Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis

Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis
Teleportasi Baru Menuju Akademi


__ADS_3

Alex kembali mengecup bibir Ana dan perlahan *******-***** bibir mungil Ana. Kali ini Alex menggunakan sihir pengendali tubuh Ana agar mau menuruti perintahnya.


Setelah puas bermain dengan bibir Ana, kecupan Alex turun ke leher dan terus ke dada Ana. Nalurinya sebagai pria langsung bisa mengerti apa yang harus ia lakukan pada dada Ana.


Puas bermain di bagian itu, kini ciuman Alex makin turun ke perut dan sampai ke inti tubuh Ana.


Ana yang sudah terkendali oleh sihir Alex terbuai permainan Alex. Ia seakan lupa kalau mereka berdua adalah kakak beradik saat mereka berdua saling mendesah kenikmatan dalam permainan.


Setelah puas mengecup dan meninggalkan banyak jejak di tubuh putih Ana, Alex menaiki tubuh Ana kembali.


Perlahan Alex mulai memasuki inti tubuh Ana dan bermain dengan pelan hingga cepat menggapai kepuasannya. Setelah mencapai puncak kenikmatannya Alex mengerang dan mendesah.


Pengalaman pertamanya berhubungan badan dengan wanita yang ia cintai selama ini seperti Ana. Walau ia melakukannya tanpa pikir panjang dan akan membawa masalah ke depannya.


Saat itulah, ia tidak tahu kalau cahaya kunang-kunang yang mengelilingi mereka berdua telah mengawasinya sejak salah sasaran teleportasi.


Apakah yang akan terjadi setelah Alex berhubungan dengan kakaknya?


***


"Hiks kali ini aku seperti ******," ucap Ana yang tak bisa menahan air matanya lagi.


"Hei kakakku yang tersayang mengapa kau menangis?" ucap Alex yang merasa cemas setelah dia berhubungan intim dengannya.


"Hiks kenapa kamu memperlakukan kakak seperti ini, hiks dan mengapa kamu menyiksaku seperti ini?" saat ini Ana tengah tenggelam dalam perasaannya.

__ADS_1


Ana merasa telah kehilangan harga dirinya sebagai wanita, berbeda dengan Alex yang merasa bangga telah menikmati tubuh kakaknya tanpa adanya halangan, andai saja ada dua raja disini ia akan tetap melakukannya dengan senang hati.


Setelah itu Ana mengenakan pakaian menuju kediamannya, dia merasa sudah tidak bisa hidup di dunia antah berantah ini.


"Seharusnya kau bangga tubuhmu telah dinikmati olehku kak," ucap Alex sambil melihat kakaknya yang terlihat mengepalkan tangan.


"Cih, aku seharusnya sudah tahu kalau kamu lebih b*j*n*an sama seperti mereka yang memanfaatkan aku karena ingin mendapatkan kultivasi lebih meningkat," ucap Ana kemudian berteleportasi langsung di kediamannya tanpa salah sasaran lagi. Dan disambut tidak hangat oleh ayahnya yang sudah di dalam kamar anaknya.


"Dimana kamu selama sebulan dari hukumanku, ayah sangat penasaran apa kamu telah berbuat onar lagi selama ini."


Sedangkan Ana yang ingin menjawab terhentikan oleh kedatangan Alex tidak lama kemudian ia berlutut di hadapan ayahnya.


"Salam ayah, selama sebulan ini Ana telah bersamaku dan Alex telah melakukan kesalahan padanya, mohon ampuni aku ayah."


Setelah Alex memberitahukan kebohongan Ana yang bersama Alex dengan bukti yang telah ia ubah dan gambaran berhubungan intim yang sengaja ia rekam dari bola cahaya.


"Baiklah kalau kalian mau melakukan ini dan itu seterusnya, silahkan keluar dari kediaman ayah hingga tak seorang pun yang akan menganggap kalian anak dari klan kami," ucap ayahnya yang memungunggi mereka berdua dengan tidak menghiraukan darah bercucuran dari anak kandungnya sendiri.


Ana pun memegang kaki ayahnya untuk memohon pengampunan darinya.


