
"Kau ikuti perkataanku atau kau memiliki keputusanmu sendiri, anak muda?" ucap seseorang itu.
Qian yang mendengarkan itu pun masih ragu dengan jawabannya saat ini. Dia memang terlalu banyak berpikir hingga membuat kehilangan Ana dari sampingnya.
Dia merasa bersalah setelah beberapa generasi. Dia pun tidak mudah melupakan ingatan yang membekas itu.
Seseorang yang tengah mempertanyakan keputusan Qian pun menyadari kebimbangan Qian hingga dia langsung mengirimkan teleportasi tepat yang Qian pijaki itu ke arah turnamen Lautan Dewa.
"Aaargh," teriak Qian. Dia baru sadar gonjangan di tubuhnya kalau dia berada di lingkaran teleportasi yang berhasil membuat tubuhnya berputar-putar dalam dimensi itu.
'Apakah dia yang melakukan itu kepadaku?' batin Qian. Dia merasakan teleportasi ini begitu lama sehingga dia tidak menyadari kalau dirinya sudah terjebur di dalam air.
Byuur
'Ini benar-benar membuatku sial.' batin Qian yang terus menggerutu. Dia pun mencoba keluar dari dalam air itu, tapi selendang-selendang di dalam air itu begitu banyak. Bahkan, itu hampir menutup seluruh wajahnya.
"Apa lagi ini?" teriak Qian kesal dengan selendang-selendang yang menganggu tubuhnya ingin naik ke daratan itu.
"Ini turnamen Lautan Dewa, apakah kau tidak mengetahuinya?" ucap Hanshi dari klan Wu.
Qian yang melihat Hanshi yang sangat mirip pengawalnya itu pun segera menggerutu kepadanya.
"Kalau aku tahu, aku tidak akan mempertanyakannya kepadamu Cao," ucap Qian. Dia memanggil namanya Cao yang ada di dunia iblis itu.
"Sepertinya kau salah mengenali orang, Aku Hanshi dari klan Wu yang ikut bertanding di Turnamen Lautan Dewa ini," ucap Hanshi. Dia memperkenalkan dirinya kepada Qian tanpa kesulitan, meski selendang-selendang itu memburunya.
Qian yang mendengarkan itu pun sontak terkejut. Dia tidak menyadari akan mengenali seseorang yang ia kenali, tapi tidak mengenalnya lagi seperti Ana.
"Ehem, kalau begitu maafkan aku," ucap Qian.
"Sepertinya, kamu belum terbiasa dengan turnamen ini, siapa yang mengirimkanmu?" tanya Hanshi.
Qian tidak biasa berbicara di dalam air seperti Hanshi. Dia merasa kalau dirinya akan mati terkena banyak air di tubuhnya saat ini.
Hanshi yang menyadari Qian tidak berdaya di dalam air itu pun segera memberikan energi kepadanya tepat di jantungnya hingga dia menabrak terumbu karang.
__ADS_1
Uhuk
Qian pun langsung merasakan energi yang tidak biasa itu mengalir di dalam tubuhnya itu.
"Ini, aku bisa bicara di dalam air!" seru Qian senang. Dia baru menyadari kalau mendapatkan petualangan seperti ini, memang tidak ada duanya daripada menjadi raja yang terus memerintahkan di dunia iblis.
"Aku memberikan sedikit energiku kepadamu," ucap Hanshi itu.
"Bagaimana bisa?" tanya Qian.
"Aku selalu gagal dalam turnamen bila berada di babak pertengahan, jadi aku ingin membawamu sampai kesana, mungkin saja kau bisa mendapatkan ide untuk lulus disana," jawab Hanshi, terdengar masuk akal bagi Qian.
"Pantas saja, kau sudah terbiasa dengan lautan ini yang selalu diserang oleh selendang-selendang," ucap Qian.
Dia kesal sekali karena selendang-selendang itu terus menghampiri Qian. Dia belum terlepas dari selendang, tapi dia masih bisa berbicara di dalam air itu.
"Bagaimana aku bisa melepaskan dari selendang-selendang ini?" tanya Qian. Dia mulai terganggu dengan selendang-selendang yang mengikatnya itu.
