Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis

Aku Terjebak Lautan Dewa Dan Iblis
Senyuman Palsu


__ADS_3

"Berikan token ini kepada yang mulia ratu setelah dia bangun, ini akan menjaganya dari kekhawatiran yang tidak perlu atau ia tanyakan padamu."


"Baik, tapi kenapa yang mulia raja tidak memberikannya langsung kepada ratu?" Mahendra sangat penasaran tentang keadaan yang mulia raja akhir-akhir ini.


"Aku ada urusan," ucap Raja Qin dingin.


Mahendra segera memberikan hormat kemudian pamid undur diri. Sedangkan Raja Qin menggunakan kekuatannya untuk membersihkan dirinya dari segel pasangan yang telah ia lakukan bersama Ratu Ana.


Raja Qin kembali membuka cermin takdir setelah ia selesai membersikan dirinya dari segel pasangan itu.


Saat ia melihatnya, ia merasa kesal pada takdirnya saat ramalan itu masih sama dan tidak bisa diubah, mengapa segala sesuatunya menjadi sulit seperti ini. Raja Qin langsung mengeluarkan aura marahnya hingga membakar pepohonan yang rindang dan sejuk itu.


"Apa yang harus aku lakukan?"


***


Pagi menjelang, ketika mentari akan segera meinggi. Ana meraba sisi sebelahnya yang sudah kosong. Tak ada raja tampan yang mesum lagi. Dia sendirian. Susah payah Ana menghindari perbuatan mesum dari Karta, kini ia telah ternodai oleh raja tampan dengan segel pasangan yang membuat dirinya harus mematuhi segala perintahnya.


Namun, alangkah teganya sang raja tampan, meninggalkannya sendiri tanpa pesan. Ana melihat bercak darah di atas kasur, bukti kesuciannya yang sudah hilang. Seluruh tubuh Ana terasa remuk karena sudah bertempur semalaman dengan raja tampan yang ia puja saat ia masih berwujud bayi.


Ana berusaha menormalkan jalannya menuju kamar mandinya yang jadi sedikit lain saat ini. Rasa sakit di bagian inti tubuhnya semakin terasa ketika kaki saling bergesekan ketika berjalan. Dia tidak tahu mengapa raja tampan meninggalkannya begitu saja. Raja tampan itu bahkan tak memiliki perasaan. Ia sudah tiba di kamar andi yang telah disiapkan oleh para pelayan sebelum dia bangun, air hangat di bak mandi pun terasa hangat untuk tubuh yang remuknya ini.


Saat ini Ana telah menyelesaikan mandinya langsung kembali masuk ke kamar dan mempersiapkan diri untuk pulang kediaman ayahandanya.


Di pagi yang cerah ini Ana tengah didandani oleh para pelayan yang menyanjung kecantikannya, walaupun pelayannya sudah memohon agar ratunya tidak perlu pulang kembali ke kediaman ayahandanya namun tetaplah Ana yang keras kepala.

__ADS_1


"Yang mulia ratu, bisakah tidak pulang dan teruslah menetap disini?" ucap Yuan Yuan dengan tatapan memohon setelah menyelesaikan dandanan ratunya.


"Aku tak bisa menetap disini terlalu lama, ayahanda belum tahu akan statusku disini, dan berhentilah memohon soal kepergianku," ucap Ana yang sudah merasa gemas kepada pelayannya tersebut.


Sang pelayan hanya bisa diam dan mengalah, dia sadar bahwa ratunya itu sangat keras kepala.


Tak berselang lama ada seorang pengawal pribadinya yang memasuki kamar sang ratu tersebut, kemudian ia membungkuk memberi hormat.


"Yang mulia ratu, ini token dari yang mulia raja sebelum ratu kembali ke kediaman." ya pria tersebut tak lain dan tak bukan adalah Mahendra yang baru saja ditugaskan untuk mengirimkan pesannya saat Ana telah terpasang segel pasangan dengan Raja Qin.


Ana yang merasa familiar dengan suara tersebut langsung menoleh dan tersenyum. "Terima kasih, tokennya saya terima." setelah itu Ana memegang token yang tak lain dan tak bukan adalah token selir paling bawah.


