Altar Sania

Altar Sania
Change


__ADS_3

Setelah 2 hari berita tentang Sania sudah meluap, meskipun terkadang ada yang masih membicarakannya setidaknya berbeda dengan kemaren kemaren. Situasi sekarang sudah cukup tenang, tanpa Sania memberi klarifikasi tentang berita itu. Menurut Sania privasinya bukanlah urusan orang orang. Dan dia juga tidak punya kewajiban untuk memberi tau orang orang tentang hidupnya.


Bang Ben juga sudah mulai lupa, namun dia tetep jagain Sania dan ngawasin Sania, siapa tahu Sania diem diem ketemu curut itu dibelakangnya


Sekolah seperti biasa pun sudah Sania alami, dia sudah tidak mendapat tatapan dari anak anak Kaltter. Buktinya Sania sekarang sudah berada di cafebook sendirian, tanpa temen temennya yang menandakan kalau dia sudah baik baik saja sekarang. Cafebook cukup sepi sekarang karena ini jam istirahat jadi pasti anak anak memilih ke kantin daripada disini.


kegiatan membaca bukunya terhenti saat ia melihat ada seseorang tengah berdiri didepannya


"Eh bang Rega, duduk"


"Sendirian?"


"Iyaa temen temen gue pada rapat club"


"Ciee yang dinyanyiin sama mantan"


"Cieee iri aja jomblo" jawab Sania


"Pantes lagu lagunya bagus ternyata inspirasinya secantik ini"


"Huhh bisa aja beruang kutub, eh iya selamet yaaa cie juara mana nih traktirannya. Kan gue udah jadi suporter gada bayarannya gitu?" tanya Sania


"Lo aja pulang duluan, bayaran apaan"


Mereka sudah lumayan dekat karna kompetisi musik kemaren yang mengharuskan Sania selalu berurusan sama cowo didepannya ini. Saat Sania masih menjabat sebagai humas OSIS.


"Yee tau sendiri situasi tak terkendali" ucap Sania diakhiri kekehannya


"Yauda deh minuman makananlo hari ini gue yang bayar"


"Gue pegang ya omonganlo awas boong"


Di meja Sania sekarang sudah ada coffe blueberry cheesecake juga macaron dia lagi pengen yang manis manis aja soalnya.


"Iya, tenang duit gue banyak"

__ADS_1


"Iya deh yang makin terkenal karena menang kompetisi, tapi gue kan sempet liat Lo nyanyi, ternyata Lo keren juga kalo dipanggung"


"Iyalah Rega gitu"


Sania pun cuma menyinyir seniornya ini


Setelah acara makan sederhana mereka Sania berencana kembali ke kelas, karna pasti sebentar lagi bel masuk berbunyi, Sania sama Rega keluar dari cafebook beriringan dan terlihat membicarakan sesuatu.


Bahkan sesekali Sania tertawa lepas karna laki laki yang menyandang sebagai seniornya itu, entah apa yang dibicarakan mereka namun mereka seperti nyaman satu sama lain.


Altar yang kebetulan keluar dari ruang clubnya yaitu club' fotografi tidak sengaja menabrakkan pandangannya ke pada dua insan yang sedang asyik mengobrol itu. Altar tau seniornya itu, dia cukup terkenal di Kaltter dan beberapa teman club' fotografinya mengidolakan laki laki itu. Tapi kenapa Sania bersamanya sekarang.


"Pendek" sapanya ke Sania


Otomatis Sania pun memberhentikan langkahnya dan melihat kebelakang, dia tau siapa yang memanggilnya karena yang kurang ajar manggil dia kaya gitu cuma si Altar


"Apa!" Sinis Sania


"Lo dipanggil sama Mr Deff, dari tadi nyariin Lo" bohong Altar


"Iyalah ayo cepet" ucap Altar sambil melirik sinis seniornya


Rega pun hanya memandang Altar aneh, ada apa dengan pandangan junior nya ini, tentu Rega juga tau siapa Altar, secara dia termasuk jajaran cowok tampan di Kaltter, apalagi yang Rega tau Altar ikut club' basket yang ternyata ikut fotografi juga. Sebagai pria sejati Rega mengakui kalau wajah Altar itu tampan dan maskulin apalagi matanya yang monolid tajam itu sangat pas diwajah Altar.


Jangan kalian pikir Rega tidak normal karena memuji ketampanan Altar, sebagai pria ia hanya mengakui bahwa juniornya tampan. Dia tetaplah menyukai wanita. Tentu saja


"Gue duluan bang makasih traktirannya" ucap Sania ke Rega


"Iyaa next time Lo yang traktir gue"


"Haha boleh deh beres beres"


Sania pun melangkahkan kakinya melewati Altar, dahinya sedikit mengernyit ada apa sama pandangan Altar ke Rega kenapa dia sinis sekali


"Mr. Deff dikantor?"

__ADS_1


"Nggak"


"Rus dimana"


"Mana gue tau, emang gue emaknya"


Sania memandang tak mengerti ke arah Altar, ini anak maksudnya apa bukannya dia yang bilang kalau Sania dipanggil sama wali kelas mereka


"Ya tadi Mr Deff bilang ke Lo nya gimana monyet"


"Orang Mr Deff gabilang apa apa, gue ketemu dia aja enggak"


"Jangan bilang Lo boongin gue" ucap Sania dengan nada galaknya


"Hehehe, gue balik dadahh" ejek Altar lalu dia lari dikoridor menuju tangga


"ALTAAARRRR !!!!!" teriak Sania sambil menyusul teman sekelasnya itu


Sesampainya dikelas Sania langsung memukuli punggung Altar tanpa ampun, Altar yakin bahu punggungnya pasti memerah semua. Gadis macam apa Sania ini bar bar sekali


"Aduh sakit dasar pendek gada ati Lo emang gue kasur digebukin kaya gitu" marah Altar


Lihatlah seharusnya siapa yang marah disini


"Yaa Lo boongin gue, kesel tau"


"Dihh kenapa kesel, karna gue ganggu jalan berdua Lo sama si reog?" Ucap Altar


Sania yakin Altar ini seorang bipolar bagaimana bisa sikapnya berubah ubah sepanjang waktu.


"Reog reog palalo reog" sinis Sania


"Terserah gue dong panggil dia apa" ucap Altar


"Dih gajelas banget, tauk ah"

__ADS_1


Sania yang kesal pun duduk ditempatnya, Tiana cuma gelengin kepalanya aja. Sania dulu pernah kaya gini juga pas sama Jevon. Awal awal dulu Jevon juga gangguin Sania kaya yang Altar lakuin sekarang. 'dejavu' batin Tiana


__ADS_2