
Sekarang anak anak Kaltter sudah dikumpulkan di Aula. Panitia acara harus menyampaikan beberapa hal-hal yang harus diperhatikan mereka selama disana. Sania dan temen temennya sangat excited dengan acara ini karena akhirnya mereka bisa liburan bersama, walau nanti mereka bakal liburan sendiri, tapi liburan satu angkatan jauh jauh lebih menyenangkan.
Beberapa anggota club' pariwisata ikut dalam acara ini untuk membantu para guru. Bagaimanapun anak kelas 1 itu tidak sedikit.
Panitia mengatakan kalau satu bis sebenarnya muat untuk 40 orang. Biasanya didalam suatu kelas atau satu bis akan ada panitia setidaknya 3 orang.
Jumlah siswa dikelas Sania kebetulan ada 34. Jadi beberapa bangku kosong karena panitia di bis Sania cuma ada 2 dan jangan lupakan Mr.Deff wali kelas mereka juga didalam bis itu.
Tiana mendengus sama ketiga teman temannya, mereka lebih memilih dengan pacar mereka. Defa juga memilih duduk dengan Judan. Lantas dengan siapa dia akan duduk? Arneo dan dia berbeda bis mengingat dia berada dikelas sebelah.
"Sialan Lo bertiga masa gue sendiri"
"Yagimana Altar ngerengek dari semalem"
"Lo tau sendiri Dewangga kaya gimana, kalo gue ganurut ntar diamuk lagi"
"Ti ini salah satu cara gue biar dia cepet nembak gue"
Tiana pun pasrah tidak masalah jika dia duduk sendiri, karena mau bagaimana lagi apa yang bisa dia lakukan. Sebenernya jumlah siswa dikelas mereka pas 34. Tapi Rifan harus duduk sama Mr Deff mengingat dia panitia acara ini.
Perjalanan panjangpun dimulai. Mereka duduk saling berdekatan satu sama lain. Mereka memilih bagian belakang. Tiana juga memejamkan matanya mencoba tidur dengan tas kecil yang ada disebelahnya. Pasti dia terlihat menyedihkan
Karyawisata tahun ini seharusnya di Phuket Thailand, tapi karena situasi diluar dugaan, Kaltter memutuskan pergi ke Pulau Dewata Bali. Tempat yang sebenarnya biasa dikunjungi sama anak anak Kaltter. Mengingat status keluarga mereka banyak yang dari keluarga terpandang, Pulau Dewata Bali pasti pernah mereka kunjungi. Namun mereka tetep have fun aja, toh karyawisata ini dilakukan dengan teman satu angkatan.
"Laper?" Tanya Dewangga ke Tata
Saat ini posisi Tata berada di dekat jendela, itu karena perintah Dewangga. Takut Tata dipegang pegang sama temen sekelasnya. Mengingat sikap Tata yang amat humble ke temen temen cowoknya membuat Dewangga harus melakukan hal ini.
"Iya" ucap Tata sambil menatap Dewangga
Meski kadang kesel, Tata tanpa sadar selalu manja ke Dewangga. Dewangga yang melihat Mario sedang membuka Snack yang diberi Sania tadi langsung menyautnya. Dewanggapun membuka snacknya dan memberikannya kepada Tata.
"Pelan-pelan, aku gaminta" ucap Dewangga
Iya mereka juga udah pakai panggilan aku kamu. Tentu saja Dewangga yang menyarankan
"Brengsek Lo" ucap Mario yang tak terima tiba tiba snacknya diambil gitu aja.
__ADS_1
Disisi lain Altar sudah damai di alam mimpi dengan kepalanya bersandar dipundak Sania. Sania kadang heran harusnya yang manja disini siapa? Mulai dari Sania yang mengalah duduk ditepi karena Altar mau deket jendela katanya biar dia bisa liat orang-orang, sekarang Altar malah nyenderin kepalanya dan tertidur.
Tapi setelah Sania pikir pikir, Altar manja kalo sama dia aja, pas sama Chelsea dia harus jadi sosok abang yang kuat. Apalagi didepan teman temannya ia harus terlihat gentle agar disegani. Tingkah Altar yang suka ngedusel kaya anak kucing ini cuma Sania yang ngrasain.
Saniapun dengan santai memakan cemilan yang ia bawa, biarkan kekasihnya ini bahagia di alam mimpinya. Sepertinya dia main game lagi semalaman sampai seperti ini.
Lain Sania sama Tata. Sekarang Defa sama Judan lagi liat film bareng. Mereka pakai earphone dan MacBook milik Judan tertempel dikursi depannya. Sebenarnya Judan mau liat film Thor, tapi Defa mau liat film romance, tentu saja Judan mengalah.
"Sini" ucap Judan sambil memposisikan kepala Defa ke pundaknya
Defa yang sedang meminum soda nya pun menyodorkan sedotannya kearah Judan dengan maksud biar Judan minum juga. Judan pun minum sambil menggenggam tangan Defa yang menganggur.
