Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis

Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis
Salah Sasaran


__ADS_3

Sungguh hari yang sangat melelahkan bagi Ana, kini dia sedang dikurung di kamarnya sambil mendapati seluruh makanannya tidaklah layak untuk dimakan bagi seorang putri kerajaan di pagi hari.


"Ah sungguh hidupku kembali tragis lagi dengan apa yang kumiliki, tidak bisa membuat seluruh keluarga percaya kepadaku sepenuhnya." ya siapa yang kehidupannya tidak tragis kalau dirinya dulu lebih kejam hingga mempermalukan nama baik seluruh kerajaan dengan kemanjaan dan kesombongannya dulu.


Saat ini, Ana sedang memikirkan cara kabur dari kediamannya, dia memiliki berbagai ide agar hidupnya tak sekedar hidup saja, melainkan kehidupan yang penuh warna akan menantinya, dia melihat ke sekeliling kemudian menggunakan pakaian pria yang ia ingat adalah pemilik sebelumnya menyukai koleksi berbagai bahan kain laki-laki.


Tak hanya itu saja, ia menekan kain di bagian dadanya agar tidak terlihat sebagai wanita. Rambut panjangnya terikat rapi dengan tusuk konde pria dan menghilangkan pernak-pernik dari atas kepalanya.


Ana menggunakan gioknya yang terhubung ke hutan belantara saat ditemukan oleh Alex hingga muncul lubang teleportasinya dan ia berhasil kembali ke tempat awal dimulainya kehidupan untuk kedua kalinya.


Setelah itu Ana sedang dalam kondisi duduk bersila untuk menyerap energi alam di hutan belantara yang begitu murni di sekitarnya.


Energi alam atau yang biasa disebut energi Qi merupakan energi dari alam. Jumlah lingkaran Qi pada seseorang sangat berpengaruh apabila mereka yang ingin menjadi pendekar yang kuat. Semakin banyak energi Qi yang dimiliki semakin kuat juga orang tersebut.


Di dataran ini ada beberapa tingkatan seorang pendekar.


Tingkat dasar level 1-9


Tingkat menengah level 1-9


Tingkat bumi level 1-9


Tingkat langit level 1-9


Tingkat petarung junior level 1-9


Tingkat petarung senior level 1-9


Tingkat Jendral muda level 1-9

__ADS_1


Tingkat Jendral menengah level 1-9


Tingkat Jendral akhir level 1-9


Tingkat kaisar bumi level 1-9


Tingkat kaisar langit level 1-9


Tingkat alam dewa level 1-900


Sebenarnya masih ada tingkatan di atas alam dewa, namun sangat sulit untuk sampai di sana, bahkan hanya beberapa dewa saja yang sanggup untuk mencapainya namanya adalah Jagat Raya.


Saat ini Ana sedang berkultivasi sudah banyak energi Qi yang dia serap sehingga ada butiran-butiran cahaya ****** yang mengelilingi.


Sama halnya, ketika dia dicium oleh seseorang di laut, ia mendapati banyak cahaya dari kunang-kunang untuk membangunkannya dari kegelapan yang bernama kematian.


4 jam telah berlalu, langit yang sejuk sudah digantikan oleh matahari terik. Akhirnya, Ana mulai membuka matanya.


Saat mandi Ana merasakan kedatangan seseorang yang membungkam mulutnya untuk tidak berteriak. "Aku pastikan akan membuatmu mati mengenaskan bila berteriak." ancamannya membuat kekuatan Ana semakin menurun ke tingkat dasar lima.


Sedangkan di tempat lain yang mencari Raden Karta sedang merasa cemas saat ia kabur dari pengawasan penculik bahwa Raden Karta harus dibunuh dengan berbagai cara."Sial kita kehilangan jejaknya, kita harus laporkan kepada Raja Qin."


Sebenarnya Raden Karta dan Ana sedang dalam kondisi tidak menguntungkan. Ana sedang tidak menggunakan pakaian, sedangkan Raden Karta terluka parah hingga air jernih dalam sungainya menjadi berwarna darah.


