
"Yaudah gue langsung balik" ucap Altar dengan seseorang berbadan tegap didepannya
"Ga ketemu sama bokaplu dulu, pasti seneng tu. Nyokaplu juga disini" ucap Alden pada sepupunya.
"Ga salamin aja, ntar gue kena kotbah" ujar Altar sambil melangkah pergi
Saat melangkahkan kaki menuju lift ia melihat gadis yang sangat mirip dengan gadis yang menarik perhatiannya akhir akhir ini
"Itu Marca?" Katanya terhadap diri sendiri
"Tapi sama siapa?dia punya cowo?harus gue pastiin sendiri nih gabisa kaya gini"
Akhirnya dengan langkah pasti Altar menghampiri gadis itu dan ternyata benar dia adalah Sania.
"Bener ternyata, hai ca?" Sapanya tothepoint
Lihatlah wajah Sania sangat terkejut dengan keberedaannya sekarang.
Sekarang Altar yakin sama perasaannya, ia tau benar perasaannya pada Sania ini bukan sekedar suka. Buktinya ia gasuka kalau Sania sama cowo lain.
.
.
.
"Kayanya ada urusan penting, mau ngapain?" Tanya Sania kepo
Altar memandang lekat Sania, ia ingin Sania jadi miliknya sekarang juga. Tapi apa tidak terlalu cepat? Apa Sania menyukainya? Apa Sania mau sama Altar yang brandalan dan yang paling penting apa aman untuk Sania berada didekatnya. Pikiran pikiran itu menghantui Altar sekarang. Tapi ia harus mencoba bukan?
"Gue jawab kalo mau jadi cewe gue, gimana?" Jawab Altar tegas
Altar melihat mata Sania bergetar jelas aja dia terkejut, tidak ! Altar tidak akan menyatakan perasaannya dengan cara seperti ini
Altar pun memutuskan untuk mengajak Sania jalan, ini kesempatannya bukan.
"Ca tanganlu keringetan, grogi ya deket gue?" Goda Altar
"Pd banget lu yauda lepas" kesal Sania
__ADS_1
"Gamau, ntar lu diculik" goda Altar lagi
"Siapa juga yang bakal nyulik di siang bolong gini, dimall lagi. Modus banget skuter" ejek Sania
"Skuter? Imut maksudnya?" Tanya Altar sambil menaikan salah satu alisnya
"Hehe skytter sekuter beda dikitkan" canda Sania
Ternyata dia mengejek nama blakang Altar
"Jangan gitu, ntar itu juga bakal jdi nama lu. Sania Marca Skytter, cocok kan" ucap Altar sambil mengayunkan tangan mereka yang bertautan
"Dih ngapain gue pake nama keluarga lu" sanggah Sania.
Sania terlihat malu sekarang, pipinya yang merah mungkin sedang ia sembunyikan dari Altar.
"Gue pengen, kenapa" tantang Altar gajelas
"Serah lu deh, yaudah sekarang mau kemananih" tanya Sania mengalihkan topik
Altar pun tersenyum
Menggoda Sania adalah kesukaannya sekarang.
"Yaudah gue pulang" ambek Sania
"Becanda Ca ya ampun, ke basecamp gue yuk anak-anak pada disana. Gue kenalin"
"Anak-anak siapa?" Tanya Sania
"Mario sama yang lain"
"Gue kan udah kenal sama mereka"
"Ya biar makin deket, udah ayo disana ada Arneo juga."
Sania pun mengikuti Altar dan mereka menuju basecamp tongkrongan Altar sama temen temennya.
Akhirnya mereka sampai warung sederhana. Sepertinya disini banyak anak anak sekolah yang nongkrong. Buktinya ada beberapa yang masih pakai seragam. Padahal Sania sudah pulang daritadi bahkan ia sempat ke mall. Apa yang dilakukan anak anak ini pikirnya.
__ADS_1
Ini adalah pertama kali setelah tahun lalu, Altar membawa perempuan lagi kesini. Tempat tongkrong anak sekolah, disini mereka tidak peduli status sekolah, bercanda ria, bersenang senang tanpa memerdulikan status kasta sosial mereka semua berteman. Ada beberapa anak Skyhaltter juga disini jadi mereka kenal sama Altar.
"Oyy" sapa Altar
Tampak ada Mario, Judan, Dom, Arneo sama Dewangga juga disini
"Lama banget lu katanya nganter ponakan doang, taunya jemput permaisurinya dulu" goda Judan
"Sini San duduk" sapa Arneo yang memang sudah lumayan dekat dengan Sania
"Hah oke, gue ganggu ga nih disini" canggung Sania
"Santai elah kek sama siapa aja, besok-besok ajak temen temenlu sekalian kesini" saut Judan
"Dia naksir si Defa San" saut Mario sambil mengaduk kopinya
"Gue cuma bilang dia cantik bukan brati naksir brengsek" jawab Judan
"San mau apa gue pesenin sekalian." Potong Arneo
"Emm susu coklat aja deh makasih" jawab Sania
"Kenapa lu yang pesenin, gue aja sekalian gue juga mau makan. Lu makan ga ca?" Saut Altar
"Woaa posesif banget gila" respon Dewangga
Sania pun cuma senyum, awalnya sangat aneh dan agak canggung. Tapi karena kepribadiannya yang supel ia bisa menyesuaikan diri sama teman teman Altar. Namun disini Sania agak merasa aneh kenapa Dom sangat pendiam? Dikelaspun juga. Ia jarang berinteraksi dengan Dom, selain Sania sendiri sibuk ia juga tidak ada urusan yang mengharuskan bicara dengan Dom.
"Ca galaper?" Tanya Altar lagi
"Ngga guekan tadi udah makan sama abang gue"
"Ca? Lu daritadi Ca Ca mulu, Ca siapa sih anjir" kepo Mario
"Gue manggilnya Marca kenapa?panggilan special, gak suka lu?" Songong Altar
Arneo pun hanya memandang mereka berdua, sedangkan Sania malu sekarang kenapa dia harus mengatakan ini didepan teman-temannya.
Mereka pun menghabiskan waktu bersama dan bersenang senang. Sania juga tampak menikmati kebersamaan bersama teman temannya ini. Mereka satu kelas tapi tidak sedekat ini. Karena dia disibukkan oleh urusan osis dan jarang sekali didalam kelas.
__ADS_1
Semua juga terlihat nyaman dengan Sania. Dan Altar pun bersyukur akan itu semua