Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis

Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis
Energi Qian


__ADS_3

"Maafkan aku yang telah buta akan mengenali orang," jawab Raja Qin.


"Aku memakluminya," ucap Ana.


"Aku akan mengenalkan lautan dewa ini bernama dunia para pintu yang terletak di langit ketujuh dan memiliki posisi tertinggi di atas langit lainnya."


Dunia para pintu? apa Raja Qin sudah terlempar ke tempat yang salah? lautan dewa? apa-apaan ini? bagaimana dia bisa menghadapi sang ratu bila dirinya saja terjebak di lautan dewa bersama Ana yang tidak memiliki ingatan apapun tentangnya? Apakah ini palsu? Ataukah kenyataan yang harusnya ia jalani?


"Lantas siapa namamu bila kau bukan Anaku?"


"Nama saya adalah Feng Lian yang artinya seseorang yang tenang."


Baiklah sekarang Raja Qin akan menghadapi kenyataan yang di hadapannya ialah Feng Lian, untuk urusan dia bukanlah Ana yang sesungguhnya atau bukan belum dapat dipastikan. Semoga saja dengan perjalanannya ini bisa menemukan identitas sang ratu yang sesungguhnya dan bisa berlama-lama dengan orang yang mirip dengan Ana itu.


"Kau begitu menarik sekali,"ucap Raja Qian. Dia memberi tatapan menggoda kepada Feng Lian hingga dia tersenyum bagaikan buah plum yang manis.


"Terima kasih atas pujianmu, tuan bisa memanggil saya dengan Lian," ucap Ana itu sambil menundukkan kepalanya.


"Panggil saja aku Qian, sepertinya kita berdua juga seumuran iya kan." senyum manis menghiasi wajah Raja Qin.


"Kita tidak sedekat itu."


"Bukankah ini yang namanya ketertarikanku padamu, jadi kau harus menurutinya, aku tidak ingin kita berdua terpisahkan jarak hanya karena kita tidak saling memanggil nama secara dekat, bukan?" kalimat yang tegas dengan nada yang bicara yang dingin serta tekanan yang sama dengan Ana pun membuat dirinya menuruti permintaan Raja Qin itu.


"Aku tidak biasa dengan dunia ini, bisakah kau mengizinkan aku beristirahat sebentar sebelum kita berdua menjelajah tempat ini?"


"Baiklah bila Qian menginginkannya. Apakah kau juga mau makan sesuatu?" Ana langsung menawarkan jamuan makanan agar Raja Qian dapat tidur nyenyak tanpa kelaparan.


"Bila itu ada, maka Lian juga bisa membawanya seusai aku beristirahat." Raja Qin langsung berbaring di atas ranjang yang sudah disiapkan oleh Lian dengan kekuatannya itu. Dia pun tertidur dengan terlelap.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya makanan sudah siap.

__ADS_1


"Qian bangun, makanannya sudah siap." Ana berusaha untuk membangunkan Qian yang masih lelap dalam tidurnya itu. Dia merasakan aura familiar yang tidak dapat dirinya identifikasi sendiri.


"Hoaaamm umh makanan sudah siap?" Qian langsung bangun dan berjalan ke meja makan, dia melihat banyak makanan yang di siapkan untuknya, terlebih makanan itu memiliki aroma level penyembuhan dan peningkatan kultivitasi yang tidak ia duga sebelumnya, dan dia pun berpikir bagaimana memakan makanan yang biasanya tidak ia makan itu? Dia terbiasa memakan makanan yang tercipta akan aura gelap, tapi di dunia ini terlampau banyak cahaya dewasa yang tidak biasa bagi dirinya sebagai raja iblis.


"Ini makanlah." Lian hanya memperhatikan auranya Qian yang familiar itu. Dia pun terbayangkan ingatan yang melintasi pikirannya saat ini, tapi dia tidak tahu ingatan itu berdampak baik atau burukkah baginya.


Lian sudah ada di tempat duduk itu, tapi Qian masih bergeming di tempatnya. Akhirnya Lian menarik tangan Qian sampai terduduk di kursi sebelahnya.


Ada debaran yang tidak biasa dalam diri Ana saat ini. Namun, dia tidak bisa mengartikannya begitu saja.


