
Ana segera mendekat, menunjukkan diri dan nampak jelas raut muka Alex yang sangat menikmati aroma Ana.
"Alex apa yang kamu lakukan lagi?"Ana mendorong bahu Alex secara kasar dan dia diam, mencium bibir Ana secara lembut.
"Biarkan tubuhmu terbiasa dengan kehadiran diriku."
Ana menatap Alex dengan pandangan tidak suka karena memanfaatkan situasi tidak berdayanya, Alex mendapatkan terobosan dari ciumannya dengan kakaknya.
Air mata Ana, hati yang sudah berkali-kali patah ini tetap sakit saat lagi-lagi harus terluka.
Hubungannya Ana dengan Alex hanya sebatas partner terobosan kultivasi, tidak lebih dan itu membuat hatinya semakin sakit.
Rasanya Ana ingin menghajar dengan kekuatannya, tapi dantiannya telah rusak.
Saat Ana sedang terlarut dalam kesedihannya, tiba-tiba ada seseorang yang melemparkan baju gantinya kepada Ana. Saat Ana membuka mata dia melihat Alex menatap jijik wajah sedih kakaknya.
"Hai kakakku yang manis, harusnya kau merasa terhormat karena aku menikmati tubuhmu setelah mendapatkan terobosan, terutama aku menghilangkan bekas kedua raja yang mencoba tubuhmu. " ucap Alex mengganti bajunya dengan elegan.
"Saat aku kesini belum ada seseorang pun yang mempercayaiku, termasuk dirimu menghinaku dengan perkataanmu. " ucap Ana mengambil pakaian dari Alex dengan menahan kesedihannya.
"Apakah kau begitu tidak sukanya dengan diriku humm? " tanya Alex menatap tajam Ana.
"Ya, karena kau menghancurkan segalanya. " ucap Ana kemudian pergi ke kamar mandi yang telah disiapkan oleh para pelayan dalam mengisi bak mandinya.
Secara tak sadar hatinya Alex semakin tidak ingin melepaskan Ana dari genggamannya.
Tak berselang lama tetua akademi tian telah berada di pintu kamar mereka berdua.Dan mengumumkan seseorang yang mengenali mereka berdua telah hadir dalam area ujian para peserta.
"Siapa?" tanya Alex dingin sebelum membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
***
"Aku adalah leluhurmu disini, akan tetapi kau harus menekan kultivasimu, meski dirimu telah berkultivasi ganda bersama pasanganmu. " Ya orang yang berkata itu adalah Xie Yan sebagai leluhur akademi Tian yang mengenal raja tampan.
"Menekan kultivasi? Hahaha apakah leluhur tingkat menengah ini bercanda? Aku hanya ingin membalas penghinaan mereka karena telah menyakiti diriku dengan Ana, " ucap Alex.
Karena merasa tak Terima atas ucapan Alex, Xie Yan langsung menyerangnya dengan berutal. Ada beberapa serangan sihir yang digabung dengan aura beberapa tingkatan tinggi dan semua itu tidak dapat mengenai tubuh Alex maupun leluhur akademi Xie Yan.
"Seranganmu tidak dapat mengenaiku, karena kekuatan kita setara." ucap Alex sambil mengeluarkan sebuah belati dari balik jubahnya, kemudian dilempar ke arah Xie Yan.
Dengan cepat Xie Yan menghindari serangan fatal tersebut. Tiba-tiba hawa menjadi sangat panas tatapan Xie Yan menjadi sangat tajam.
Dengan melafalkan sebuah mantra, muncullah beberapa formasi sihir di sekitar Alex.
"Apa kau tidak ingin menekan kultivasimu?" teriak Xie Yan dengan lantang. Tubuh Alex bergetar dengan hebat, keringat dingin mulai keluar.
"Tekan kultivasi atau aku membuat dirimu menunduk." Saat Xie Yan mengucapkannya tiba-tiba formasi sihir tersebut masuk ke dalam tubuh Alex, dan seketika kunang-kunang menyelimuti tubuhnya yang dihiasi dengan aura gelap keabadian.
Sebuah ledakan kecil terjadi di dalam tubuh Alex dan dia memuntahkan seteguk darah.
"Hari ini aku tak membunuhmu karena aku menghormatimu dari klan raden, namun jika suatu saat kau tidak mematuhi aturan dunia akademi tuan ini, akan aku buat tubuhmu hancur. " ucap Xie Yan yang terdengar sangat kejam.
