
Bugh! Bugh! Plakk!!
"BANGSAT LOO!!
"MAJU SINI!!"
"JANGAN CUMA BERANI NINDAS CEWEK LEMAH!!
"HEI, BANGSAT BANGUN!!"
Seorang gadis kini sedang memukuli seorang siswa hingga terkapar dengan semua lebam serta darah yang keluar dari hidung dan mulutnya. Gadis itu benar-benar sudah dikuasai dikuasai amarah yang memuncak terhadap siswa laki-laki yang sering melakukan pembullyan terhadap teman sekelasnya.
Dia Kaynali Alenara Vagartha, kerap dipanggil Alena Seorang gadis badgirls yang sangat membenci penindasan terhadap kaum lemah.
"BANGSAT LO CEPAT BANGUN!!"
"LAWAN GUE JIKA LO BENERAN COWOK!!"
Semua siswa yang melihat kejadian tersebut memilih diam dan enggan untuk ikut campur karena takut kepada Alena. Tanpa ampun Alena menghajar habis-habisan siswa tersebut hingga pingsan.
"HENTIKAN!! Kamu ikut saya ke ruang kepala sekolah!!"
__ADS_1
"Alena!! Apa kau mau membunuh seseorang huh?!" Seorang pria paruh baya langsung menarik paksa tangan Alena untuk menjauhi siswa yang sudah terkapar lemas di lantai koridor sekolah tersebut.
Alena tidak mungkin akan melawan jika sudah menyangkut orang tua, sifat badnya tidak akan pernah terlewat batas. Ia masih tau aturan dan tata kesopanan santunannya.
***
Lagi dan lagi pihak sekolah memanggil orangtua Alena namun seperti biasa hanya supir pribadi rumahnya yang datang.
"Pak, saya mohon jangan keluarkan Nona Nara Pak. Tolong beri dia keringanan dalam masalah ini." Pak Diman selaku supir Pribadi Alena masih mencoba meminta penawaran terhadap kepala sekolah tersebut.
"Maaf Pak, tapi pihak korban bisa membawa kasus ini ke jalur hukum jika Alena tidak di keluarkan dari sekolah ini," jelas Pak kepala sekolah.
"Saya minta maaf, Pak, dan saya permisi." Setelah mengucapkan itu Alena melenggang keluar dan langsung disusul oleh Pak Diman.
"Non, pasti Tuan Rendra akan marah besar kepada Non Nara," ucap Pak Diman khawatir.
"Nanti biar Alena beri penjelasan pada kakek," jawab Alena.
"Pak Diman tunggu di parkiran saja, Alena mau ngemasi tas dulu," ucap Alena dan langsung dipatuhi oleh Pak Diman.
***
__ADS_1
"Gue denger dia dikeluarin dari sekolah iya 'kan?"
"Wajar dia dikeluarin siswa yang ia pukuli hampir mati!!"
"Iya, Alena ternyata kejam ya!"
"Tapi dia mukulin siswa itu karena membela cewek desa itu!!"
Pintu kelas terbuka dan menampakkan Alena yang berjalan dengan muka yang sudah sedikit lebam akibat pertikaian beberapa waktu lalu.
Semua murid yang melihat kedatangannya langsung bungkam seketika, mereka tak mau berbuat macam-macam yang bisa memancing amarah gadis itu.
Setelah siap dengan mengemasi kelasnya Alena melangkah keluar tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sebelum Alena benar-benar tiba di pintu kelas seoarang gadis yang berambut sebahu menahan tangannya.
"Nara, makasih ya. Maaf karena aku kamu jadi dikeluarin dari sekolah." Gadis tersebut menatap sendu Alena.
Alena berkelahi lantaran membela gadis tersebut dari korban bully seorang siswa hingga berakhir membabi buta siswa tersebut dan hal yang sama terulang lagi, siswa yang Alena pukuli berakhir di rumah sakit. Pihak sekolah langsung mengeluarkan Alenara karena menanggap kasus ini sudah terlewat batas.
Alena hanya menatap datar gadis di depannya itu, kemudian ia hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya.
B e r s a m b u n g ....
__ADS_1