
"Princess, sekolah baru lo SMA mana?" tanya Ael yang baru selesai mandi hingga membuat rambutnya sedikit basah.
Pukul tiga dini hari mereka baru pulang dari area balapan. Sekarang semua sudah hendak bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing karena besok mereka ada jadwal pendidikan masing-masing.
"Sma Atravi Kencana," jawab Alena sambil memainkan ponsel miliknya dan membuka sosial medianya yang mendadak heboh karena mereka menemukan akun sosial medianya, followers Alena mendadak naik drastis serta banyak DM yang masuk minta di follback atau bahkan menanyakan perihal kebenaran apakah ia benar ketua geng Ranzha.
"Seriuosly?!" kaget Empat R tersebut bersamaan.
"Yess!! Akhirnya Princess satu sekolah sama kita," seru Reno sambil tersenyum sumringah.
"Waaah, gak bisa bolos lagi nih bakal," ucap Raga.
"Berangkat sama siapa Princess? Apa perlu kami jemput?" tanya Reza.
Mereka memang sering berangkat bersama dengan menggunakan mobil Rizky. Empat R tersebut juga merupakan most wanted di SMA Atravi Kencana, banyak siswi-siswi yang ingin berpacaran dengan mereka tapi, apalah daya Empat R tersebut selalu saja bersikap seolah-olah tak tertarik pada perempuan.
"Nggak gue berangkat bareng supir aja. Gua gak mau libatin kalian dalam kemarahan kakek gue," ucap Alena.
Para sahabat Alena memang benar-benar sudah tau kehidupan Alena karena Alena selalu bercerita kepada mereka jika ia sedang ada masalah.
"Baiklah, ayo Princess gue anter pulang," seru Reza.
"Butuh bantuan bobol jendela juga gak nih?" tanya Raga.
"Nggak, gue udah kabarin mang Diman buat bukain jendela," jawab Alena.
****
"Good night Princess, sampai ketemu di sekolah besok," ucap Reza sambil memeluk Alena sejenak, hal semacam itu juga sudah jadi hal yang lumrah untuk Alena karena jika berpelukan, cium kening itu sudah biasa ia dapatkan dari para teman-teman Alena.
"Hati-hati Zaa, dan makasih," jawab Alena sambil membalas pelukan Reza.
"Cepat masuk gue bakal liatin dari sini," ucap Reza, ia memang memarkirkan motornya berjarak lumayan jauh dari pekarangan rumah Alena supaya tidak menimbulkan suara gemuruh motornya yang bisa membuat Alena kena marah akibat pulang subuh.
•••
Suara alarm sudah berbunyi menandakan bahwa sang pemilik kamar harus segera bersiap-siap ke sekolah baru. Dengan perlahan Alena membuka matanya dan menyesuaikan cahaya matahari yang sudah memasuki celah gorden kamarnya.
Karena tak mau membuat keributan dipagi hari Alena langsung ngacir ke kamar mandi untuk segera melakukan ritual mandinya, selang beberapa menit Alena sudah menuruni tangga untuk sarapan.
"Kakek mana, Bik?" tanya Alena saat tak mendapati sang kakek di meja makan.
"Ada di kamarnya Non," jawab salah satu maid perempuan yang sedang menyiapkan sarapan.
"Nara sudah mau berangkat, sampaikan juga kepada kakek jika dia sudah turun," ucap Alena sebelum ia berlalu setelah memakan sarapannya.
"Baik Non, hati-hati."
__ADS_1
***
"Non Nara bapak harap Non Nara tidak membuat kekacauan lagi," nasehat Pak Diman pada Alena saat sudah tiba di depan gerbang SMA Atravi Kencana.
"Iya Pak, Nara usahakan," jawab Alenara sebelum menyalimi tangan pak Diman yang sudah ia anggap sebagai Ayahnya sendiri.
"Morning Princess," sapa empat cowok yang sudah menghampiri Alena, siapa lagi jika bukan empat R.
"Teman-teman Non Nara ya?" tanya Pak Diman.
"Bapak minta tolong jaga Non Nara yaa dek," ucap Pak Diman dan diangguki patuh oleh empat R tersebut.
"Siap Pak Diman. Princess akan aman jika bersama kami, dan dapat dipastikan dia tidak akan membuat masalah lagi," tutur Rizky sambil nyengir tak berdosa.
"Baiklah bapak percaya sama kalian. Kalo begitu bapak permisi dulu," pamit Pak Diman.
Setelah kepergian pak Diman Alena langsung melangkah memasuki gerbang SMA tersebut, tentunya tak lupa diikuti empat R di belakangannya. Alena sudah seperti ratu saja yang sedang diikuti oleh para prajuritnya.
