
"Kau ratu," ucap Qian.
"Aku?" ucap Geisha. Dia menunjuk dirinya sendiri dengan raut wajah kebingungan.
"Jangan bercanda deh Qian." Ana segera turun dari tempat tertingginya itu.
"Dia beneran ratu iblis, Lian," jawab Qian. Dia keceplosan menyebutkan nama sang ratu iblis.
"Iblis? Apakah kau pernah lihat iblis?" tanya Ana lagi. Dia curiga kalau Qian bukanlah manusia melainkan iblis yang harus ia musnahkan bila dia benar-benar berkaitan dengan iblis itu.
Qian yang mendapatan tatapan penuh mematikan dari Ana pun kaget. Tekanan yang dikeluarkan oleh Ana pun bukanlah tekanan yang biasa melainkan tekanan kematian yang siapa saja bisa dibunuh dalam waktu singkat.
"Aku pernah melihatnya di desaku. Dia membunuh keluargaku," ucap Qian bohong. Dia memastikan kata-katanya tidak terlihat kebohongan hingga dia berdiri tegak sambil mengeluarkan aura yang menyedihkan untuk dilihat oleh Ana kalau dirinya tidak berbohong.
Kalau dalam kerajaan iblis, disebut dengan memanipulasi suara antara kejujuran dengan kebohongan yang disatupadukan menjadi satu. Bukan hanya itu saja, aura yang ketakutan pun bisa dimanipulasi dengan aura menyedihkan hingga orang yang melihatnya akan merasakan kesedihan seperti pelakunya.
Ana yang tadinya mengeluarkan tekanan mematikan pun langsung memusnahkan tekanan itu begitu saja seolah angin yang berlalu.
"Maafkan aku yang tidak mengetahui masa lalumu," ucap Ana.
"Ya, tapi kalau dia?" tunjuk Qian kepada Geisha.
"Dia adalah pelayanku kalau dalam tingkat langit, tapi aku selalu menganggapnya sebagai temanku di Lautan Dewa ini. Jadi, kau tidak perlu khawatir dengan Geisha ini karena dia bukanlah ratu iblis yang kau sebutkan tadi," jelas Ana.
Qian pun menganggukkan kepalanya. Dia benar-benar tidak mengerti akan situasi di Lautan Dewa, kenapa dia selalu dipertemukan dengan orang-orang yang ia kenali di dunia iblis? Bahkan, dia pun harus menemui orang yang ia sayangi itu juga disini? Apakah ini pertanda akan sesuatu itu ditakdirkan untukku? Ataukah maksud lain?
Keduanya yang terlihat akur itu tidak membuktikkan kalau Geisha adalah ratu iblis. Di kerajaan iblis, sang ratu sangat tidak menyukai Ana. Itu bukankah sebuah kebetulan yang aneh? Mengingat, dia pun tahu kalau sang ratu telah melarikan diri. Apakah ini yang dinamakan akal-akalan seorang ratu iblis itu?
Dia pun masih menatap Geisha dengan tidak yakin.
__ADS_1
Ana menarik tangannya Geisha ke tempat tersembunyi. Dia pun memblokir suaranya agar tidak terdengar oleh orang luar, termasuk Qian tidak bisa mendapatkan akses mendengarnya itu.
"Kau tidak kenal dengan Qian?" tanya Ana memastikan. Dia merasakan sesuatu yang luar biasa akan terjadi kalau tidak dipastikan terlebih dahulu.
"Aku memang tidak mengenalnya, kenapa kau masih bertanya kepadaku? Apa kau sedang mencurigaiku?" ucap Geisha kesal.
Dia sudah tinggal lama dengan Ana selama di Lautan Dewa itu beribu-ribu tahu, tapi Ana masih mencurigainya? Apakah itu hal yang pantas diterimanya sebagai pengabdi setianya Ana dari ribuan tahun lalu hingga sekarang?
"Bukannya aku mencurigaimu, tapi tatapannya Qian itu seperti sedang mengulitimu atau memiliki dendam kepadamu," ucap Ana. Dia menjelaskan perkataannya demi menghilangkan kekesalannya Geisha itu.
"Kau tahu sendiri tentang aku yang tidak pergi kemana-mana selain menemanimu disini," jawab Geisha.
"Ya, aku minta maaf kepadamu yang menuduh itu," jawab Ana. Dia merasa bersalah telah menuding Geisha yang sudah menemaninya beribu-ribu tahun itu lalu Geisha pun pergi meninggalkan Ana.
