
"Tar, Lo maju ikut perlombaan fotografi bulan depan ya" ucap laki laki bername tag Steff
"Gue doang nih?"
"Sama Mario, itung itung ini pengalaman pertama kalian berdua"
"Oiya gue lupa kasih tau kalian, kita lusa udah mulai ikut dokumentasi kegiatan sekolah, sama video shooting. Soalnya hari Rabu ada debat bahasa Inggris, karena kompetisi musik kemaren udah anak OSIS sama jurnalistik yang maju jadi gantian kita. Kita cuma shoot sama ambil gambar aja" ucap Gama yang menjabat ketua club' fotografi
"Yang junior ikut semua, yang senior gue Steff sama Gama, soalnya anak kelas 3 udah susah ijin buat kegiatan kaya gini" kali ini gadis bernama Mikha yang berbicara
Altar menyukai bidang fotografi, itu hobinya sejak dulu bahkan kata bundanya pas kecil Altar suka fotoin adeknya dan hebatnya hasilnya ga blur sama sekali
Altar sama Mario sama sama suka bidang fotografi, saat di Paulin dulu mereka biasa ikut shoot sama ambil gambar juga kalau ada kegiatan sekolah. Jadi ini bukan masalah besar buat mereka
Altar pun menganggukan kepalanya setuju, ia suka suka aja kalau ada kegiatan luar sekolah, jadi dia ga harus ikut ***
Setelah rapat kecil selesai dia bergegas keluar, namun Mario enggan keluar katanya dia mau tidur sebentar disana. Bocah itu memang agak gila.
Saat keluar dari ruang club' fotografi ia melihat Sania sedang berjalan bersama seniornya yang mewakili kompetisi musik kemaren, tentu aja Altar tau. Seniornya itu menang dan fotonya ada dimana mana.
Diapun dengan langkah mantap dengan akal akalannya menjauhkan Sania dari seniornya ini. Kenapa juga Sania ini banyak yang deketin kemaren mantannya sekarang senior nya. Altar gaboleh stuck ditempat kalau gini caranya.
Altar juga pernah denger kalau Cakra yang notabennya pemilik yayasan sekolah ini naksir juga sama Sania, Altar tau info itu dari Arneo karna koneksi Arneo itu dimana mana, banyak yang bilang kalau Cakra lagi deketin Sania dengan bantuan temen temennya yang ada di OSIS awas aja Altar jelas tidak mau kalah.
Lalu kenapa kalau Cakra yang punya sekolah? Altar juga punya sekolah, tidak maksudnya milik ayahnya
Sebenarnya ayahnya ingin Altar bersekolah di SMA yayasan miliknya yaitu Skyhaltter High School yang merupakan SMA favorit yang menempati posisi kedua terbaik setelah Guardian Better High School, baru disusul SMA Kaltter High School yang berada diposisi ke 3, dimana putranya bersekolah.
Bagaimanapun kedepannya Altar bakal pegang aset aset ayahnya kan. Sayangnya Altar menolak keras bersekolah disana karena ia tak mau menjadi pusat perhatian.
Berbeda dengan Altar, Sania sekolah di Kaltter karena kakaknya Bendick yang menyuruhnya, Bendick banyak mengenal anak anak disina jadi mudah untuk menjaga adik kesayangannya itu.
Sania pikirpun Kaltter juga sekolah favorit, meskipun sebenarnya nilainya mampu untuk ke Guardian tapi ia memilih Kaltter karena teman-temannya juga ingin masuk disekolah itu.
Karena kebodohan kejailan Altar alhasil badannya sakit semua karena dipukulin Sania, tenaga gadis itu lumayan juga
Kalian tau apa? Tidak berselang lama Sania benar benar dipanggil sama Mr Deff wali kelasnya, Rifan juga Flora turut serta. Sania pun menengok kebelakang arah Altar berada dan dengan polosnya Altar cuma senyum dan naikin alisnya. Pasti dia pikir dia jenius dan bisa baca masa depan
Ternyata Mr. Deff memanggilnya ke kantor untuk memintanya mencatat apa apa saja yang kira-kira diperlukan untuk temen temen di kelas. Jadi akan disediakan didalam kelas ini. Yah menurut Sania ini bukan ide yang buruk.
Karena *** selanjutnya kosong saniapun menginstruksikan perintah Mr Deff ke teman sekelasnya.
"Okey jadi gini, gue udah catet dan rekap apa aja keperluan kalian dan gue sama pengurus kelas udah ambil beberapa keputusan. Gue yang jelasin semua ini karena gue yang tau betul rincian barang sama harganya jadi daripada ribet jelasin ke orang dulu gue langsung ngomong kekalian karena gue juga males jelasin dua kali.
