
__ADS_1