"Kau harus mengontrol pikiranmu yang terlalu banyak memikirkan masalah itu, kuncinya ialah ketenangan. Bila kau bisa mengontrolnya, kau akan bisa memerintahkan selendang itu agar bisa berbentuk seperti yang kau inginkan, seperti aku meminta selendangku menjadikan ranjang di tengah lautan," jelas Hanshi. Dia memperlihatkan ketenangannya itu sambil tidur-tiduran menunggu waktu ujian turnamen itu berakhir dan lolos ke babak selanjutnya.
Hanshi yang meihat itu pun membantunya dengan energi pemutus selendang sambil berkata. Seledang yang mencekik Qian pun terputus lalu tumbuh lagi bagaikan lintah yang menyambung itu.
"Kau harus menenangkan pikiranmu, jangan fokus kepada yang lain," ucap Hanshi.
'Aku tidak mengira kalau aku sebagai raja iblis tidak bisa menenangkan pikiranku. Bahkan, pengawal yang selalu tunduk kepadaku menjadi lebih baik dariku disini.' batin Qian.
"Jangan terlalu banyak pikiran! Tenangkan saja dulu hatimu itu," peringat Hanshi. Mengingat dia melihat ada sesuatu yang salah dalam dirinya Qian.
Qian yang mendengarkan itu pun bergegas melupakan semua masalahnya baik di dunia manusia maupun dunia iblis. Dia tidak boleh berada di Lautan Dewa selamanya sebelum bisa menyadarkan Ana.
Fokusnya Qian pun membuahkan hasil, dia bisa
tubuhnya dari jejaring selendang-selendang itu. Bahkan, dia bisa memerintahkan selendang-selendang itu seperti Hanshi.
"Baiklah, Terima kasih atas ajaranmu itu. Padahal, kau baru mengenaliku, " ucap Qian.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku menemukan seseorang yang bisa aku ajarkan membuatku senang, " jawab Hanshi. Dia memutarkan selendang-selendang itu bagaikan putaran air lalu dia pun menyuruhnya menari-nari di dalam air itu.
"Setelah ini, kita harus bagaimana? " tanya Qian. Dia tampak senang mendapati turnamen yang menurutnya aneh Itu. Berbeda bila dilakukan dalam dunia iblis akan sangat menyeramkan.
"Menunggu waktu yang telah ditentukan, tapi karena kau baru disini, kau bisa berkeliling di dalam air ini, mungkin saja kau bisa menemukan sesuatu yang menarik, " ucap Hanshi. Dia memberikan bola selendang itu agar dipantulkan lagi oleh Qian.
Qian menerimanya dengan senang hati. Mereka berdua pun berenang lebih jauh lagi dari tengah-tengah air itu sampai menemukan seseorang yang meminta tolong.
"Tolong aku! " teriak seorang wanita nan jauh disana.
"Siapa itu? " tanya Qian penasaran. Dia merasakan suara yang ia kenali, tapi Hanshi yang mendengarkannya pun mencoba kabur lalu Qian menghentikkannya dengan menarik bajunya Hanshi.
"Kau mau kemana? " tanya Qian kepada Hanshi.
"Jeritan wanita itu meminta tolong, yang artinya aku harus segera pergi dan tidak ikut campur, " ucap Hanshi tersenyum sambil memalingkan wajahnya.
"Kau ikut aku. Kita harus menolongnya, " ucap Qian. Dia tidak bisa membiarkan seseorang yang meminta tolong itu dibiarkan begitu saja. Dia mengingat kejadian yang lalu, membuatnya semakin bersalah.
"Tunggu! Kita sedang turnamen yang artinya kita tidak bisa membantu kecuali kemampuannya sendiri, " ucap Hanshi.
"Bukankah kau juga tadi membantuku? " tanya Qian.
"Itu berbeda, " jawab Hanshi.
"Sama saja buatku, " ucap Qian. Dia pun membawa Hanshi secara terpaksa dengan selendang-selendang miliknya agar bisa menarik Hanshi.
Hanshi yangg terus menerus diseret oleh Qian pun masih memberontak.
"Kau tidak boleh menyeret ku seperti ini, " gerutuu Hanshi.
"Kalau kau tidak ingin diseret, maka ikut aku secara sukarela, " ucap Qian terdengar memaksa.
"Kau memaksaku? " keluh Hanshi menunduk.
"Ya, ini perintah demi kebaikan, " jawab Qian mengusap-usap kepalanya Hanshi.
__ADS_1
Hanshi yang mendapati itu pun tetap waspada. Dia merasa ada sesuatu yang tidak beres saat mereka berdua menjauh dari tengah-tengah air turnamen itu.