
Jalanan yang cukup ramai bikin Sania suntuk, semalaman ia tidak bisa tidur karena masalah kemaren. Gara gara itu juga Bendick maksa buat nganter Sania hari ini. Entah apa yang terjadi sama abangnya. Sania memang tau Guardian dan Kaltter dulu adalah musuh bebuyutan tapi sekarang sudah damai bukan. Kejadian itu 2 taun yang lalu. Bukankah Jevon kemaren juga bilang kalau sekolah mereka baik-baik saja?
"Sial, macet" gumam Ben
"Kalo Lo keburu telat gue bisa naik bus kalik bang, tadi pak Ali juga bisa nganter. Lo kenapa sih?" tanya Sania
"Gapapa, Lo jujurkan san soal pertanyaan gue tadi pagi"
"Astaga, iyaa gue gada balikan sama Jevon. Orang gue kemarin sinis sama dia. Emang Lo gak liat muka gue difoto itu? Gue keliatan seneng atau enggak?"
Iyaa feeling Sania kemaren memang tidaklah salah, kurang dari 6jam dia meninggalkan gedung, berita tentang dia sama Jevon sudah terpampang di portal online sekolah. Bahkan Instagram juga berseliweran foto Sania sama Jevon
Sania sudah menebak ini, Jevon bukanlah seseorang biasa. Ia menjadi selebriti sekarang jadi wajar saja kalau berita tentang dia ada di media sosial. Sementara diportal Kaltter memanglah sering menyiarkan berita. Jika kamu menyandang status pelajar Kaltter maka sangatlah mungkin kamu menjadi topik berita.
"Kenapa Lo tenang banget?"
"Tenang gimana ini pikiran gue udah kemana mana. Gue bingung ngadepin anak anak sekolah kaya gimana. Nyebelin padahal gue ga ngelakuin kesalahan apapun" kesal Sania
"Lo mau gue tungguin sampe pulang?"
"Lopikir gue anak TK?udah gausah. Gue bisa ngadepin. Bahkan dulu gue lebih dari ini"
Akhirnya mereka sampai di sekolah Sania. Sania terlihat gugup dan wajahnya terlihat kesal. Ben memandang adiknya cemas. Bagaimana dengan adiknya nanti
"Gue anter sampe lapangan dah" saran Ben
"Gila Lo, kalo caranya gitu semua orang malah liatin gue! Udah gapapa kalik bang santai lagian anak anak Kaltter pasti ngenalin elo" ucap Sania
Ben pun menyeringai, ya dia emang cukup populer
"Gausa sombong Lo terkenal karena biang masalah" saut Sania saat melihat ekspresi abangnya
"Lo bener bener ga deket deket sama tu titisan uler kobra kan" tanya Ben lagi
"Enggak abang, udah gausa dibahas lagi ah"
"Kalo ada apa-apa telfon gue"
"Iya, gue turun"
Dugaannya benar banyak pasang mata menatapnya dan bisik bisik, meski bukan tatapan kebencian Sania sangat risi sungguh.
"Heh pendek" ucap seseorang dibelakang Sania yang muncul tiba tiba
__ADS_1
"Gue lagi ga mood ribut"
"Yee gue kira kita udah damai karna kemaren gue nganter Lo pulang"
"Tadi siapa?" Tanya Altar lagi karna Sania diem
"Apanya?" jawab Sania
"Yang nganter Lo cowok"
"Tau darimana, emang dia keluar mobil?"
"Enggak cuma kacanya aja yang dibuka"
Abangnya benar benar khawatir sama dia rupanya, tapi abangnya juga ngehargai Sania
"Abang gue"
Yang diangguk kecil kan oleh Altar
"Lo ceritanya nemenin gue?" tanya Sania ditengah bisik bisik
"Anggep aja gitu" jawab Altar santai
"Caressa" ucap Sania pelan
Dia membaca siapa penulis berita tentang dia, ternyata Tiana benar kak Caressa yang nulis. Kemaren anak anak SURF pada kerumah Sania malem malem gara gara brita itu. Tiana yang sudah tau akan jadi seperti ini mengajak Defa sama Tata buat datengin Sania.
"Lo kenal?" Tanya Altar
Ternyata dia ngintilin Sania ke Mading
"Nggak, tapi dia pacarnya bang Dipo, senior gue di OSIS, padahal mau gue ajak ribut tapi ntar OSIS jadi canggung gara gara gue"
"Yauda yok, mo ngapain lagi Lo?" ajak Altar
Merekapun menuju kelas beriringan, Sania lumayan seneng karena Altar nemenin dia. Dalam hati kecilnya dia nyaman sama pria disebelahnya ini walau nyebelin dia punya sisi lembut.