Akhirnya leluhur yang merupakan teman raja tampan dalam mengalahkan Alex telah berakhir. Membuatnya untuk menekan kultivasi akibat dari terobosan yang sangat kuat dari hasil kultivasi ganda.
Setelah itu Alex terjatuh ke bawah dari ketinggian saat mantra leluhur mengenainya, Ana tersenyum saat ada seseorang yang mampu membalaskan dendamnya karena dia masih wanita lemah. Dan secara tiba-tiba angin berhembus membius seluruh penghuni serta membawa Ana kabur dari kediaman akademi tian maupun Alex.
"Angin topan dewa. "
"Angin pembius dewa. "
__ADS_1
Kedua jurus tersebut menyerang seluruh kediaman akademi tian termasuk Alex yang sudah tak sadarkan diri dari pertempuran leluhur akademinya. Dan berhasil menculik Ana kembali ke dalam dekapannya. Ana sudah tak sadarkan diri karena tenaganya telah habis.
"Sungguh pertempuran yang hebat, sekarang giliranku melaksanakan rencanaku. " ucap Raden Karta dengan suara lantang.
"Jurus penghilang jejak. "
Dan tiba-tiba saja langit yang semula cerah tiba-tiba mendung, suara gemuruh langit terdengar membelah jejak antara tingkat menengah hingga tingkat langit. Dua jurus penghilang jejak merupakan baru loncatan agar seluruh akademi tian termasuk Alex melupakan nama Ana dari hatinya.
Seluruh pengawal Raden Karta membawa Ana pergi dari kehidupan mereka dan melupakan kejadian kultivasi ganda, termasuk dirinya tidak akan pernah tahu kalau tubuhnya telah dinikmati baik oleh adiknya hingga raja tampan.
Dengan begitu berakhirlah penindasan bagi Ana karena telah menjadi wanita lemah sebelumnya dan menjadi lebih kejam daripada siapapun yang ingin menemuinya.
Saat ini Ana sedang berkultivasi yang diliputi dengan tangkapan energi kehidupan dari para pria tampan oleh pengawal Raden Karta. Walau hari sudah malam dia enggan untuk pergi. Walau badannya telah lelah tapi ia menyukai semua hal yang dilakukan oleh Raden Karta karena telah memanjakannya dan membuat dirinya meningkat beberapa tingkat hingga bisa menindas para pria tampan kecuali Raden Karta.
Dengan sangat mendadak Karta penyelamat Ana, muncul di hadapannya.
"Kau mengagetkan aku karena kedatanganmu selalu tanpa pemberitahuan. " ucap Ana menatap mata Karta dengan tersenyum.
"Maaf permaisuri ku, aku mengagetkanmu karena aku merindukanmu dan ingin melakukan hal penting kepadamu seorang. " ucap Karta dengan wajah serius. Sepertinya memang ada sesuatu yang sangat penting dan harus disampaikan.
"Bicaralah aku akan mendengarkan. " ucap Ana yang mulai serius.
"Suamimu ini mendengarkan pemimpin klan dari pihak barat daya akan datang kesini, mereka menginginkan resep keabadian dan peningkatan kultivasimu yang terus meningkat. " ucap Karta dengan penuh keteguhan.
"Siapa yang akan memberikan resep itu kalau mereka tidak dapat memberikan lelaki tampan untuk aku serap esensi kehidupannya, sekuat apapun mereka saat datang kesini adalah hari kematian yang telah ditentukan oleh Kerajaan kita. " ucap Ana seolah-olah dia kesal akan sesuatu tapi dia tidak dapat mengingat apapun yang terjadi.
Setelah menyampaikan apa yang perlu ia sampaikan Karta pun mengecup bibir cherry Ana dan kembali menghilang dari pandangan Ana. Seketika mood Ana berkecamuk antara marah dan malu secara bersamaan.
Matahari mulai muncul dari ufuk timur, cahaya keemasan mulai muncul. Dengan segera Ana mandi dan mempersiapkan diri untuk pertemuan hari ini.
__ADS_1
"Hah.. Mengapa mereka sangat penasaran terhadap apa yang aku lakukan, apakah mereka pernah tidak takut aku akan membunuhnya? " ucap Ana yang bergandengan tangan dengan Karta sambil terus melangkah menuju pertemuan.