Tiba-tiba saja manusia yang membungkamnya berdiri dan menatap Ana tajam setelah para penculik pergi dari mereka berdua, dengan aura membunuh yang dia keluarkan.


"Apa yang dilakukan wanita sepertimu di hutan belantara ini? Apakah kau sedang menggodaku ataukah kau bersengkokol dengan mereka yang akan menghabisiku disini?" ucap Raden Karta dengan suara lantang.


Ana hanya tersenyum mendengar pertanyaan konyol dari manusia yang sudah mengancam, menurunkan kultivasi, mengintip tubuh, dan memfitnahnya dalam satu waktu.

__ADS_1


"Maaf sepertinya anda yang salah disini tuan. Pertama, anda datang-datang mengancamku saat aku sedang mandi. Kedua, anda menekan aura kultivasiku dari puncak dasar tingkat sembilan menjadi tingkat lima. Ketiga, anda mengintip tubuh saya sebagai wanita. Terakhir, anda memfitnah saya sebagai wanita penggoda, padahal diri tuan yang salah, apakah anda tidak berpikir logis dalam hal ini tuan?" ucapnya dengan tegas dan penuh dengan wibawa. Raden Karta tertegun mendapati seorang wanita yang lihai dalam berbicara. Biasanya, orang-orang akan takut setelah dia mengancamnya.


Lalu setelah mengucapkan kata-kata tersebut Ana berjalan mundur dari Raden Karta tersebut berjalan dengan santai menggunakan pakaiannya di depan pria asing yang tidak mau melepaskan dari pengawasannya.


Wajah Raden Karta memerah saat ia melihat bentuk tubuh Ana dengan jelas."Ekhem.. Apakah ini cara berpakaianmu dihadapan pria asing dengan seenaknya menunjukkan lekukan tubuh nona?"


"Aku tidak berminat menjelaskan seluruh pertanyaan pria asing yang merugikan diriku, lebih baik kau obati saja sendiri lukamu sebelum kau mempedulikan orang lain."


"Apakah kau sudah bosan untuk hidup nona yang menyamar sebagai pria?" ucap Raden Karta dengan tatapan tajam yang terarah pada Ana.


"Kau sedang mengancamku karena tidak mengobatimu?" ucapnya dengan senyum getir.


Raden Karta langsung memancarkan aura merah keemasan milik sang penguasa dunia iblis. Seperti tersambar petir di siang hari Ana merasakan ketakutan yang sama, saat ia mengingat akan dihukum mati oleh raja tampannya itu.


"Tenanglah tuan, bisa-bisa mereka yang mencarimu tahu keberadaanmu sekarang dan aku akan mengobatimu dengan sungguh-sungguh." ucap Ana yang sudah tertunduk lemas dengan rasa hormat.


"Baiklah." ucap Raden Karta langsung memeluk Ana kemudian memberikan segel pasangan di punggung melalui belaian tangannya saat memeluk tanpa pengetahuan Ana.


Setelah mengobati Raden Karta itu dengan pengetahuan medis dasarnya saat di asosiasi kesehatan semasa kuliah dulu akhirnya ia dapat bernapas dengan lega. Dia mulai membasuh wajahnya dengan air sungai yang tidak terkena darah.


"Aku sangat tertarik dengan nona sepertimu yang menyamar dengan pakaian pria, menjelajahi hutan pengasingan seorang diri tanpa pengawal, apakah kau tidak takut akan direnggut kewanitaannya olehku?" ucap Raden Karta dengan wajah serius sekaligus mencoba menggoda Ana dalam waktu yang bersamaan.


"Kau adalah pria mesum yang tidak tahu malu." ucap Ana dingin.


"Aku sangat suka pada semua hal tentangmu nona." ucap Raden Karta kembali menggodanya.


"Aku tidak ada waktu meladenimu, aku akan pergi ke pasar untuk beli makan." ucap Ana masih dingin.


Ana tak sadar bahwa raja tampan tengah memperhatikan mereka berdua, dan mendengarkan perkataan mesum dari saingannya seperti sudah direncanakan olehnya sejak lama kalau Ana akan kembali.

__ADS_1


"Sekarang aku harus bersabar sebelum Ana menjadi kuat."


__ADS_2