
Setelah Karta lengah dari aura iblisnya itu akhirnya asassin dapat menyerang Karta dengan racun melalui pedang yang menembus jantungnya. Mereka kemudian menghilang sesudah menyelesaikan tugasnya.
"Aku tidak pernah berpikir kalau ini adalah hari akhirku, selama aku bisa menyempurnakan segel pasangan maka aku akan selamat, kemarilah permaisuri Ana yang aku cintai." ucap Karta yang mencabut pedang beracun itu dan meniduri wanita yang ia anggap adalah Ana.
Dia tak sadar bahwa wanita yang ia tiduri bukanlah Ana saat seluruh indranya telah diracuni oleh pedang menembus jantung, dan luka Karta seperti sudah tercemar dan tak akan hidup lama sebelum ia menemukan Ana sebagai penyembuhnya.
"Sungguh kasihan hidupmu Karta, tapi ini adalah permulaanmu menderita."
***
Satu bulan kemudian Ana sudah beradaptasi dalam kediaman yang tak diketahui asal-usulnya setelah kejadian Karta menyobek pakaiannya, kini dia memanfaatkan waktunya untuk menyelesaikan latihan kultivasinya. Hingga dia sudah memiliki 15.000 lingkaran Qi dan kekuatannya bumi level satu.
"Akhirnya pelatihanku selesai dan tidak terganggu oleh siapapun, otot-ototku terasa sangat kaku." setelah itu Ana mulai melakukan sedikit gerakan untuk melenturkan ototnya.
Tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam muncul. Kini Mahendra yang merupakan pengawal pribadi Raja Qin atau disebut dengan pengawal bayangan raja tampan telah berdiri tegap di hadapan Ana, kemudian ia membungkuk memberi hormat.
"Hormat saya yang mulia ratu, saya telah menyelesaikan tugas yang telah ratu berikan," ucap Mahendra.
"Coba ceritakan apa saja yang telah terjadi satu bulan terakhir di klan dan kerajaan Raden?" Ana sangat penasaran tentang apa yang terjadi akhir-akhir ini, termasuk masa hukuman kurungan di kediamannya akan segera berakhir, dan ia harus pergi dari kediaman aneh yang bukan merupakan kediaman dirinya sendiri.
"Satu minggu yang lalu ayah ratu sudah pulang dari menjalankan misi klan, beliau ingin mengunjungi ratu, namun mengurungkan niatnya terlebih ia takut kalau ratu akan berkelakuan tidak baik terhadap 12 kerajaan utama dan 8 kerajaan kecil. Sedangkan adik ratu bernama Alex merasa kesal karena ratu baik-baik saja, sepertinya dia ingin kalau ratu terus berbuat onar dan tidak mendapatkan perhatian dari ayah dan kerajaan. Saat ini yang mulia ratu masih berada di tingkat menengah level lima yang mana kekuatan ratu masih bisa mengancam nyawa kalau bertemu dengan tahap dewa. Sedangkan lelaki asing sebulan lalu berhasil menekan hingga menurunkan kultivasi yang mulia ratu dalam sekejap," ucap Mahendra melaporkan beberapa rincian singkat hal-hal yang terjadi dalam waktu satu bulan terakhir.
__ADS_1
"Kabar buruk untukku kalau begitu, lantas bagaimana bila lelaki asing itu terus mengejarku sampai disini? Apakah aku akan aman? Begitu pula dengan persembunyian diriku disini akan membuat masalah bagi kediaman raden karena telah melanggar hukuman keluarga, apa yang harus aku lakukan? Aku juga bukan ratu kalian dan tidak bisa terus menerus menetap disini!" tanya Ana yang membuat Mahendra sedikit terkejut karena ucapan yang mulia ratu terdengar masuk akal, tapi dirinya harus menyembunyikan identitas raja di hadapan ratu sebelum kultivasinya meningkat.
"Ah kondisi itu tidak perlu dikhawatirkan yang mulia ratu, karena yang mulia raja akan segera menemui ratu," ucap Mahendra dengan ragu-ragu, karena di tahu bagaimanapun juga status ratu adalah yang spesial di hati raja Qin. Meski, raja telah memiliki ratu sebelum keberadaan Ana ditemukan.