Geisha pun berlari sejauh mungkin dari Ana hingga tindakan mereka berdua menjadi aksi saling mengejar satu sama lain.
"Hiks..." tangis Geisha pun pecah saat dia berlari menggunakan kekuatan peringan tubuhnya itu. Namun, seseorang berhasil menculik Geisha hingga tidak sadarkan diri.
"Namamu bagus juga, terlebih dirimu berada di Lautan Dewa yang memiliki banyak hal menarik," gumam Sang Ratu.
Ratu pun mempertimbangkan wajahnya Geisha yang mirip dengannya itu.
"Sebagai ratu yang baik hati, aku akan membuatmu merasakan namanya dunia iblis di bawah sana lalu hidup dikejar-kejar oleh para pengawal Raja Qin itu."
Sang Ratu pun melemparkan Geisha itu ke jurang iblis. Dia yang tak sadarkan diri itu hanya bisa menutup matanya tanpa tahu, apa yang akan ia alami.
Sang Ratu yang sudah terluka dari siksaan para pengawal Raja Qin itu sembuh seketika saat dia sudah menyedot ingatannya Geisha.
Ternyata, ingatan Geisha mengandung energi dewa yang dapat memulihkan luka-laka baik luar maupun dalam. Dia pun menerawang lagi akan khasiat menyedot ingatannya Geisha itu.
__ADS_1
Tak hanya itu saja, ingatannya mampu membuat tubuh abadi hingga seberapa kali manusia maupun iblis yang menyerang pun tidak akan membuat dirinya terluka. Pantas saja, semua dewa dinamakan keabadian yang tiada batasnya itu, mungkin saja dari ini.
Sang ratu yang mengetahui itu pun tersenyum licik. Dia akan mengambil Lautan Dewa itu agar bisa memusnahkan kerajaan iblis yang berhasil menyiksanya saat itu.
Usai rencana yang ia pikirkan itu, ada seseorang yang memanggil nama dari orang yang ia dorong tadi ke lautan iblis itu.
"Geisha, aku salah. Maafkan aku ya," panggil Ana. Dia terus-menerus memanggil Geisha yang tidak menunjukkan batang hidungnya itu.
'Suaranya mirip seorang ****** yang aku benci di dunia iblis.' batin Sang Ratu.
Sang Ratu belum menunjukkan batang hidungnya itu akibat dia memerlukan penyesuain ingatannya Geisha, energinya, hingga keseluruhannya. Dia tidak boleh memperlihatkan celah dalam penyamarannya itu. Mengingat, Lautan Dewa akan selalu menyeleksi orang-orang yang berkeliaran aneh bila ada sedikit celah di antaranya itu.
Sungguh merepotkan!
"Geisha, kamu dimana?" panggil Ana lagi. Dia merasa bersalah atas apa yang ia tudingkan tadi. Dia terlalu takut bila Geisha meninggalkannya seorang diri di Lautan Dewa itu. Mengingat, hanya dialah yang bisa diajak berbicara sebagai partner berbeda dengan makhluk lainnya yang menganggap dirinya perlu dihormati dan tidak berani mengajaknya berbicara.
'Ternyata, dia Ana sahabat baiknya Geisha ya. Sungguh kebetulan sekali!' batin Sang Ratu. Dia akan membalaskan dendamnya terhadap Ana.
"Geisha, aku akan melakukan apapun yang kau mau. Jadi, kau tidak boleh meninggalkan aku ya." Ana tengah berlutut di tengah-tengah hutan Dewa itu.
Qian yang melihat itu pun memberikan jubahnya kepada Ana.
"Kau tidak boleh memberikan kepercayaan kepada Geisha itu," ucap Qian.
Ana yang mendengarkan itu pun mendongak ke atas lalu dia mendorong Qian.
"Kalau aku tidak mempercayaimu, Geisha tidak akan pergi meninggalkan aku," jawab Ana. Dia menangis akibat Geisha belum menunjukkan batang hidungnya itu. Padahal, dia merasakan energinya Geisha berada di tengah-tengah hutan dewa itu. Dia tidak mungkin salah dalam mendeteksi energi seseorang.
Sang Ratu yang masih bersembunyi dalam goa itu pun melihat Qian berada di sampingnya Ana.
__ADS_1
"Dia lagi."