Ana hanya mengepalkan tangannya dan berpura-pura tersenyum di hadapan para pelayan dan pengawal pribadi yag mengikuti raja tampan.


"Maaf yang mulia ratu saya pamit undur diri." setelah itu Ana pergi dengan giok teleportasi yang sempat dikunci oleh Raja Qin agar tidak melarikan diri.


Tak berselang lama Ana mendarat tepat di atas Alex dan mengecup bibir saudaranya sendiri.


"Maaf Alex sepertinya aku salah mendarat." setelah itu Ana mau pergi tapi dicegah oleh saudaranya Alex.


Glek...


Ana menelan ludahnya kasar. Seakan tenggorokannya tersedak batu saat Alex menatap tajam dirinya.


"Apa kau tidak menjalankan hukuman ayah dengan benar?" ucap Alex dengan sedikit keras sehingga dapat didengar beberapa orang termasuk Ana yang seakan takut ketahuan kalau keluarganya melihat dia berada di kamar adik tirinya.

__ADS_1


Ana melihat sekeliling untuk mencari ide agar bisa berbohong dengan adiknya namun hasilnya dia dibawa ke kamar mandi oleh anaconda milik Alex.


"Apa yang membuatmu begitu marah adikku? Apakah itu ciuman pertamamu? Ataukah kau memiliki maksud lain dengan membawaku ke kamar mandimu?" tanya Ana berpura-pura lemah dan terbatuk-batuk di hadapan adik tirinya.


"Apakah kakak sampah sepertimu layak menjadi wanita yang melayani tidurku?" ucap Alex sedikit mengeluarkan aura membunuh karena dia dapat mencium aroma tubuh kakak tirinya telah menjadi bahan perebutan dua kerajaan.


"Apa maksud perkataanmu itu?" teriak Ana tak tahan dan dia memaksakan spiritual dari segel pasangan terkutuk itu hingga memporak-poranda kamar Alex.


"Tenanglah saudariku, ini baru permulaanku biar mereka tahu kalau dirimu tidak berubah seperti dulu." setelah dia menggunakan barrel pelindung dari hantaman keras segel yang dikeluarkan Ana, ia menggunakan sihir untuk membuat bajunya terbuka semua.


"Beraninya kau menggunakan sihir mesummu kepada kakakmu!" ucap Ana dengan penuh amarah.


"Pantas tidaknya kau menjadi wanita yang diperebutkan dua kerajaan bukanlah hakmu kak, aku harus membuatmu tunduk padaku." Alex menggunakan tali spiritual yang mengikat badan Ana di tempat tidurnya dengan tidak menggunakan pakaian karena mereka berdua telah membuka seluruh bajunya tanpa sehelai kain.


Alex merasa iri saat melihat keenganan terlihat di wajah Ana. Dia pun berhasil menghampiri Ana yang sudah kehilangan spiritualnya semenjak ia telah dililitkan oleh anacondanya dan berniat melakukan hubungan itu.


"Beraninya kau berbuat ini padaku, Alex." ucap Ana tak terima diperlakukan sebagai p*l*c*r yang digilir dari pria aneh, raja tampan hingga Alex yang merupakan adik tirinya.


Ana merasakan kulit mereka beradu dan bersentuhan langsung. Alex sebenarnya sangat gugup. Ini pertama kali baginya melakukan hubungan badan. Namun, ia sudah terbawa emosi saat Ana mendaratkan dirinya di bibirnya dan dia dapat merasakan aura dua kerajaan yang mengincar kakaknya.


"Kita kakak beradik Alex," ujar Ana mencoba menggunakan kekuatannya yang tersisa, meski kenyataannya seluruh meridiannya tersegel saat anaconda melilitkan tubuhnya.


"Kamu salah kak, kita tidak memiliki hubungan darah, jadi aku bisa menikmati tubuh kakak," ujar Alex.


Tangan Alex mengelus punggung Ana hingga menyentuh bagian sensitif Ana. Alex kembali menarik napas dalam melihat tubuh Ana yang begitu menggoda.

__ADS_1


Sebagai pria normal ia pasti akan bernapsu melihat tubuh polos yang putih bersih dan mulus dari seorang wanita.


__ADS_2