Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis

Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis
Ksatria Dewa


__ADS_3

"Tidak akan aku biarkan kalian berdua melakukan kultivasi ganda," ucap Qian. Dia melayang di atas udara bagaikan ksatria dewa yang berjubah.


"Tidak mungkin. Tingkatan yang bahkan tidak bisa ditembus oleh dunia iblis itu benar-benar dilalui oleh musuhku yang memotong bagian iblis dengan dewa di antara yin dan yang itu benar-benar eksis bagaikan kstaria dewa yang sesungguhnya."


"Kamu pasti akan melukai dirimu sendiri yang menggunakan otoritas dewa itu. Kamu tidak akan bisa memisahkan aku dengan Ana." Dia mengangkat tubuh Ana lalu dia menggunakan kekuatan teleportasinya, tapi Qian tidak membiarkan mereka berdua melarikan diri dari hadapannya.


Dia pun menunjukkan pedang bertongkatnya itu ke arah Karta hingga mereka berdua dapat dipisahkan.


"Urghh," rintih Karta. Dia yang melihat eksistensi ksatria dewa itu ada pada diri Qian, membuatnya ingin segera melenyapkannya, tapi tubuhnya belum benar-benar sembuh. Dia belum bisa mendapatkan tubuhnya Ana saat ini.


'Sialan raja iblis saja bisa mendapatkan kekuatan itu, berarti aku pun bisa bila melakukannya dengan Ana.' batin Karta.


Karta menggunakan energi yang diberikan Ana melalui ciuman itu untuk memblokir serangannya Qian. Dia pun membawa Ana ke dalam lingkaran teleportasinya itu.


Qian yang tak ingin menyerah pun berusaha mengejar Karta melalui bola dunia buatan dewa. Itu akan menunjukkan lokasi mereka berdua berada. Mengingat Karta sudah diberikan tanda oleh Qian melalui serangan tongkat pedangnya itu.


Qian mengejar Karta dengan kuda putihnya di atas awan lalu memberikan guntur cahaya dewa. Karta yang melihat Qian sudah berada di atasnya pun menghindar dengan cepat.


"Apa kau akan terus menghindariku seperti ini Raja Karta yang terhormat!" ucap Qian dengan sangat marah mengetahui kalau Karta sudah membuat Ana kehilangan kendali dengan membuat karakter Ana pun menjadi kejam. Bahkan, dia akan menggunakan tubuh Ana sebagai pelampiasan atas tingkatan kultivasinya. Sungguh kejamnya!


"Aku tidak menghindarimu tapi menjebakmu, namun aku berbaik hati dengan menyiapkannya saat kau menggunakan kekuatan dewamu itu haha," ucap Karta yang merasa tidak terima dia remehkan begitu saja oleh Qian. Dia pun menjentikkan jarinya hingga awan-awan putih itu berubah gelap.


Qian yang mengetahui itu pun segera turun, tapi bebatuan bagaikan meteor itu hanya menyerang Qian seorang. Dia pun menggunakan kekuatan dewanya di balik pedang bertongkat itu, tapi dia malah terjebak di jurang hingga tubuhnya terikat melalui rantai pengekang kekuatan dewa.

__ADS_1


"Kau licik," umpat Qian. Dia berusaha melepaskan rantai itu, tapi malah menyerang tubuhnya hingga bebatuan dari meteori itu mengenai tubuhnya Qian lalu menguburnya di bawah jurang tak terlihat itu.


Karta yang melihat itu pun tersenyum. Dia bangga sekali dapat membuat Qian terkubur dari jurang yang tak terlihat itu. Setidaknya, sampai dia bisa menyambungkan dirinya dengan Ana. Dia akan menggunakan segel kepada Ana hingga tubuh Ana tidak akan mengelak dia setiap dirinya meminta.


Akhirnya pemimpin kerajaan klan Raden turun tangan untuk menyerang Karta yang sudah menggunakan kekuatannya untuk Qian.


"Berhenti membawa anakku, apa kau akan membawa anakku sampai kau meraih tujuanmu itu."


