Aku Tak Seburuk Itu

Aku Tak Seburuk Itu
eleven bagian 2


__ADS_3

Alena sudah berada di rumahnya, kamar yang terletak di lantai tiga dengan nuansa dinding hitam pekat tersebut sangat menyeramkan jika bagi gadis-gadis pada umumnya, namun tidak untuk Alena. Ia lebih suka yang berwarna gelap dari pada terang-terangan karena menurutnya itu terlalu lebay.


Ia sedang berbaring telentang di atas kasurnya sembari membuka sosial medianya dan langsung kembali menstalking akun sosial media Farel. Alena langsung memencet tombol following dan langsung menyukai semua postingan di akun sosial media Farel.


Angka mengikuti di sosial media Alena menjadi 7 itu tentu sontak membuat para fans Alena langusng gerak cepat melihat siapa selain sosial media anak Ranzha yang telah Alena ikuti.


Semua orang langsung heboh dan sosial media Alena kembali dibanjiri oleh DM yang menanyakan siapa sosok Farel Giorgio di hidup Alena.


***


Sama halnya dengan Farel, ponselnya ikut banjir dengan para komentar, serta DM- yang menanyakan bahwa ada hubungan apa dia dengan ketua motor Ranzha.


Farel langsung menscrol komenan para manusia tersebut dan akhirnya ia tau siapa yang mereka maksud. Farel langsung kembali mencari akun Alena kemudian menekan kata Block.


'Selain gadis murahan ternyata dia juga gadis liar,' batin Farel dan langsung menutup ponselnya.


"Yah, kok gak bisa? Kok jadi hilang?" Alena yang masih setia memandangi foto Farel langsung tiba-tiba eror dan hilang.


"OMG!! gue di Block?!!" umpat Alena.


"Gini amat dah, proses berjuang," gumam Alena.

__ADS_1


***


"Woii kalian lagi ngadain party ya!! Kecilin musiknya bego!!" teriak Alena saat memasuki kediaman geng-nya yang sangat bising karena suara musik DJ serta para anggota gengnya telah berjoget ria.


"Astaga nih para manusia ya!!" Alena langsung mencari speaker musik tersebut dan langsung mematikannya bersamaan dengan matinya musik tersebut anak-anak Ranzha juga ikut berhenti berjoget.


"Kok mati?!"


"Kalian lagi pada ngapain?! Kalo mau buat party jangan disini pergi ke kafe gue di puncak aja sana!!" maki Alena.


"Eh, Princess kapan datangnya?" sapa Ael mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Dari tadi!!" ketus Alena.


"Biasa lah urusan ceweknya kemarin," ucap Reza.


"Itu sebenarnya siapa sih ceweknya, dari sekolah mana? Reno emang ****** tu orang ya, gak ada cerita-cerita sama gue," dumel Alena.


"Satu sekolah sama kita Princess, kalo gak salah anak jurusan bahasa," sahut Raga.


"Kok dia backstreet sih?" tanya Alena lagi.

__ADS_1


"Ya, 'kan dia belum sah pacaran lagi proses pdkt," ujar Rizky.


"Iya sama kayak lo." Gilang ikut menyahuti.


"Yang diam-diam punya gebetan gak ngasih tau kami berdua iya gak Ael," lanjutnya.


"Hehehe, Alena 'kan hanya belum cerita Kak," jawab Alena sambil menyengir kuda.


Alena langsung melangkah menuju kamarnya, selang beberapa menit ia sudah kembali dengan penampilan celana hotpants hitam serta Hoodie kebesaran warna abu-abu, dan sepatu heels boots hitamnya serta tak lupa masker hitam yang melekat di wajahnya. Sederhana, simple, namun tetap terkesan tomboy dan cantik ditubuh Alena.


"Kak Ael, temanin Alena dong," pinta Alena.


"Kemana?" tanya mereka serempak.


"Biasa ke kafe, ngecek pemasukan," jawab Alena sedangkan mereka semua hanya mengangguk mengerti.


"Kami gak diajak nih?" tanya Gilang.


"Nggak usah, gue kesana cuma sebentar, Minggu depan aja kita makan gratis disana," ucap Alena.


"Baiklah, hati-hati Ael," ucap Raga.

__ADS_1


"Kii, mana kunci mobil?" Rizky langsung melemparkan kunci mobilnya dan langsung ditangkap oleh Alena.


"Nih, Kak, Kakak yang nyetir," ucap Alena memberikan kunci tersebut kepada Ael.


__ADS_2