Banyak pasang mata yang memperhatikan Alena dengan tatapan heran, bingung, penasaran, dan tentunya iri bagi siswi karena mereka melihat para pangeran sekolah mereka dengan mudahnya dekat Alena sedangkan mereka yang sudah susah payah merebut perhatian salah satu empat R tak berpengaruh apa-apa.
"Minggir jangan halangi jalan kami," tegas Rizky dengan nada angkuhnya membuat seluruh siswa yang ramai berdiri di koridor langsung meminggir mempersilahkan Rizky dkk lewat.
"Jangan berlebihan," nasehat Alena yang bisa didengar jelas oleh empat R tersebut.
"Gakpapa Princess, selagi ada kami lo bakal tetap aman dan gua yang jamin emosi lo bakal tetap tertahan biar gak membuat kekacauan lagi," ucap Reza sambil terkekeh kecil.
"Waah itukan Alena, ketua geng motor Ranzha!!" seru salah satu siswi yang berupa salah satu fans berat Alena.
"Benarkah?!"
"Jadi dia yang selama ini jadi ketua geng Motor Ranzha!!"
"Pantesan dia diperlakukan segitu istimewanya oleh empat R!!"
"Cantik ya anak baru!!"
"Dia Alena siswi brandalan yang sudah berapa kali dikeluarkan dari sekolah bukan?!
"Dia Princess ketua geng motor Ranzha yang pernah menang balap lawan Barra bukan??"
"Waah Princess sang idola, akhirnya satu sekolah sama kita!!"
"Lihatlah mereka sangat mengagumimu Princess," seru Raga.
"Kalah populer bakal kita," canda Reno.
***
__ADS_1
"Kelas mana, Princess?" tanya Rizky saat Alena sudah keluar dari ruang kepala sekolah.
"Ipa lima," jawab Alena.
"Oh kelasnya di lantai dua, ayo kami antar," jawab Reza sambil kembali berjalan menaiki tangga untuk menuju lantai dua.
"Bisa pindah aja gak sih Princess, lo ke kelas Ipa dua aja biar sekelas sama kita," imbuh Raga.
"Iya Princess, bisa pindah aja gak sih." Ricky ikut menimpali.
"Gak bisa lah geblek, ini juga sudah mending IPA lima, kalian kan tau sendiri gue ini sulit diterima karena kasus-kasus gue di sekolah dulu," jawab Alena.
"Lagian kelas kita deket kok, cuma jarak dua kelas aja, kalian ini dasar berlebihan," cibir Alena.
Reza dkk langsung diam, saat sudah mendengar ocehan Alena, mereka hanya mengikuti Alena yang sudah mulai memasuki kelas.
Seisi kelas Ipa lima langsung heboh saat mendapati Empat R datang ke kelas mereka. Ini adalah suatu kebanggaan bagi para siswi Ipa lima karena bisa melihat dengan jelas wajah tampan empat R tersebut.
"Wooo Rezaa!!"
"Rizky ganteng banget!!"
"Raga, nyari gue yaa!!"
"Aaais Raga ganteng banget!!"
"Eh, eh, eh, Reno gantengnya kelewatan!!"
"Berisik!!" bentak Reno hingga membuat para siswi tersebut langsung diam seketika.
"Mana bangku kosong disini?!" teriak Rizky sambil matanya terus saja menyapu ruangan tersebut mencari dimana letak bangku yang masih kosong.
"Disini kosong," tunjuk salah satu siswa pada bangku di depannya.
"Sebelahnya siapa?" tanya Raga menunjuk bangku sebelahnya.
"Itu si kelinci desa," jawab siswa tersebut sambil menunjuk siswi yang sedang membersihkan papan tulis.
Reza dkk langsung menoleh pada gadis tersebut, dari gelagatnya Reza sudah bisa menembak bahwa gadis tersebut adalah sasaran pembullyan kelas Ipa lima.
"Princess, lo jangan sampai berulah lagi," nasehat Rizky.
"Jangan sampai di hari pertama lo masuk sudah membuat anak orang sekarat, mengerti." Raga ikut menasehati dan hanya dibalas anggukan paham oleh Alena.
"Silahkan duduk Princess," ucap Reno saat sudah membersihkan bangku tempat Alena duduk.
"Kalian semua dengerin gue baik-baik, dia adalah cewek yang sangat penting bagi kami berempat, jadi jika ada yang mengganggunya sedikit pun itu akan langsung berurusan dengan kami! Kalian semua mengerti!!" tegas Reno, semua siswa disana langsung mengangguk mengerti walau itu hanya anggukan dibawah paksaan dari tatapan tajam Reno.
__ADS_1