Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis

Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis
Pembalasan


__ADS_3

Kekuatan raja tampan melemah saat segel dalam ratunya semakin pudar dan menjauh dari beberapa dimensi yang ia tinggali.


"Bagaimana mungkin aku kalah dari pemilik hutan seperti hutan kutukan aku tak terima," teriak raja tampan.


"Jurus pembangkit kegelapan." Raja tampan mengeluarkan jurus ketiganya. Namun sayang kegelapan yang ia juruskan telah memudar dan membuatnya terbatuk-batuk darah.


Saat jurus pembangkit kegelapan mengeluarkan aura dingin dan mencekam itu sudah sangat dekat ke titik vital pemilik hutan kutukan, pengawal raja tampan membawa rajanya dengan teleportasi darurat saat pemilik hutan akan mengeluarkan jurus kematiannya.


"Ini adalah kekalahanku yang tragis karena tidak bisa menghilangkan gairahku kepada ratu, tak selayaknya diriku kembali hidup lagi kalau aku tak bisa mengubah masa depanku dengan ratu yang aku sayangi seumur hidupku," ucap raja tampan kembali di kediamannya menuju tempat tidurnya karena terluka parah. Setelah beberapa saat ia diobati, ratu yang tak ia cintai datang menghadapnya.


Saat ini tinggal mereka berdua di kamar raja. Karena hari sudah gelap maka aura api dari ratu yang menginginkan dirinya hadir dalam suasana tidak diterima.


"Humm.. mungkin aku perlu memberimu saran raja bonekaku kalau kamu tak layak menurunkan tahtaku karena kedatangan seseorang di hatimu," ucap ratunya tanpa memberi penghormatan dan ia menggunakan sihir manipulasi suara.


"Apa yang kamu bicarakan ratuku tersayang?" tanya raja berpura-pura tidak sakit dan bertindak elegan serta berwibawa.


Di luar ruangan para pelayan dan pengawal yang mendengarkan sihir manipulasi suara hanya bersemu kemerahan mendengarkan hal-hal yang mendebarkan.


Entah sihir apa yang dimanipulasi oleh ratu sehingga mereka beranggap demikian?


***


Saat ini mereka berdua berada di lintasan dunia menengah tingkat akhir. Karena teleportasi pemilik hutan kutukan telah berhasil membawa Ana dan Alex menjauh dari hadapan Raja tampan.

__ADS_1


Semua yang berada di lintasan dunia menengah tingkat akhir kini sedang berada dalam ujian turnamen. Hanya saja, posisi mereka berdua sedang dalam kondisi yang sangat buruk karena berada di tengah-tengah pertarungan ujian.


Saat ini mereka berdua sedang berada di tengah melerainya pertarungan sengit antara sihir tingkat jendral dan sihir tingkat pemula.


"Siapa kalian berdua tengah mengacaukan pertarungan ujian akademi?" tanya seorang pria baruh baya pada Ana dan Alex.


"Hmm... mungkin aku perlu menjelaskan semua ini, kalau kami berdua tidak sengaja berteleportasi di akademi Tian," ucap Alex sambil memberikan sihir pengganti baju yang layak bagi mereka berdua.


"Tunggu sebentar anda menggunakan sihir semudah itu, apakah anda adalah klan wen yang merupakan musuh bebuyutan akademi kami?" ucap pria itu menatap tajam dan mengeluarkan aura kemarahan yang mampu membuat orang menggigil.


"Sepertinya anda salah paham tuan. Kami berdua berada dalam garis keturunan Raden yang merupakan dimensi dunia langit lapisan pertama," ucap Ana yang melihat Alex sedikit aneh setelah pria baruh baya itu menambahkan klan wen. Lalu Ana meminta maaf atas sikap lancangnya mereka berdua yang menerobos di tengah pertarungan ujian akademi dengan memberikan 50 batu spiritual sebagai kompensasi.


Saat mereka berdua hendak pergi dari akademi Tian, tetua dan para murid menghalangi jalannya.


"Hei apa yang kalian lakukan menghalangi jalan kami yang merupakan bagian dari keluarga terhormat," teriak Alex.