"Makanlah ini."


Ana memberikan buah khuldi kepada Qian. Buah itu terlihat harum saat digigit. Matanya Qian pun langsung terkejut akibat aroma buah khuldi itu mampu membuatnya melihat hal-hal di dalam dimensi itu. Dia pun segera memakan buah itu.


"Mengapa buah ini memberikan suasana disini?" tanyanya karena merasa penasaran, seharusnya dia mendapatkan efek alergi kalau itu bukan makan makanan dari dunia iblis. Nyatanya, itu mengandung energi kepadanya. Setidaknya, dia bersyukur kalau energi iblisnya tidak bertabrakan dengan energi dewa yang ada dalam makanannya itu.


"Itulah keistimewaan dari dunia para pintu yang mengandung energi dewa." setelah mendengarkan jawaban dari Ana hanya mengangguk paham.


Setelah itu Qian ingin menyendiri di kamarnya itu. Dia pun meminta Ana agar meninggalkannya sendiri di kamar. Saat ini Qian sedang dalam kondisi duduk bersila untuk menyembuhkan racunnya melalui makanan yang dibawakan Ana itu.


Saat itu, dia tidak menyadari kalau butiran butiran cahaya dewa telah mengelilinginya. Sebelah kanannya terpasang energi dewa, dan sebelah kirinya terpasang energi iblis yang membuatnya menjadi bola berenergi yin dan yang.


Bola energi yin dan yang itu memasuki tubuhnya Raja Qin. Dia dapat merasakan sesuatu yang sangatlah hebat, tapi dia tidak bisa mengartikannya.


"Ini membuat tubuhku terasa remuk redam."


Sekujur tubuhnya berkeringat hingga dia dapat merasakan energi panas maupun dingin itu ada dalam tubuhnya. Pikiran kepalanya seakan kosong melayang.


Ana yang melihat pancaran energi tak biasa dari Qian pun segera memasuki kamarnya tanpa izin darinya. Dia pun langsung menggunakan energi dewanya kepada Qian yang sudah hampir kehabisan napas karena telah memaksakan diri.


"Aaarrghh sakit."

__ADS_1


Qian merasakan kesakitan yang luar biasa. Hal itu, terjadi dengan banyak energi yang berbeda itu tercampur dalam tubuhnya.


"Kau harus menahannya, kalau kau tidak ingin mati."


Qian yang mendengarkan suara merdunya Ana pun langsung menegakkan tubuhnya lagi dari duduk bersila itu. Dia dapat merasakan kerinduan yang tidak biasa kepada Ana hingga Lian pun dapat mengetahui perasaan sesungguhnya Qian.


Dia pun dapat melihat ingatan dari Qian bersama dengan orang yang mirip dengannya itu.


"Dia sangatlah mirip denganku."


"Ana."


Qian melihat Ana secara dekat saat itu. Kedua matanya saling berhadapan hingga Ana pun tergoda dengan tatapan matanya itu. Begitu membuatnya candu!


Alhasil, mereka berdua pun melakukan hal-hal yang di luar batas itu hingga kesakitan energi itu tidak menyerang tubuhnya Qian lagi.


Keduanya pun tertidur nyenyak setelah melakukan itu. Sampai tangannya saling mengenggam satu sama lain.


***


Qian pun kembali ke dunia iblis. Dia pun terbangun dari tidurnya itu. Dia mengerjapkan matanya lagi sampai berulang kali.


Apakah ini palsu? Ataukah kenyataan?


"Pengawal," teriak Qian itu.


"Ya, Yang Mulia Raja." Pengawal itu segera menunduk hormat kepada Qian.


"Dimana Sang Ratu?" tanya Qian.


"Bukankah Yang Mulia Raja telah membawanya ke istana dingin akibat menyerang Yang Mulia Raja," jawabnya.

__ADS_1


Qian pun mengernyitkan keningnya. Dia tidak habis pikir kalau perjalanannya ke dunia para pintu dapat mengalahkan Sang Ratu. Dia pun masih merasakan sisa-sisa kehangatan dari Ana dan kenikmatan yang tidak biasa itu.


"Apakah aku benar-benar melakukannya?" tanya Qian memastikan kepada pengawalnya itu.


__ADS_2