Sebenarnya saat Altar liat berita itu dimana mana dia langsung telfon Arneo dan nyuruh Neo buat nanyain keadaan Sania, tapi nihil semua chat telpon diabaikan sama Sania bahkan anak anak OSIS juga khawatir sama dia
Perasaan Altar tidak nyaman saat tahu kalau laki laki yang dia kenal sebagai pemegang Guardian saat ini mempunyai hubungan sama Sania. Bahkan mereka pernah pacaran parahnya Jevon gamon sama Sania, apalagi Jevon populer. Sungguh suasana hati Altar semalem bener bener kacau. Ia tidak menyangka kalau Sania bakal mempengaruhi dia kaya gini
Altar cuma berharap kalau Sania udah lupa sama masa lalunya. Melihat dari beberapa foto yang tersebar kemaren memang Sania mengabaikan Jevon, tapi ada beberapa foto yang mengabadikan mereka sedang menatap mata satu sama lain, dan itu membuat Altar frustasi, entah kenapa padahal itu bukan urusan dia
__ADS_1
Sebenarnya tadi Altar sengaja pelanin laju motornya deket halte rumah Sania, karna siapa tau dia liat Sania tapi ternyata dia tidak melihat sosok Sania.
Saat memarkirkan motornya Altar mendengar anak anak disini sedang berbisik bisik jadi dia menunggu sebentar, karna dia yakin itu pasti Sania. Benar saja dugaannya tanpa ragu dia langsung samperin Sania. Setidaknya Sania ga sendirian saat ini
Sesampainya dikelas, Sania mengedarkan pandangannya jangan jangan temen sekelasnya gosipin dia juga. Meski awalnya agak canggung namun teman teman Altar berhasil mencairkan suasana kelas seolah tidak ada yang terjadi dan suasananya pun seperti biasa. Dan Sania bersyukur akan hal ini. Temen temen Altar walaupun bandel mereka baik juga pikir Sania
Defa Tiana Tata yang sudah membicarakan hal ini semalam juga tak membahasnya. Biarlah ini berlalu dengan sendirinya
"Lo hari ini ada rapat OSIS nggak?" tanya Defa
"Nggak ada, kalo ga besok lusa baru rapat kenapa?"
"Jajan yuk, mau eskrim" ucap Defa manja
"Tiana Lo gada kumpul sama club' Lo kan" tanya Defa ke Tiana
"Gue juga besok"
"Tuh bisa semua, dari tadi ni anak berisik ngajakin ke kedai es cream yang dideket rumah dia" ucap Tata jengah dari tadi Defa sangat berisik meminta dia nemenin ke kedai es cream
"Ga mood gue" ucap Sania
"Tapi gue mood dan gue mau banget pokoknya temenin" ucap Defa
Sania lupa Defa ini anak tunggal jadi sifatnya keras kepala dan tidak mau kalah sama sekali meski begitu Defa ini cewe yang lembut walau kalo ngomong suka sembarangan tanpa berfikir
"Pake seragam gini?" Tiana pun bertanya sama Defa
"Iyaa siapa tau ada harga pelajar hehe"
"Yaudah iyaa" Sania memang sering mengalah kalau sama Defa
Altar yang melihat interaksi mereka pun tersenyum kecil, ternyata temen temennya Sania ini sangat peduli sama Sania. Dan mereka cukup lucu kalau lagi bareng bareng
"Kak Caressa minta maaf sama lo, sebenernya dia mau minta maaf sendiri sama Lo tapi takut Lo gamau ketemu dia" ucap Tiana
"Iya bang Dipo kemaren juga bilang kalo ceweknya gada maksud buat gue jadi hot topik, ya tapi gimana kan udah tanggung jawab dia bikin berita" saut Sania
Bang Dipo kemaren line Sania buat minta maaf karena ceweknya yang nulis headline tentang dia. Bahkan katanya mereka sempet berantem. Trus Sania dengan bijaknya bilang ke bang Dipo kalau ibarat anak osis yang harus ngerazia temen sendiri kak Caressa pun sama dia harus bikin berita meskipun soal junior cowoknya jadi sebenarnya situasinya nggak beda jauh we haven't choice
Sania cuma nanggepin line orang orang yang emang harus ditanggepin kalau cuma nanyain keadaan dia gabakal jawab karna pasti dia tidak baik baik saja. Bahkan line dari Jevon sama Fresa juga diabaikan sama dia. Untuk apa Jevon menanyakan keadaannya semua ini kan karna dia. Harusnya Jevon ngobrol empat mata aja sama dia tanpa harus didepan banyak orang. Jevon memang selalu terburu buru dia jarang memikirkan apa yang akan terjadi dengan kelakuannya itu . Dia sama sekali belum berubah pikir Sania
"Gue cuma pengen mereka semua cepet lupain soal ini"
__ADS_1
Daripada dia harus dirumah dia pasti cuma nonton Netflix nanti, jadi lebih baik dia sama temen temennya, seenggaknya ice cream bisa bikin Sania rileks biarlah abangnya nanti yang menjemput toh dia juga ngga rugi.