Aku Tak Seburuk Itu

Aku Tak Seburuk Itu
four


__ADS_3

Tuk ... tuk ... tuk ...


Detukan irama sepatu heel boots hitam Alena menggema di rumah tiga lantai tersebut. Semua anggota keluarga yang tadinya sedang mengobrol ria di ruang tamu langsung menoleh, cepat ke arah tangga.


"Nara, kamu mau kemana malam-malam sayang?" Suara lembut Lita tak dihiraukan sama sekali oleh Alena.


"Nara kamu mau kemana?!" Suara tegas Rendra membuat langkah Alena terhenti.


"Nara mau menenangkan hati Nara yang sakit Kek." Seteleh mengucapkan kata tersebut Alena kembali melangkahkan keluar.


"Lihatlah!! Kalian lihat bukan bagaimana kelakuan anak itu?!" geram Rendra.


"Itu karena dia pasti mendengar percakapan kita tadi Ayah," jawab Bagas.


"Wajar saja dia seperti itu, Ayah terlalu keras terhadapnya." Thoriq ikut menyahuti.


***


Alena berjalan menelusuri jalanan kompleks rumahnya sebelum ia sampai didepan gerbang. Alena langsung membuka roomchat grup di ponselnya.


@Alen_Prncs


[Tolong jemput gue di depan]


@Gilang_Athl


[Ada apa Princess?]


@Raga_Dmn


[Otw Princess!!]


@Reza_Ngrh


[Gue aja, posisi gue sekarang sedang dekat komplek Princess]


@Rizky_Nchl


[Princess ada apa keluar malem-malem?]


@Reno_Brhmn


[Cepat jemput jangan banyak bacot!! Jangan buat Princess nunggu lama disana!!]


@Ael_Lcsrndr


[Princess, Lo gak papa 'kan?]


@Alen_Prncs


[Gak papa gue gabut aja di rumah]


Setelah membalas pesan tersebut Alena langsung kembali memasukkan ponselnya kedalaman saku jaketnya.


Motor sport Kawasaki ninja hitam sudah bertengger di depannya, siapa lagi kalau bukan Reza pemiliknya. Anak itu sudah siap dengan memakan somay di tangannya.


"Night Princess!! Ayo cepat naik," seru Reza dengan mulut yang tersumpal somay.


"Makan aja kerjaan Lo, Zaa," cibir Alena sambil meraih helm hitam yang diberikan oleh Reza.


"Udah habis kok," jawab Reza sambil meng-lap mulutnya yang sedikit belepotan.


"Gimana bisa dapet pacar jika lo bobrok kayak gini, Zaa, yang ada cewek pada eifell liat lo," sembur Alena sambil tertawa kecil.


"Gue gak butuh pacar, kan udah ada Princess yang udah jadi semuanya buat gue," jawab Reza sambil mulai menstater motornya.


Alena tentu saja bisa mengartikan dengan benar ucapan Reza, bukan hanya Reza yang sering berucap seperti itu tapi semua anggota lainnya juga sama halnya.


Mereka tak pernah mau berpacaran, karena mereka menganggap Alena adalah prioritas bagi mereka, semua sisi perhatian, kasih sayang yang biasa mereka dapatkan dari seorang pacar juga sudah mereka dapatkan sosok Alena.

__ADS_1


***


"Eh ini ada target lagi malam ini," seru Reno sambil menunjukan pesan pengumuman di grup WhatsApp-nya.


"Geng mana?" tanya Alena.


"Waah ini geng yang juga tak kalah populer dari kita Queen," seru Reno.


"Geng Maxtro, iya 'kan?" tebak Alena.


"Tau dari mana Princess, bukankah gue belum ngasih tau," kaget Reno.


"Gue tau geng itu," jawab Alena sekenanya.


"Jadi gimana, terima gak nih," ucap Reno sedangkan semuanya hanya diam tanpa merasa tertarik.


"Oh yaudah deh gue paham," jawab Reno yang teringat kenapa teman-teman tidak menyahut sama sekali.


"Berapa taruhannya?" tanya Alena yang masih fokus memainkan ponselnya.


"25 juta Princess tapi ini ditantang bonceng cewek," jawab Reno.


Alena nampak berpikir namun belum sempat ia menyahut suara tegas Raga membuat ucapannya tertahan.


"Besok Princess sekolah, gue gak mau dia jadi kurang tidur gara-gara balapan sialan itu," ucap Raga dan diangguki setuju oleh yang lainnya.


"Gak usah, tolak aja," jawab Ael.


"Iya tolak aja, terserah mereka mau bilang geng kita apa, yang terpenting kesehatan Princess," tutur Rizky.


"Ehh, jangan dong. Gue gak papa lagian stamina tubuh gue kuat kok, terima aja," sergah Alena.


"Jangan Princess, besok lo harus ke sekolah baru jangan buat ulah lagi deh," sentah Reza.


"Nggak kita harus terima, Ren, lo bilang aja geng kita bersedia," jawab Alena.


"Tapi Princess apa yang mereka bil---"


****


Area lapangan balap sudah rame apalagi seteleh mereka mendengar bahwa geng Ranzha yang menerima tawaran tersebut. Yang paling heboh adalah Alena sendiri yang akan jadi boncengan.


"Ranzha!! Ranzha!! Ranzha!!" seru para Penggemar geng Alena.


Dengan gaya angkuhnya Reza membuka helm fullfacenya hingga membuat rambutnya sedikit berantakan membuat kesan tampan semakin terpancar di wajahnya.


"Nah datang tuh couple black-nya," seru Gatha, anggota geng motor Maxtro yang nantinya akan menjadi lawan Geng Alena.


