Altar Sania

Altar Sania
Music Competetion


__ADS_3

Sania memperhatikan Ratur yang sedang berbicara didepan. Hari ini pokok pembahasan rapat di OSIS adalah mengenai kompetisi musik yang emang ada tiap taun, kebetulan Kaltter selalu diundang. Mr Galmet meminta anak osis datang untuk jadi suporter dan membuat laporan untuk sekolah, karena OSIS harus selalu mempunyai berita kegiatan sekolah yang mana akan dishare diportal sekolah, media sosial, mading, juga layar tv yang tersebar dibeberapa sudut sekolah.


"Jadi kita bakal ikut partisipasi dalam kompetisi musik ini buat jadi suporter, tenang aja gada kegiatan yang berarti kok disini. Cuma gue minta Sania Lo bagian humas buat laporan nanti pas disana jangan lupa koordinasi ke bagian humas disana, Arneo dokumentasi Lo penting jangan sampe ada yang terlewat satu moment pun nanti Lo ditemenin sama Fandy karna Fandy kan juga bagian dari jurnalsitik. Kita sama anak jurnalistik bakal kerjasama disini, cuma kalau jam berangkat kayanya beda karna mereka harus disana sebelum acara mulai kalau kita santai aja ikutin jam yang sesuai di brosur. Gue udah bilang sama Mr Galmet buat ijin kita sehari absen *** karna acaranya bakal seharian"


"Sekolah mana aja yang join bang?" Tanya Stella


"Banyak sih, tapi kalo kompetisi musik kaya gini biasanya Guardian gaikut soalnya mereka emang udah punya nama sama jam terbang yang tinggi jadi mereka ga join. Paling anak Skyhaltter, Paulin, Angkasa semacam itu lah"


Saniapun menghela nafasnya lega


"Kalian bisa cek brosur nya, buat kalian nulis laporan"


Tanpa melihat kertasnya Sania melipat brosurnya dan meletakan di note yang emang selalu dia bawa kalo rapat.


"Oiya ini acara kan masih Minggu depan, sekarang gue Alanta Opan udah gabisa seintens dulu karena kita bakal fokus ke ujian akhir, jadi mulai besok Ratur yang sepenuhnya megang kendali OSIS, dan anak mid class otomatis juga ikut bagian inti bantuin Ratur, jadi bakal ada perombakan besok lusa, devisi bakal kita sesuain sama kebutuhan OSIS" ucap bang Kavin  koordinator OSIS


Dulunya bang Kavin ketua OSIS tapi karena udah kelas akhir sekarang bang Ratur yang jadi ketua OSIS, bang Kavin tugasnya mantau OSIS dan nyeleksi anak anak yang masuk OSIS


Sania pun mengangguk kan kepalanya tanda mengerti. Sebenarnya sekolah disini juga cukup ketat ketika menginjak kelas akhir, persaingan nya tidak main-main karena melanjutkan ke universitas dengan beasiswa adalah incaran anak anak disini, selain tidak perlu memerlukan uang catatan prestasi juga akan menjadi bagus bukan.


Pembagian jobdisk sudah dilakukan, mereka menyiapkan peralatan dan juga bahan bahan yang akan dibawa kesana. Sania harus menemui Mr Galmet sekarang karna ada beberapa surat yang harus ditandatangani oleh Mr Galmet. Selain itu dia juga harus keruang musik untuk menemui Miss Anneke dan siswa yang akan jadi perwakilan dari sekolah ini.


Saniapun kembali ke kelas dengan Arneo mengekor di belakangnya.


"Kedepannya bakal lebih sibuk dari ini nggak ya" tanya Arneo


"Mungkin, gue khawatir sama bang Ratur, kaya ada yang bebanin dia. Ekspresinya beda sama biasanya"


"Mungkin karena dia udah dilepas sama bang Kavin kalik, kan berat juga"


Sania pun menganggukan kepalanya setuju, sungguh ini pasti sulit untuk bang Ratur

__ADS_1


"San san jarang banget gue liatlo dikelas" ucap Defa saat Sania mendudukkan pantatnya dikursi


"Iyaa, ini kelas ga terurus tauk keuangannya" ucap Tata


"Ya sorry, namanya juga rapat lagian kan bentar doang lebay Lo! Rapat gue juga seringnya pulang sekolah kok"


"Iuran kelasnya ganti hari aja gimana?" Tanya Sania ke Rifan sang ketua kelas


"Boleh, terserah Lo aja"


"Tiap Sabtu yaa, kalau Sabtu gue gada rapat" ucap Sania yang agak keras


Pendapatnya pun disetujui sama teman teman kelasnya


"Tiana mana" tanya Sania ke Tata yang notabennya temen duduk Tiana


"Bukan maen, dia bisa seharian ga dikelas, club' nya ribet karena bakal ada kompetisi musik, dia liputan katanya. Butuh banyak persiapan juga" jelas Defa dengan kesal


"Iyasih, gue juga kesana buat jadi suporter sekaligus laporan buat sekolah" ucap Sania


"Sialan Lo ta"


Saniapun cuma ketawa liat kelakuan temen temennya ini. Mereka berdua emang jarang banget akur.


*** pun berjalan, Tiana juga udah kembali setelah break ke dua, tapi katanya dia bakal rapat lagi nanti pas pulang, Sania liat Tiana yang kaya capek sebenernya kasian tapi itu udah tanggung jawab dia.


"Lo balik naik bus?biar gue anter" ucap Defa


"Gausah gue dijemput sama bang Ben hari ini"


"Ti, kita duluan" pamit Sania ke Tiana

__ADS_1


"Iya ati²"


Saniapun bergegas turun karena bang Ben udah spam dia katanya nunggu lama, padahal dia juga gaminta dijemput dasar bang Ben


'ting'


...


...


'ting'


...


...


ternyata ada chat dari bang Ratur, yang ngasih info kalo Sania harus dateng rapat karena dia ikut perombakan


Sania heran kenapa dia dirombak devisinya, apa dia ngelakuin kesalahan. Sekarang ia menjabat jadi devisi humas karena dia pinter ngomong. Trus sekarang mau dimasukin devisi apa si Sania.


"Siapa?" Tanya Ben kepo


"Kepo Lo kaya Dora"


"Yee gue kan nanya, oiya papi sama mami besok pulang, tapi malem"


"Serius Lo?"


"Iyaa"


"Kok gue ga dichat"

__ADS_1


"Gapenting soalnya Lo nya"


Sania cuma melirik Abang nya yang menyebalkan itu, ia malas berdebat.


__ADS_2