
Setelah pembahasan liburan yang cukup ribut dikantin, sekarang mereka ada di kelas.
Sania sama teman temannya dibangkunya membahas tentang ujian dan liburan
Altar dan teman temannya pun sudah standby didekat mereka.
Mereka melanjutkan pembahasan dikelas karena tadi sudah bel masuk. Sania melihat Altar sibuk dengan hp nya, entah apa yang dilakukan kekasihnya itu. Pembahasan di lanjutkan dari yang belajar bersama sampai planning liburan mereka
Altar membaca lagi pesan dari bundanya. Tadinya ia mau mengabaikan pesan itu namun sekarang dia gada alesan buat mengabaikan permintaan bundanya
"Ca ikut yuk" ajak Altar dan menarik tangan Sania
"Kemana?" tanya Sania yang sedang asyik mendengarkan Dewangga.
"Ayo sebentar" ucap Altar sambil menarik tangan kekasihnya
"Iyaa. Bentar dong pelan pelan" ucap Sania pada kekasihnya
"Mau kemana tu anak dua" kepo Mario
"Paling ngebucen, biarin aja baru baikan biasa" ucap Tata
...***...
"Kemanasih" tanya Sania yang sedari tadi pasrah tangannya ditarik tarik
"Ntar dinner yuk" ajak Altar setelah sampai di gazebo kecil dekat perpustakaan
"Dimana?" tanya Sania
"Dirumah aku" saut Altar yang membuat Sania terkejut
"Hhah? Kita berdua ajaa?" tanya Sania gugup
"Ada bunda sama ayah, mereka pengen ketemu kamu, udah lama sebenernya tapi kan kita ribut mulu, mana kamu juga sibuk terus" ucap Altar
"Mendadak amat Al, nanti banget nih?"
"Iyaa, bunda udah minta dari lama tapi aku baru bisa bilang" saut Altar
"Yaudah deh, jam berapa?"
"Sorean aku jemput, kita beli sesuatu dulu"
"Iya"
Sania benar benar gugup sekarang. Makan malam bersama orang tua Altar? Dia memang ingin bertemu orang tua Altar secara formal. Tapi ini terlalu mendadak.
Sebenernya Sania pernah ketemu sama bundanya Altar, waktu itu Altar ngajak dia ke Rumah sakit Sania kira Altar sakit atau check up ternyata nemuin bundanya. Mana Sania masih pakai seragam dan mukanya kucel karena pulang sekolah. Walau dapet pujian cantik dari bundanya tetep aja kan penampilannya buruk banget. Dia kan khawatir sama first impression nya bundanya Altar.
Kata Altar kalau ngga gitu caranya Sania gabakal bisa ketemu bundanya, mengingat sibuknya kekasih nya itu. Pas ketemu dulu juga sebentar karena bundanya Altar harus praktek juga.
"Udah? Ayuk balik" ucap Sania berdiri dari duduknya
"Bentar" ucap Altar tiba tiba dia menarik Sania buat duduk lagi dan meluk Sania
Kepalanya berada diceruk leher Sania sekarang, pinggangnya dipeluk erat. Sania merasakan deru nafas Altar dilehernya. Anak ini benar benar tidak tau tempat. Semakin Sania berusaha melepaskan diri semakin Altar mengencangkan pelukannya.
__ADS_1
"Al, ini sekolah ada yang liat ntar lepas ih"
"Gamau, aku kangen kemaren kemaren kan gabisa peluk"
"Kamu sih ngambekan" ucap Sania akhirnya pasrah sama kelakuan Altar
Untung koridor ini cukup sepi, bisa aja Altar pilih spot. Karena sudah bel masuk jadi jarang ada yang lewat
"Udah puas? Ayo ke kelas"
"Yuk. Udah full nih batrenya"
Altar pun menggandeng tangan Sania mesra, Sania juga seneng aja Altar kaya gini. Dia juga kangen sama Altar. Karna sibuk OSIS dia jarang berduaan sama Altar
"Sampe mana" ucap Sania ke temen temennya
Tampaknya kelasnya free karna belum ada tanda tanda kalau guru mau masuk ke kelas ini
Judan pun menjelaskan dengan singkat diskusi mereka
""Tapi nih ya pertama yang harus dipikirin tu ujian yang udah depan idung" ucap Sania merusak suasana
Anak ini dateng dateng malah bahas ujian, walaupun penting tapi cukup membuat cemberut teman temannya
"Elah lo ngomongin ujian pas diskusi liburan" ucap Judan
"Emang agak gada otak ini anak" sungut Defa
"Yeu guekan ngingetin, kita liburan kan habis ujian gimanasih lupada" saut Sania santai
"Belajar bareng yuk" ucap Tiana
"NGGAK" tegas yang lain kecuali Sania. Si Altar ikut nolak fyi aja
"Ih kamu kenapa bilang ngga, katanya atur aja" kesal Sania
"Kita aja ngapain sama anak anak dajjal" jawab Altar namun langsung mendapat tatapan sadis dari yang lain.
