Aku Tak Seburuk Itu

Aku Tak Seburuk Itu
Two


__ADS_3

"Princess malam ini ada target." Gilang datang dengan membawa nampan berisi makanan serta susu coklat kesukaan Alena.


"Berapa taruhannya?" tanya Alena yang masih fokus membaca pesan dari salah satu bodyguard kakeknya yang mengatakan bahwa lusa ia sudah bisa masuk di sekolah barunya.


"Jalan lintasnya mencapai 400 meter dan taruhannya sebesar 20 juta Princess," jawab Gilang yang sudah duduk di samping Alena.


"Lawannya dari geng mana?"


"Geng motor Traylo," jawab Gilang.


"Baiklah, aku bersedia," jawab Alena sambil meraih susu serta makanan yang dibawakan oleh Gilang.


"Seriously? Maksudku apa keadaan otakmu sedang dalam mode baik-baik saja Princess? Takutnya nanti terjadi apa-apa kepadamu jika mentalmu sedang diisi oleh masalah," nasehat Gilang.


Gilang dan teman-temannya memang tak pernah mengharuskan geng mereka mencapai kepulelaran dengan cara selalu menang jika bertanding, apalagi yang bertanding adalah Alena mereka tentu saja lebih mengutamakan keselamatan gadis tersebut.


"Gue baik-baik aja," jawab Alena.


"Baiklah, istirahat'kan lah dulu tubuhmu Princess." Setelah mengucapkan itu Gilang berlalu pergi meninggalkan Alena yang sedang berbaring di kasur.


Malam ini Alena sudah memutuskan untuk tidak pulang ke rumahnya. Ia memilih untuk menginap saja di tempat mereka biasa kumpul bersama anak-anak lainnya. Di rumah tersebut memang tersedia lima ruangan yang salah satunya adalah kamar Alena, dimana di kamar tersebut sudah ada beberapa pakaiannya Alena serta kebutuhan lainnya.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari, Alena sudah siap dengan penampilan yang memakai celana Jeans hitam panjang dengan model sobek-sobek, kaos hitam, jaket kulit hitam dan tak lupa heels boots dengan warna yang serupa. Aksesoris yang terkesan tomboy juga ikut terpasang di tubuh Alena.


Alena langsung menuju ruang tengah dengan membawa helm hitam kesayangannya. Detukan irama sepatu heels boots hitam Alena menggema di seluruh sudut rumah hingga langsung membuat semua anggota lainnya menoleh cepat kearah suara.


"Kau sudah siap Princess?" seru Reno.


"Woaah, kau selalu terlihat cantik jika berpakaian seperti ini," puji Ael dan diangguki oleh lainnya.


"Ayo berangkat. Mereka sudah menunggu kita." Suara tegas Reza langsung membuat mereka mengangguk serempak.


"Princess, apa malam ini kau akan memperkenalkan dirimu?" Suara brotan milik Rizky membuat langkah Alena terhenti ia memang benar-benar telah melupakan sesuatu.


"Aah iya, gue lupa," jawab Alena kemudian membuka laci di samping Raga.


"Sudah siap semua bukan?! Ayo berangkat, si bajingan itu mengatakan bahwa kita adalah pengecut karena dia mengira bahwa geng kita tidak berani," ucap Reza emosi saat selesai membaca sebuah chat di ponsel miliknya.


***

__ADS_1


"Gua sudah bilang bukan? Geng Ranzha tidak akan berani melawan Geng Traylo." Semua anggota Traylo lainnya ikut menertawakannya geng Ranzha yang tak kunjung datang.


"Geng Ranzha benar-benar pengecut hahaha." Barra selaku ketua geng tertawa renyah saat belum melihat tanda-tanda bahwa geng Ranzha datang.


"Sepertinya itu mereka!!" seru seoarang penonton yang menjadi pendukung geng Alena.


"Geng Ranzha tidak akan pernah menjadi pengecut seperti yang kalian kira," lanjutnya sambil menatap geng Traylo remeh.


Jejeran motor sport Kawasaki Ninja hitam tersebut sudah terparkir rapi kecuali motor Alena yang sudah berdiri tegap di depan garis start.


Sratt ....


Kaca helm fullface tersebut dibuka oleh sang pemilik hingga menampilkan mata indahnya yang membuat siapa saja bakal tertarik jika melihatnya.


"Jadi lawan kali ini perempuan?" seru Barra sambil berjalan mendekati Alena yang masih duduk di atas motornya.


"Gue rasa lo lebih baik mundur saja gadis manis. Melawan gue bukan hal mudah, gue cuma takut lo akan kenapa-kenapa jika balapan bersama gue," ucap Barra sambil tersenyum menatap Alena yang masih terpakai helm.