"Dengerin baik baik kalo mau tanya ntar pas gue udah selesai ngomong" ucap Sania serius didepan kelas
Sania tampak serius dan tegas tapi teman sekelasnya malah merasa jika Sania sangat karismatik dan suaranya enak didengar. Padahal Sania sangat ketus saat berbicara
"Pertama gue bakal beli P3K darurat dikelas ini, takutnya kalau UKS lagi ada kendala, dan anak PMR sama seksi kesehatan gue minta selalu cek barang nya kalo udah abis ilang atau rusak bilang ke gue, ini termasuk barang pribadi buat cewe ya. Yah walaupun ada di mesinnya disekolah ini tapi buat jaga jaga kalau dimesin udah abis. Terus gue beli seragam cadangan masing masing 5 cewe 5 cowo 5 olahraga juga 5 untuk size baju olahraga kayanya gue lebih saranin ke yang size cowo, karena baju cowo bisa dipake cewe kan kalo kebesaran tinggal diakalin. Kenapa seragam juga? takut nya ada urgent juga kan, dikoperasi emang ada tapi kadang abis juga. Tadi gue cek dikoperasi juga baru ada minggu depan" jelas Sania panjang lebar
Altar memandang lurus dimana Sania berada, ia merasa Sania sangat mempesona saat berbicara didepan banyak orang
__ADS_1
Sedangkan ada seseorang yang tak hentinya menatap Sania dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Sania apa dia gadis dari masa lalunya itu? Pikirnya
"Oke sampe sini ada yang tanya ngga?" Tanya Sania disela sela penjelasannya
"Oke lanjut ya," potong Sania karena tidak ada pertanyaan dari teman temannya
"Oke jadi kaya gitu ya guys, buat iuran gue kasi waktu 3 minggu, itu paling maksimal, oh iyaa kelas kita udah jalan mau 3 bulan tapi belum punya grup kan ya, gue bakal buat grupnya, ntar gue puter kertas aja rus tulis deh id line kalian sama nama jan lupa, entar pulang sekolah langsung gue masukin grup, makasih"
...------...
Sesampainya ia dirumah ia melihat ada maminya diruang tamu. Aneh ga biasanya
"Eh anak mami, gimana sekolah kamu hari ini" Sapa mama Chattela sambil nonton tv diruang tamu
"Mami tumben" ucap Sania tanpa menjawab pertanyaan mami nya
"Mami emang sengaja nungguin kamu pulang, nanti malem mami sama papi mau ke Bandung nengok tante kamu sekalian papi kamu dapet proyek gede disana" ucap Chattela sambil mengelus rambut anaknya
"Udah aku duga nih pasti ada apa gitu, mami tuh ih pergi muluk" jawab Sania kesal
"Kok nadanya gitu, kamu jangan ngambek dong"
"Sania mau mandi mi, sekalian ngurusin kelas" ucap Sania sambil mencium pipi maminya
Maminya tersenyum memandang anak gadisnya dari belakang. Dia memang jarang dirumah karena pekerjaannya dan suaminya ini.
Sania pun segera membuat grup untuk kelasnya. Selama ini apa yang dilakukan temen temennya sampe grup kelas aja gapunya
...Sania Marca membuat group MULTIMEDIA 1...
...Sania Marca mengundang Tiana...
...Sania Marca mengundang Defa...
...Sania Marca mengundang Tata...
...Sania Marca mengundang Altar...
...Sania Marca mengundang Dewangga...
...Sania Marca mengundang Mario...
...............
"Capek juga ngundang satu-satu" ucap nya sambil merebahkan tubuhnya dikasur queensizenya
'Ting'
Bocah ini selalu saja bikin Sania kesel
...ALTAR...
__ADS_1
'Heh Pendek'
^^^rese banget sih lo^^^
lagi ngapain Lo
^^^ngapain nanya nanya^^^
Beberapa menit setelah Sania membalas chat itu Altar tidak membalas lagi. Sania pun acuh karena emang laki laki itu suka mencari masalah dengannya.
...ALTAR...
Caa
Sania mengernyitkan dahi, ini anak kenapa chat lagi dan siapa ca. Apa dia salah kirim?
...ALTAR...
Ca
^^^Ca? salah kirim lo? gue Sania ^^^
Tau, kan Sania Marca
^^^Ada-ada aja sih lo^^^
^^^kenapa chat gue?^^^
Gaboleh?
kenapa?cowo Lo galak?
^^^Lo ngeledek?^^^
Tanya
^^^Kan gue udah bilang gue gada pacar^^^
Bagus deh 😶
^^^Kepala Lo abis kejedot apa gimana?^^^
^^^gajelas banget lo^^^
Tidur Lo
Anak kecil jam segini belum tidur
Kenapa anak ini tiba-tiba. Namun tanpa Sania sadari ia selalu tersenyum saat membalas chat dari Altar. Asal kalian tahu chat mereka berlanjut sampai larut malam
Jadi sepertinya kisah mereka segera dimulai.
__ADS_1