"Gue juga ogah belajar ama kalian" ucap Tata
"Pokoknya kita harus belajar bareng titik" saut Sania
Yang akhirnya dianggukin sama temen temennya
Sania sama Tiana seneng akhirnya teman-temannya mau diajak belajar bareng, belajar sendiri memang sering Tiana lakukan tapi belajar bareng gini jarang banget. Tata sama Defa suka males kalau diajak belajar. Sania jangan ditanya. Manusia itu hanya mengabdikan diri sebagai anggota OSIS
Hari ini Defa sama Tata ada latihan dance, karena Sania gaada rapat dia memutuskan buat liat latihan dance mereka. Sania sendiri sudah tidak aktif lagi di club' dance karena kegiatan OSIS nya yang super padat, dan anak club' dance sangat mengerti hal itu. Seru juga sebenernya ngeliat orang ngedance. Altar pun menemani kekasihnya karena kalau Sania lepas dari pandangannya buaya buaya di Kaltter siap deketin kekasihnya.
"Ganti celana lo" suara Dewangga tiba tiba menginstrupsi
Sekarang anak anak gengten sedang berada di aula, aula disini emang multifungsi, bisa digunakan oleh siapa aja dan club' apa aja.
Dan Tata sama Defa lagi nungguin anak dance lain karena belum kumpul semua
Tatapan sengit Dewangga menghunus kearah Tata. Tata pun melihatnya dengan heran ada apa dengan Dewangga
"Apanya" jawab Tata
__ADS_1
"Celana Lo ! Paha Lo tu kemana mana" ucap Dewangga
"Namanya juga latian dance baju kaya gini wajar cumi" saut Tata lagi
Yang disana pun menatap heran, ada apa dengan Dewangga biasanya ia tak pernah peduli sama penampilan temannya. Apalagi anak anak OOB yang notabennya gengnya Altar menatap heran sama Dewangga, ada apa dengan bocah ini tiba tiba
"Kalo Lo gamau ganti ikut gue pulang" kata Dewangga siap menarik tangan Tata
Sungguh Sania speechless sama sikap Dewangga. Sebenarnya temannya kenapa
"Gamau, gue mau latihan Lo gila ya"
"Jangan bikin gue maksa Lo deh Ta"
"Kenapa gue aja, baju Defa lebih terbuka tu liat" debat Tata
"Dia bukan Lo, gue gasuka liat Lo pake kaya gini. Ganti atau Lo pulang sama gue sekarang"
Altar memicingkan matanya temannya tak pernah seperti ini, bahkan sama pacar-pacarnya dia ga kaya gini, jangan lupakan fakta Dewangga itu playboy kelas atas. Hampir semua cewek-cewek Kaltter dipacarin sama cecunguk ini.
Sepertinya ada yang Altar lewatkan disini. Anak anak gengten pun cuma saling melempar pandangan, tidak ada yang berani ikut campur soalnya Dewangga kalo marah serem. Sekarang mereka cukup jadi perhatian anak anak yang ada di aula
"Lo kenapa si tumben amat" celetuk Mario
Mario ini emang anaknya santai maklum dia paling muda disini.
"Berisik diem Lo" sinis Dewangga
Defa juga cuma liat liatan sama Judan, Judan pun mengedikkan bahunya tanda dia tak mengerti situasi yang terjadi sekarang.
Tata pun menatap teman temannya kenapa tidak ada yang membelanya.
"Ganti gue bilang!" Ucap Dewangga lagi karna Tata cuma diem ditempat
"Ya jawab dulu kenapa, Defa gapapa tuh"
"Yauda kita pulang sekarang" ucap Dewangga dan menarik Tata
Tata sudah bergerak dari tempatnya, tarikan Dewangga bukan main.
"Iya gue ganti ! Lepas !" ucap Tata
Ia harus latihan hari ini, jangan sampai ia membolos cuma karna sikap Dewangga yang gajelas ini
Dewanggapun cuma menatap Tata tanpa kata. Akhirnya Tata mengalah ia pergi ke ruang ganti dan mengganti celananya dengan celana panjang. Sialan pasti nanti dia gerah banget. Untung dia punya celana joger di lokernya.
Sedangkan Altar hanya menyunggingkan senyuman devilnya. Ia tau benar Dewangga seperti apa
Setelah mengganti celananya Tata kembali ke temen temennya, trus Dewangga narik dia biar duduk disebelahnya.
Anak anak OOB mulai paham situasi dan menyimpulkan sepertinya sang Playboy sudah jatuh sama pesona yang dimiliki Restata. Dia pernah seperti ini sekali itu aja udah dulu banget. Dewangga sikapnya emang posesif. Sudah lama sekali Altar sama gengnya tidak melihat sisi Dewangga yang ini
Jujur saja Altar seneng seneng aja, karena Dewangga bisa berubah dan berhenti mainin cewe. Sedangkan Altar melihat Tata yang menatap Dewangga, dia seperti berfikir kenapa sikap Dewangga tiba tiba kaya gitu. Jangan sampai Tata berfikir kalau di aula ini ada jin nya dan Dewangga lagi kerasukan
Sampai akhirnya latihan dance mereka dimulai, dan Dewangga senantiasa menatap Tata, dan melihat sekitar apakah ada yang melihat Tata dengan tatapan mesum disini.
Sedangkan Altar sama Sania pulang lebih awal karena mereka akan dinner bersama keluarga Altar.
__ADS_1
Disisi lain mereka hanya diam dan menunggu apa yang kan terjadi antara Tata sama Dewangga.