"Lancang sekali kau! Mentang-mentang dunia atas dan menginjak-nginjak martabat akademi Tian yang berada di pelintasan menengah tingkat akhir!" Yang Xie mengacungkan pedangnya kepada Alex yang masih memegang tangan Ana di belakangnya.


"Kami tak ada urusan denganmu, biarkan kami pergi dari sini." Alex menggunakan dua jarinya untuk memotong pedang yang mengarah kepada lehernya.


"Aku memang tak ada urusan dengan kalian, namun kalian merusak ujian akademi sehingga kalian berdua harus berada dalam pengawasan akademi Tian untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan terjadi." ucap Yang Xie yang menggunakan bayangannya untuk memukuli Alex hingga tersungkur ke bawah dan terlepas dari pegangan tangannya Ana.


"Hentikan! Sebagai pengganti kekacauan ujian akademi ini akan diatur ulang kembali dan kalian berdua harus mengikuti ujian. Atau akan ada konsekuensi dari siksaan 100 pukulan dewa dan rendaman dingin buaya." ucap tetua yang menyingkirkan mereka berdua berkelahi tanpa mengindahkan aturan akademi Tian.

__ADS_1


"Baiklah kami akan terima keputusan tetua, mohon terima hormat kami berdua atas kekacauan ujian akademi Tian." Ana menunduk hormat dan Alex pun mengikutinya setelah ia babak belur oleh murid unggulan Akademi Tian.


"Baiklah kalian berdua dapat tinggal di kediaman luar." tetua menyerahkan token kepada mereka berdua agar segera pergi berkultivasi dan belajar sesuai aturan akademi Tian.


Alex tak tinggal diam, dia memberikan kendali terhadap hati Yang Xie dengan sihir racunnya agar dia dapat mengontrol kekuasaan dunia menengah tanpa sepengetahuan klan.


"Aku akan membalasmu, dasar lelaki tak tahu diri." ucap Alex kemudian pergi membawa Ana dalam gendongan ala bridal stylenya dengan teknik qing qongnya menuju kediaman luar akademi Tian.


Dengan segera Ana berpegangan tangan saat tahu adiknya akan pergi sambil mengusap luka di wajah Alex menggunakan sapu tangannya.


"Apakah kau baik-baik saja? aku akan mengobati lukamu meski kultivasiku hancur, tapi setidaknya aku bisa menggunakan obat-obatan yang tersimpan dalam ruang penyimpananku di dalam gelang." ucap Ana membawa Alex itu pergi ke paviliun tersembunyi yang ia siapkan sejak dia dikurung dalam kediaman raja tampan.


Ana kembali dengan membawa salep, teh hangat dan beberapa camilan.


"Umm... aku tidak tahu kalau dirimu tak pandai mengontrol emosi selama ini." Ana bertanya seperti itu karena dia penasaran apakah klan Wei pernah berhubungan dengan klan Raden dan akademi Tian.


"Aku senang kau mengkhawatirkan aku kak, tapi aku lebih senang lagi saat kakak tidak perlu mencari tahu alasan aku berbuat sampai begini." Alex mencium rambut Ana sambil memberikan penekanan dalam mata dan kata-katanya yang mengena di hati Ana.


Ana mengoleskan salep dengan telaten pada Ales meski suasananya menjadi merinding. Setelah selesai mereka berdua tidur bersama dalam paviliun itu.


Keesokan paginya, Alex sudah bersiap lebih awal untuk pergi ke tempat kultivasi. Bukan karena dia terlalu semangat, namun dia sangat ingin balas dendam terhadap perbuatan hina yang dilakukan oleh seluruh akademi Tian karena telah menginjak harga dirinya di banyak orang. Terutama di hadapa orang yang disayanginya yaitu Ana.


"Masih sangat sepi, mungkin akan lebih efektif dengan kultivasi ganda bersamanya." ucap Alex yang menyeringai.

__ADS_1


Saat Ana sedang terlarut dalam mimpinya, tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh area sensitifnya hingga ia mendesah. Saat Ana membuka mata dia kaget melihat Alex sudah membuka bajunya.


__ADS_2