"Kau bukan anakku lagi, jadi jangan pernah mengakuiku sebagai ayahmu," ucap ayahnya sambil memberikan kode kepada pengawal untuk menyeret mereka berdua dari kediaman kerajaan raden.


"Ayah aku mohon, dengarkanlah penjelasanku."


Dengan malas ayahnya menatap Ana jijik tepat seluruh keluarga yang hadir berkumpul saat terdengar aliran kekuatan merah yang mengalir mereka merasakan hawa membunuh tajam.

__ADS_1


Setelah tatapan jijik itu, Ana tahu kalau keluarganya di dunia antah berantah ini tak pernah mempercayai dirinya akan berubah. Meski, ia telah bertransmigrasi tapi ia hidup dalam kehampaan saat ini.


Saat ini mereka berdua tengah berada di hutan kutukan. Mereka berdua bertarung secara sengit meski dantiannya telah rusak namun Ana tak ingin diam saja setelah menghadapi semua kemalangan ini dan dia akan berusaha mendapatkan kepercayaan keluarganya kembali.


"Tenangkan dirimu kakak, hari ini kamu dapat melihatnya sendiri, mereka tak menganggapmu sebagai keluarga dan aku telah membantumu dari sangkat terpuruk itu," ucap Alex dengan percaya diri.


Akhirnya Ana berlari ke arah Alex dan dengan satu tendangan darinya Alex memuntahkan darah segar. Hal itu membuat dia tercengang.


"Sungguh kakak menjadi wanita yang telah menarik perhatianku lebih dalam," ucap Alex mengusap darah segarnya dan menjentikkan tangan hingga lukanya pulih seketika.


"Mengapa dantianmu tidak rusak setelah ayah menghantammu lebih keras?"


"Kakak kau tidak perlu tahu alasanya, hanya saja kau bukan tandinganku, jadi jangan pernah meremehkan adikmu ini yang telah menikmati tubuhmu dalam waktu lama," ucap Alex sambil merobek pakaiannya Ana dengan sihirnya.


Setelah itu raja tampanlah yang datang mendorong Alex untuk menghentikkan robekan pakaian ratunya.


"Jurus angin topan neraka," ucap Raja tampan, kemudian muncullah tornado angin yang besar dan mengarah ke Alex.


Semua makhluk hidup yang tinggal di hutan kutukan merasakan ancaman bahaya lahir dari angin topan sekuat itu tidak akan bisa selamat. Para beast pun pergi dari hutan kutukan dan berlari ke arah desa yang memporak-poranda perbatasan antara manusia dan beast.


Alex yang merasa kesulitan karena besarnya angin topan untuk berdiri tegap. Dengan kesal Alex memanggil ular untuk menjadi perisai dalam hambatan ini. Dia tak akan membiarkan raja tampan itu membawa kakaknya Ana sebagai sumber kekuatan praktis dalam hal berkultivasi.


"Jurus tikaman akar hutan kutukan," ucap Alex. Seketika seluruh angin topan terhenti dengan tikaman akar hutan kutukan yang semakin tajam bila terus-menerus ditapaki oleh kaki.


"Siapa yang berani-beraninya mengaktifkan formasi senjata hutan kutukan?" tanya pemilik hutan kutukan sangat marah karena dia telah terbangun dalam tidur panjangnya beribu-ribu tahun. Lalu pemilik hutan itu mengangkat dirinya yang berwujud awan gelap.

__ADS_1


"Aku yang melakukannya, jika kau tidak tertidur lama kejadian ini takkan pernah terjadi seperti ini, maka lawanlah seseorang yang menghalangi aku untuk menuju tingkatan dewa," ucap Alex kemudian yang terbang ke atas mendekati awan gelap yang berwujud samar-samar. Awan gelap itu pun menuruti perintah Alex dan membawa Ana keluar dari hutan kutukan menuju gerbang dimensi ketiga bersama Alex hingga meninggalkan raja tampan seorang diri.


"Jurus kemarahan langit tingkat akhir," Raja tampan mengeluarkan jurus untuk menaklukkan awan gelap yang merupakan pemilik dari hutan kematian dan pemilik itu tersenyum karena raja tampan tidak dapat melanjutkan keinginannya untuk mengejar mereka berdua.


__ADS_2