"Halo bro, gimana? Gue dengar lo boncengin ketua Lo ya," sapa Gatha dengan nada sinisnya.


"Kenalin ini pacar gue, Lira. Cantik bukan?!" ucap Gatha mengenalkan gadis berpakaian seksi di sampingnya.


Alena tentu saja tak terkejut mendapati fakta tersebut ia bahkan sudah tau sejak dulu bahwa sepupu yang kakeknya selalu banggakan itu juga sama halnya dengan Alena bahkan mereka lebih buruk dari Alena.


"Cantik si ... tapi lebih cantikkan Princess," jawab Reza sambil tersenyum miring.


Lomba sudah hendak dimulai, instruksi dari wanita seksi didepan garis start mambuat suara gaduh knalpot sangat memekakkan telinga.


"Fokus, dengerin perintah gue," ucap Alena dari dalam helmnya, dan tentu saja didengar jelas oleh Reza.


"Peluk gue yang erat ya Princess biar ga jatuh," gurau Reza.


1


2


3 Mulai !!!


Dua motor sport tersebut mulai saling adu kecepatan. Motor Reza sudah melesat cepat menempuh lintasan berbelok tersebut.

__ADS_1


Dengan konsentrasi penuh Reza tetap memutar gasnya untuk segera sampai digaris finish. "Zaa, lepasih kecepatan gasnya," ucap Alena.


Tepat saat Reza mengatur lambat gasnya motor Gatha langsung menyalip mendahului Reza, namun apalah reaksi mereka yang hanya tetap tenang.


Disaat sudah melihat kecepatan motor Gatha yang sudah habis Reza mulai ambil alih dalam mengatur kecepatan gasnya hingga dapat mendahului Gatha..


"Zaa, lepasin gasnya," ucap Alena dan langsung dipatuhi oleh Reza.


"Waah mau curang tuh gadis laknat," umpat Reza saat melihat Lira yang hendak menedang motor Reza untung saja ia cepat memelan jadi kaki Lira tak mengenai motor mereka.


"Semuanya, Zaa," seru Alena.


Reza langsung memutar seluruh kecepatan tali gas motornya hingga dapat mendahului motor Gatha.


Lagi dan lagi pemenang dalam balapan liar kali ini adalah Geng Ranzha. Semua penonton bersorak gembira saat motor Reza sudah sampai terlebih dahulu di garis finish.


Sorang cowok langsung menghampiri Reza dan juga Alena memberi ucapan selamat serta memberikan uang taruhan mereka.


"Thanks bro," ucap Reza.


Disaat motor Gatha yang sampai di garis finish tentu saja memuat Reza tersenyum sinis. "Lo mau curang tetap bakal gak bisa menang," ucap Reza.


"Princess buka maskernya ya!!"


Lagi-lagi seruan untuk menyuruh Alena membuka masker sangat ramai.


"Iya buka dong Princess, tunjukkin muka Lo ke kita!!"


"Buka!!"


"Buka!!"


"Buka!!"


"Gimana Princess, mau nunjukin wajah cantik Lo gak?" Reza ikut menggoda membuat Alena memutar bola matanya malas.


"Baik guys, karena kalian tetap jadi fans setia Princess, malam ini dia akan menunjukkan wajah cantiknya," seru Reza hingga membuat semua penonton langsung berteriak heboh. Kapan lagi mereka akan melihat rupa ketua geng Ranzha bukan?


"Ayo buka Princess," seru Ael yang sudah mendekat ke tempat Reza dan Alena.


"Ayo buka aja, gakpapa lah sekali-kali mereka melihat ciptaan Tuhan yang sempurna," Rizky ikut menimpali.


"Baiklah," jawab Alena.


Ikatan rabut cepol tersebut ditarik bersamaan dengan terlepasnya masker hitam di wajah Alena. Terdampanglah wajah cantik blasteran Tiongkok Indonesia tersebut, semua penonton berteriak histeris kala melihat wajah cantik Alena yang selama ini tak pernah mereka lihat.


"Waah!!! Princess!!"


"Cantik banget anjirt!!"


"Uwuhh beningnya!!"


"Yaampun Princess wajahnya ternyata sangat cantik!!"


"Bagaimana guys ... cantik bukan ketua Geng Ranzha," seru Raga sambil tersenyum sumringah.


"Alena!!!!" seru Barra dan Lira bersamaan. Barra juga menghadiri acara balapan tersebut dengan para anggota gengnya.


Tentu mereka sangat terkejut ternyata ketua geng motor Ranzha adalah Alena sepupu mereka.


Barra dan Lira memang saling tau status mereka masing-masing dalam geng motor tapi mereka berdua bisa menutupi rahasia mereka dari orangtua masing-masing, tapi Alena?!!


Alena menoleh kepada Barra dan Lira bergantian ia menampilkan senyum miringnya sambil melambai-lambaikan ponselnya tanda bahwa mereka sekarang sudah tak akan aman jika Alena membocorkan hal tersebut kepada orangtuanya mereka.


"Kenapa gue gak pernah tau kalau Alena adalah ketua geng Ranzha," gumam Barra.


"Gue juga baru tau, mampus gue jika dia lapor ke Mama dan Papa," ujar Lira khawatir.


"Wah, ternyata ketua geng Ranzha sangat cantik," puji Gatha sambil berjalan mendekati rombongan Alena.

__ADS_1


"Selamat ya, gue akui geng kalian memang paling hebat di kota ini," ucap Gatha sambil menyodorkan tangannya kepada Alena tanda mau bersalaman.


"Thanks, tapi maaf tangan kotor lo gak boleh nyentuh Princess," jawab Raga sambil membalas jabatan tangan Gatha.


__ADS_2