Tiana yang berusaha memejamkan matanya akhirnya berhasil juga, dia mendengarkan lagu barat favoritnya dan tertidur dengan mudah.
Perjalanan cukup memakan waktu, karena mereka menggunakan jalur darat. Setelah perjalanan berlangsung selama 4 jam bis mereka berhenti disebuah pom yang cukup besar. Dengan maksud bagi siswa siswi yang mempunyai urusan dengan kamar mandi segera menyelesaikannya.
"Al, kamu ga pengen ke toilet?" Tanya Sania halus
Altar cuma diem, kayanya dia tidurnya pules banget. Defa sama Tata juga udah turun karena mereka mau ke toilet. Tentu saja Dewangga sama Judan ngikutin mereka. Sedangkan Tiana dia tidak ada urusan dengan toilet, karena ia juga belum meminum apapun selama perjalanan berlangsung. Sania sendiri gabisa kemana mana karena tangan Altar sudah melingkar di pinggangnya pas dia mau pergi
Sania sebenernya tidak terlalu ingin pergi ke toilet, dia cuma pengen keluar dari bis dan melakukan peregangan ringan. Biar ga terlalu kaku. Tapi Altar malah megangin dia kenceng gini. Sania curiga jangan jangan Altar cuma pura pura tidur.
Altar pun menatap sayu Sania, matanya masih mengantuk. Dia benar benar tidur rupanya
"Titip aja sama yang lain, aku ngantuk" ucap Altar
"Yaudah kamu disini aku keluar bentar keburu bisnya jalan lagi" ucap Sania mulai kesal
"Pengen banget?" Tanya Altar
Sania cuma ngangguk sambil cemberut
"Huh yaudah ayok"
Setelah Altar bangun pundak Sania merasakan lega yang luar biasa. Apa Altar pikir dia tidak pegal. Melihat Tiana yang masih tertidur Sania juga enggan bangunin, tadi dia juga udah diajak sama Defa Tata dan Tiana emang gamau keluar.
"Astaga!!" Teriak Sania kaget
__ADS_1
Tiba tiba seonggok manusia dateng dihadapannya
Kalau saja Altar tidak memberhentikan langkahnya tepat waktu, sudah dipastikan dia menubruk Sania yang ada didepannya.
"Ngagetin ajasih Lo San main teriak teriak"
"Heh harusnya gue yang bilang gitu. Gue yang kaget bego Lo" marah Sania
"Udah awas ah minggir" ucap Arneo lalu masuk kedalam bis dengan memiringkan badannya karena Sania tidak mau menyingkir
"Dasar gajelas"
"Ayok ah keburu bisnya jalan nanti kamu gajadi beli bakso" ucap Altar menenangkan
Sepertinya ia tahu tujuan Arneo naik ke bus mereka.
Altar pun menyusul Dewangga sama Judan yang lagi diem diem ngerokok dibelakang bus kelas lain. Dia pengen ngrokok juga tapi nanti pasti Sania bisa nyium bau rokoknya dia. Melihat Dewangga sama Judan menikmati rokoknya membuat Altar frustasi ia juga ingin itu sekarang. Sania gapernah larang, cuma dia emang gamau deketan sama Altar kalau lagi ngerokok, bukan apa apa mata Sania suka iritasi kalau kena asap rokok. Tapi Altar jadi kebawa takut ngerokok, takut Sania gamau deket deket dia.
Satu jam pun berlalu, ini saatnya mereka melanjutkan perjalanan. Altar pun masih duduk didekat jendela, tapi kali ini dia ga tidur dia nemenin Sania ngobrol dan makan cemilan.
Namun jumlah siswa siswi di bis ini mendadak menjadi genap, Tidak ada yang duduk sendiri
"Ne, Lo beneran yakin gapapa Lo ikut di bis ini, tadi kan ada absen" tanya Judan pelan takutnya Mr Deff wali kelas mereka tahu kalau ada penyusup
Arneo yang sedang duduk santai di sebelah Tiana cuma senyum dan menaikkan alisnya. Seolah olah berkata gausah khawatir soal itu kalian tau siapa gue.
Tiana sekarang bahkan menyenderkan kepalanya dipundak Arneo, dia masih belum sadar kalau sudah ada seseorang disebelah nya.
"Sialan Lo awas aja sampe bawa bawa kita" ucap Mario
Mario sama Dom duduk sebelahan guys, jangan lupakan fakta mereka ga punya pasangan :(
Arneo pun menepuk nepuk kepala Tiana, karena dahinya mengernyit seolah seperti ada yang mengganggunya
"Diem Lo, ntar dia bangun" ucap Arneo berbisik tapi sedikit ditekan tegas
Tiana harus tau apa yang dilakukan Arneo sampai dia berhasil menyusup ke bis nya. Tapi untuk sekarang biarkan Tiana bermimpi indah dalam pelukannya
__ADS_1
Iya Arneo memang kehilangan akalnya, sekarang ia merangkul Tiana dan memposisikan kepala Tiana di dadanya sehingga nafas Tiana pasti berhembus pelan disekitar leher nya.