Altar Sania

Altar Sania
Hangout


__ADS_3

Saat ini Sania sama Arneo sedang melakukan rutinan mingguannya, ya apalagi kalau bukan rapat. Menjabat sebagai sekertaris osis menuntut Sania untuk selalu hadir dalam setiap rapat. Rapat kali ini akan membahas tentang kurikulum sekolah, hal hal seperti ini memang seharusnya bukan tugas dari OSIS, namun Kaltter sangat menjunjung tinggi hak siswanya jadilah kurikulum yang akan digunakan hasil diskusi dari guru dan OSIS, tentu saja OSIS juga memvoting suara anak anak yang lain. Jangan sampai siswa siswi disini berfikir kalau OSIS ingin menang sendiri.


Mengingat Katter adalah sekolah swasta dan meskipun tetap dibawah menteri pendidikan namun ketiga sekolah favorit ini mempunyai hak untuk memiliki kurikulum sendiri, tentu saja dalam aturan aturan tertentu ini bukan hal yang bisa diremehkan.


Seperti Guardian school, Kaltter selalu memiliki kurikulum sekolah sendiri, berbeda dengan yayasan milik ayah Altar yaitu Skyhaltter kurikulum mereka mengikuti kurikulum sekolah swasta pada umumnya. Menurut Altar hal hal seperti ini tidak sempat diurus oleh ayahnya mengingat banyak perusahaan yang harus dihandle ayahnya karna Altar sendiri masih sekolah.


Sania terlihat serius dalam rapat, ia tak boleh melewatkan satu hal pun meski itu hal kecil. Berbeda dengan Arneo yang tampak santai karena dia yakin dia tidak diikut sertakan dalam rapat dengan guru nantinya. Mau jadi apa hasil rapatnya kalau ada dia. Arneo saja tidak mengerti apa yang dibahas Ratur didepan. Selama ini dia cuma memperdalam ilmu kehumasannya tidak dengan yang lain.


Sedangkan dilain sisi Altar menunggu kekasihnya di ruang club' fotografi, daripada tidak melakukan apapun sebaiknya ia mengedit foto foto yang akan ditempel dimading, walau dateline nya masih minggu depan Altar tetap melakukannya hari ini, karna dia juga menyukainya


Berbeda dengan Sania, Altar dan Arneo. Segerombolan bocah pembuat onar sedang menarik perhatian di seluruh koridor sekolah.


"Oii leher bulet" sapa Judan ke Defa


Pantas kah ini disebut sapaan? Tentu saja untuk Judan sangat pantas


"Duh gue lagi ga mood nih ribut, kita mau kemana ini" saut Defa kesel


"Nongkrong aja, deket SKYhaltter, enak kok tempatnya. Sania udah pernah kesana" ajak Judan


Bukankah mereka akan ke cafe? Tempat apa yang dimaksud Judan


"Iya ngikut aja, skali kali aja ke cafenya jangan sering sering" ucap Dewangga


"Ayokklah gausa banyak mikir" ucap Judan sambil memiting kepala Defa dan menariknya


"Woy bego lepas sakit anjir. Heh ketek uler gila ya lu lepas" Defa triak triak sepanjang koridor


Tata dan Tiana pun mengikutinya, siapa tau tempatnya benar benar enak, apalagi Sania juga pernah ke sana kan

__ADS_1


"Kalian gapapa nih?" tanya Arneo yang tiba tiba disamping Tiana


"Iya gapapa gimana lagi liat tu temenlu main narik si Defa" saut Tiana


"Mereka cocok tau diliat liat" saut Arneo


"Hah cocok? Lu gatau aja dikelas mereka kaya gimana" kesel Tiana


Jika mengingat kelakuan mereka berdua yang selalu membuat satu kelas jengah dan terganggu dengan suara melengking mereka membuat Tiana kesal.


"Judan kalo suka sama orang emang suka diajak ribut" ucap Arneo


"Serius lo? Hehehe ada ada ajasih tu anak" kekeh Tiana


"Yeu dibilangin, si Judan kan gitu. Dia kalo suka malah diajak ribut biar bisa ngomong tiap hari gitu maksudnya"


Ini kali kedua Arneo bicara santai dengan Tiana setelah acara kompetisi musik, karna mereka kerjasama jadi sepanjang acara mereka bareng terus, kalau ada Sania Arneo selalu ngajak ngobrolnya Sania, karna si Arneo ini emang terkenal cuek di sekolahnya


Padahal hal hal yang dilakukan Sania tidak ada istimewa istimewanya sama sekali, paling paling cuma cerita dengan ekspresi ekspresinya, ngomong ceplas-ceplos, menurut Arneo daya tarik Sania emang nyablaknya. Dari dulu Arneo emang hanya memperhatikan Sania, entah kenapa dia gamau ada apa apa sama Sania. Yagitu Sania yang paling menonjol, padahal Defa yang paling cantik tapi aura dan karisma Sania tidak diragukan lagi.


Bukan berarti dia suka sama Sania, menurut Arneo Sania sangat cocok dijadikan teman berbicara. Dan sekarang ia juga nyaman nyaman aja ngobrol sama Tiana.


Apa mungkin ini gara gara Arneo tau kalau Sania adalah kekasih temannya? tapi disisilain kan Sania juga rekannya juga di osis. Mungkin itulah kenapa Arneo tertarik dengan hidupnya Sania, lagian kenapa nggak? Sania anaknya asyik dan nyambung dengan siapapunkan.


"Naik cepet" ucap Judan sambil menatap Defa


Mereka juga berangkat bareng pagi ini, sangat mencurigakan. Jangan jangan benar yang dikatakan Arneo kalo Judan naksir sama Defa.


"Awas yalu modus gue tebas palalo" ancam Defa

__ADS_1


"Lo sama gue Ta ayok naik" ucap Dewangga pada Tata yang sedari tadi berdiri.


"Okey" setuju Tata


.


.


"Lo maukan boncengan ama gue?" tanya Arneo ke Tiana


"Hh-hah? Bebas koo sama siapa aja" canggung Tiana


"Anjir emang tu bocah bocah masa gue sendirian" ucap Mario memelas


"Brisik lo minggir" ucap Dom sambil mendorong ringan Mario yang berdiri didepan motornya


Setelah rapat selesai, Sania menghubungi Altar, dan Altar langsung menghampirinya. Kalau kalian tanya Arneo, dia sudah jalan pas keluar dari ruangan dan bilang sama Sania kalau dia duluan.


"Tiana chat nih katanya mereka ada ditongkrongan kamu sama anak anak" ucap Sania pada Altar


Mereka sekarang berjalan kaki menuju parkiran hari ini motor Altar diparkir sayap kiri Kaltter jadi agak jauh.


"Lah iya? Kok bisa katanya ke cafe, temen temen kamu emang mau nongkrong disana?" tanya Altar


"Katanya Judan yang narik Defa, lucu banget sih mreka kadang brantem kadang lucu juga" ucap Sania sambil tertawa kecil


"Aku sama anak anak juga pernah kalik Al ke warung pinggiran kita ga selalu ke cafe tauk" ucapnya lagi


Altar Sania pun langsung menuju tongkrongan, sesampainya disana Altar sama Sania menyaksikan pemandangan sehari hari mereka apalagi kalau bukan Defa sama Judan. Arneo sendiri cuma ketawa karna ributnya mereka lucu juga

__ADS_1


Mereka pun bercanda bersama menghabiskan waktu bersama. Mereka juga masih memakai seragam meskipun tertutup hodie dan cardigan, semua orang juga bisa tau kalau mereka masih pakai seragam sekolahnya


__ADS_2