"Baiklah aku akan menemui raja kalian, meski diriku tidak mengetahui status ratuku ini tiba-tiba datang secara tak terduga, dan ini sedikit hadiah karena kau telah menjalankan tugas dengan baik Mahendra," ucap Ana sambil memberikan 30 keping emas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan.
"Terima kasih yang mulia ratu, apakah ada misi yang dapat saya kerjakan lagi?"
"Tidak ada, sebaiknya kau pulang dan beristirahat. Terima kasih telah membantuku, aku akan bersiap-siap menemui raja kalian disini," ucap Ana sambil tersenyum ramah.
Mahendra segera memberi hormat kemudian pamit undur diri. Sedangkan Ana bersiap untuk mandi karena tubuhnya terasa sangat lengket dan bau.
"Apakah anda tahu kalau raja tampanmu ini merindukan aroma tubuhmu?" ucap Raja Qin lalu tanpa sadar memeluk Ana dengan erat dari belakang yang sama-sama tidak mengenakan pakaian.
"Aku tidak mengenal dirimu raja, tapi bila sekencang ini kau memelukku tanpa pakaian aku tidak tahu dirimu lebih mesum dari ini," ucap Ana yang belum bisa menatap Raja Qin karena auranya masih menekan dirinya untuk tidak bisa bergerak.
"Maafkan aku ratu, tapi aku tidak bisa menahan diriku saat aku melihatmu pertama kali. Bukankah kau ingin bercinta denganku saat hatimu lebih mesum melihat diriku yang tampan?" tanya Raja Qin yang membalikkan posisi Ana agar berhadapan dengannya.
Ana menatap tak percaya, kalau raja yang disebutkan lelaki asing dan pengawalnya itu adalah raja tampannya dulu. Akan tetapi, ia sedikit kecewa saat mengingat kalau raja tampannya pernah membuat dirinya tersiksa hingga kematian yang menyiksanya.
"Aku tak tahu, apa alasanmu membawaku kesini hingga kejadian menyakitkan masih terbekas dalam ingatanku."
__ADS_1
"Aku mengerti perasaanmu, Ana. Tapi raja tampanmu ini masih memiliki banyak masalah yang harus diselesaikan dan aku ingin dirimu menjadi kuat, sebelum kejadian itu terjadi."
"Aku tak tahu, apakah itu kebenaran atau kebohongan?"
"Aku hanya ingin kau mengerti situasi diriku, Ana."
Namun, saat Ana hendak membalas pernyataan raja tampan, Qin menyambar tubuh Ana, membaliknya lalu memberikan gulatan penuh napsu di bibir dan lidahnya.
Kali ini, Ana tak lagi bisa menghindar saat dirinya masih ditekan kultivasinya oleh Qin. Ia melenguh sepanjang jalan ketika Qin menggendongnya ala bridal style lalu mulai merebahkannya di atas kasur ratu berwarna merah.
Saat benda pusaka itu menembus dinding pertahanan Ana dengan susah payah, saat itulah Qin tahu bahwa segel pasangannya telah terwujud dengan menggagahi seorang perawan. Lelehan airmata Ana mengalir begitu saja tapi Qin segera menghentikan tangis itu dengan ******* menggila mereka berdua.
Hingga lamanya pertempuran itu, berakhir pula kegiatan panas itu dengan cairan Qin yang tumpah di atas perut rata Ana. Tatapan Ana mengiba kepada Qin yang menatapnya penuh perasaan. Qin mengecup kening Ana setelahnya.
"Maafkan aku Ana. Dengan begini, kau tidak bisa menjauh dariku dan menghindari kehidupan Karta," ucap Qin kemudian melepaskan pelukannya.
Ana tertidur lelap karena kelelahan, tapi Qin keluar meninggalkan ratu di kamar.
Qin memanggil pengawalnya Mahendra sedang menunggu perintah dengan posisi berlutut menghadap rajanya yang telah mengenakan pakaian tidurnya.
"Hormat saya yang mulia raja, apakah ada perintah?" ucap Mahendra.
__ADS_1