Setelah itu Karta meninggalkan Ana di dalam goa yang dilindungi dengan pelindung prismanya itu. Dia tidak akan membawa Ana bila dia akan bertarung dengan kerajaan klan Raden itu. Namun, dia akan memastikan pertarungannya berada di dekat Ana. Itu akan membuat tubuhnya tidak akan kehabisan energi, luka, ataupun mengalami gejala keracunan mendadak.


Sedangkan Alex menyembunyikan dirinya demi membawa Ana secara diam-diam. Ayahnya yang akan menghadapi Karta, tapi dia harus memusnahkan pelindungnya Karta itu tanpa diketahui musuh.


"Semoga kakak tiri aku belum dimainkan Karta, " gumam Alex.


"Aku tidak pernah menganggapmu sebagai menantuku, kau tidak pantas menjadi bagian dari kerajaanku, " ucap Ayahnya Ana.


"Lantas, siapa yang pantas menjadi menantumu, mertuaku? " tanya balik Karta.


"Aku tidak akan pernah memberitahukannya kepadamu, " ucap ayahnya Ana itu.


"Mertua begitu keras kepala sekali, apakah kau menginginkan para prajuritmu mati dengan mudah seperti ini? " ucap Karta. Dia pun menjentikkan jarinya hingga para prajuritnya langsung mati bagaikan abu. Tidak ada sisa dari mayat para prajurit itu. Mereka dimusnahkan Karta dalam sekali jentikan jari saja. Seperti kembang api.


Ayahnya Ana yang melihat itu pun kena mental dari Karta.

__ADS_1


'Dia harusnya melemah setelah menghabiskan kekuatannya dengan Ksatria dewa itu. ' batin Ayahnya Ana itu.


Karta pun membuat ayahnya Ana yang jauh darinya pun menundukkan hormat kepadanya.


"Ah, inilah yang paling kuinginkan saat ini, " ucap Karta. Dia dapat melihat pemandangan sang mertua yang masih bersujud kepadanya tanpa bisa menegakkan lagi di hadapannya.


"Kau tak pantas mendapatkan hormat ku, " ucap ayahnya Ana itu. Dia berusaha mengalihkan perhatian Karta kepadanya demi memberikan celah kepada Alex untuk membawa Ana.


"Kalau kau bilang begitu, maka akan semakin pantas, " ucap Karta. Dia benar-benar gila hormat hingga kening ayahnya Ana pun memerah akibat menjedot-jedotkan keningnya ke tanah berulang kali sesuai perintah Karta. Dia merasakan kenikmatan yang tidak biasa dimana raja dari kerajaan klan Raden patuh kepadaNya sebagai boneka seperti anaknya itu.


"Kau sudah tidak tertolong lagi, " ucap ayahnya Ana itu. Dia sengaja memprovokasi Karta itu.


Karta yang mendengarkn itu ingin sekali menjambak rambutnya mertua itu lalu menggunakan pedangnya agar dimutilasi. Namun, dia mengingat dirinya tidak bisa menjauh dari Ana hingga dirinya berusaha mengendalikan emosi atas provokasi ayahnya Ana yang semakin berani itu.


"Haha, kau mencoba memprovokasi ku ya? " gelak tawa Karta.


Aku tidak memprovokasimu. Hanya saja, kau begitu pengecut dalam situasi ini. Kau hanya bisa menggunakan pengendalian boneka maupun kekuatan jarak jauhmu kepada kami, tapi kau tidak berani mendekat. Bukankah ini yang namanya pengecut? " ucap ayahnya Ana itu. Dia tidak pernah tahu kalau keahliannya berbicara itu mampu membuat Alex memasuki gua itu.


Karta pun langsung mencambuk ayahnya Ana dari kejauhan itu.


Alex yang melihat itu pun mengepalkan tangannya , tapi dia tidak bisa keluar dari persembunyiannya itu sebelum berhasil mengeluarkan Ana dari dalam goa itu.


Alex masuk ke dalam tanah yang telah ia gali. Dia menggunakan wujudnya sebagai ular untuk mengeluarkan Ana dari sana. Dia tidak boleh terkena mentalnya Karta itu.

__ADS_1


'Aku yakin dia memiliki kelemahannya. ' batin Alex. Dia merasakan keanehan selama penyerangan Karta dengan kerajaannya itu. Mengingat, Karta tak selangkah pun menghindar dari pelindungnya Ana itu.


__ADS_2