"Cih! Menjijikkan. Kita buktikan saja siapa yang akan menang," jawab Alena berdecih meremehkan Barra.


"Lo ketua Geng Ranzha bukan? Gue dengar lo benar-benar jago balapan. Baiklah ... mari kita buktikan bisakah lo juga mengalahkan gue ketua geng Traylo." Barra langsung mulai menaiki motornya dan memasangkan helmnya.


Seorang wanita berpakaian seksi sudah berdiri di depan garis start. Setelah memberikan instruksi bahwa pertandingan akan segera dimulai ia langsung melempar sebuah kain ke udara, dan saat itulah deru suara keras knalpot Alena dan Barra bertemu.


Detik berikutnya motor Barra sudah berhasil menyusul Alena. Tentu saja Alena bersikap biasa saja, ia masih mempersiapkan waktu yang pas untuk mendahului cowok sombong tersebut.


Menit kemudian saat jarak lintasan hanya tinggal beberapa meter Alena langsung kembali memutar tali gas-nya hingga dapat mendahului Barra. Alena membentangkan satu tangannya dan memutar jempolnya ke bawah tanda kalah Barra dalam pertandingan kali ini.


'Sial, kenapa cewek itu cerdik sekali dalam mengatur kecepatan tali gasnya,' batin Barra mengumpat. Ia sungguh malu sekarang, baru kali ini ia kalah dalam balapan seperti ini. Yang lebih merendahkannya sebagai ketua adalah kalah dari seorang cewek.


Semua penonton bersorak bahagia saat idola mereka lagi-lagi menang. Sungguh mereka sangat penasaran bagaimana sebenarnya rupa ketua geng motor Ranzha tersebut.


Seteleh seoarang lelakinya memberikan sebuah amplop pada Alena semua penonton kembali bersorak ramai kala Alena membuka helmnya. Namun mereka dibuat kembali kecewa saat melihat lagi dan lagi ternyata gadis itu memakai masker hitamnya.


"Princess. Yoi menang lagi 'kan Queen kita," seru Gilang sambil bertos ria dengan Alena.


"Selamat Princess," ucap Reno.


Plukk!


Amplop tebal tersebut langsung ditangkap tepat oleh Raga. Ia tentu saja bingung kenapa Alena memberikan uang tersebut kepadanya. Bukankah uang itu seharusnya milik Alena?!

__ADS_1


"Pakai aja buat biaya nyokap lo." Semuanya tentu saja terkejut atas apa yang diucapkan oleh Alena.


"Nyokap lo sakit apa, Gaa?" tanya Ael sambil menatap Raga penuh selidik.


"Kok lo gak cerita-cerita ke kita kalo lo punya masalah?!" sahut Rizky.


"Benaran nyokap lo sakit?" Reza ikut bertanya.


"Iya, nyokap gue ada di rumah sakit dan dia butuh biaya untuk operasi tapi gue gak punya uang," ungkap Raga.


"Lo tau dari mana Princess? Raga padahal gak ada cerita apa-apa mengenai nyokapnya?" Gilang menatap Alena bingung.


"Iya, Princes lo kok bisa tau kalo Raga ada masalah." Reno ikut menatap bingung Alena.


"Jangan-jangan Princess cenayang ya," ucap Reno ngawur.


"Eelah ****** gak mungkin lah." Rizky menoyor kasar kepala Reno.


"Gak penting gue tau dari mana. Kalian semua cerita aja jika sedang ada masalah jangan ditanggung sendiri kayak gini. Kalian itu sudah seperti keluarga bagi gue jadi jika ada masalah itu juga harus bagi-bagi. Ngerti!! Terutama lo Raga." tunjuk Alena pada Raga.


"Sedalam apapun kalian nutupin dari gue ... gue bakal tetap tau kalo kalian sedang ada masalah," ucap Alena.


"Thanks ya Princess, kalo gue ada uang nanti gue bakal kembaliin secepatnya," ucap Raga sambil tersenyum manis kepada Alena.


"Buka dong Princess maskernya!!" seru salah satu cowok penggemar Alena.


Mereka memang mengenal Alena dengan nama Princess karena sering mendengar anggota geng Alena memanggilnya dengan nama tersebut. Jadilah para penggemarnya juga mengira bahwa nama Alena adalah Princess.


"Buka dong Princess!!"


"Iya kami mau liat wajah kamu!!"


"Ayodong buka!!"


"Please Princess, buka maskernya ya!!"


"Tuh, buka Princess," Rizky ikut menggoda.


"Ayo dong tunjukkin wajah cantik Lo," Reza ikut menyahuti.


"Ck! Kalian ini," cibir Alena yang malah kembali memasang helmnya.

__ADS_1


"Ayo balik gue capek," ucap Alena dan diangguki setuju oleh keenam sahabatnya.


__ADS_2