
Hari ini adalah hari Minggu, yang berarti 2 hari lagi karyawisata dilaksanakan. Sekarang Sania bersama Defa Tiana dan Tata berada dipusat perbelanjaan, mereka prepare barang barang yang akan mereka bawa dan tentunya berburu makanan.
Bahkan mereka mempunyai troli sendiri sendiri dan asyik memilih makanan yang mereka mau. Sebenarnya bang Ben mau nganter Sania, tapi tadi keburu Defa nyampe barengan Tata sama Tiana di mobilnya.
Setelah menghabiskan 2 jam untuk berbelanja mereka berada di cafe karena merasa lapar.
"Kata Judan Lo habis demam, emang iya?" tanya Defa
"Iyaa"
"Kok gabilang kita sih" protes Tata
"Orang sakit butuh istirahat, kalau ada kalian berdua mana bisa istirahat gue. Yang ada kepala gue tambah pusing denger suara kalian berdua" ucap Sania ke Tata sama Defa yang dibalas tatapan sinis dari keduanya. Tiana sendiri cuma senyum, karena yang dibilang Sania itu emang bener adanya.
"Gue mau bilang sesuatu" ucap Tata
"Kenapa?" Saut Tiana
"Gue jadian sama Dewangga"
"HAH!??" teriak Defa yang membuat perhatian orang orang jadi pindah ke mereka
"Sumpah Ta?" Tanya Sania
"Dari kapan?" Sekarang Tiana yang bertanya
"Baru kemaren, sebenernya gue gayakin karna tau sendiri kan dia dulu playboynya kaya gimana. Tapi kalian juga jadi saksi gimana sikap dia ke gue akhir-akhir ini"
Tata benar, setelah kejadian Tata yang disuruh ganti celana karena terlalu terbuka Dewangga makin terang terangan deketin Tata. Mulai dari jajanin Tata kalau istirahat, beliin dia Snack pas ujian, nganter jemput pulang bahkan karyawisata taun ini Tata dibayarin sama Dewangga. Dan yang paling membuat temen temen Altar kaget, setelah kejadian celana seksi Tata Dewangga gapernah gandeng cewe manapun. Padahal Dewangga itu sebulan bisa jalan sama 3 cewek berbeda bayangin aja.
Saat Sania dikasih tau sama Altar soal ini Sania juga kaget, Sania juga tau Dewangga playboy karena setengah dari temen temen OSIS nya pernah dideketin bahkan pacaran sama Dewangga.
Tapi setelah sama Tata Dewangga ga gitu lagi, dia cuma sama Tata. Mungkin itu yang membuat Tata yakin
"Gue juga udah dibawa kerumahnya" ucap Tata lagi
"Wah padahal ga ada satupun cewe yang dipacarin Dewangga diajak kerumahnya, hebat juga Lo"
"Dia nembak gue didepan nyokapnya gue gatau nolaknya gimana. Tapi jujur gue nyaman dan seneng kalo pas sama dia. Gue gasukanya cuma dia kadang susah lepasin gue kesana kesini sendiri"
"Iyasih dari kejadian Lo disuruh ganti celana udah keliatan kalo dia posesif anaknya" ucap Sania dengan tangannya berada didagunya
"Makanya, gue yang kebiasaan kemana mana sendiri jadi agak susah"
"Jalanin aja dulu, toh Lo juga suka sama dia. Mungkin itu emang sifatnya Dewangga kalik" kali ini Tiana yang menyaut
"Lo inget nggasih senior kita yang waktu itu ngelabrak Lo habis kita latian dance?" tanya Defa
"Iya kenapa" saut Tata cuek
"Waktu itu Dewangga bilang sama tuh senior 'kalo Lo berani megang atau bahkan deketin cewe gue lo abis sama gue' inget nggak" ucap Defa menirukan cara berbicara dewangga yang dingin
Tata pun cuma ngangguk, dia inget betul kejadian itu
"Kok gue gatau" ucap Sania
"Gue juga" ucap Tiana
"Iyalah Lo sibuknya ngelebihin DPR gimana mau cerita, pas sempet cerita gue lupa kalo ada kejadian itu" ucap Defa
__ADS_1
"Teuku bisa aja Lo cumi, tapi nih ya gue yakin sih Dewangga serius sama Lo, dia posesif mungkin karena takut Lo nya pergi" ucap Sania
"Yaudah intinya gue udah jadian sama dia, gue seneng sih kalo kalian fine fine aja soal ini"
"Trus Lo sama Judan gimana?" Tanya Tiana ke Defa
"Trus Lo sama Arneo juga gimana?" Tanya Defa balik
Ya Sania tau temen temennya ini jatuh cinta satu sama lain dengan temen temennya Altar. Sania seneng seneng aja malah bagus kan
"Caranya tau kalau Arneo serius sama gue gimana?dia baik juga kalo sama Lo" ucap Tiana ke Sania
"Tapi baiknya beda, kalo sama gue dia lebih peduli sama hubungan gue sama Altar"
"Iya Ti Lo jangan bego bego dong" saut Tata
"Kalo Lo gimana?" Tanya Sania ke Defa
"Gatau, padahal gue juga udah nunjukin kalau gue juga tertarik sama dia. Tapi ga ditembak tembak gimana dong" ucap Defa
"Gimana kalo kalian manfaatin acara karyawisata nanti? Pasti banyak moment yang bisa dimanfaatin" ucap Tata yang dianggukin sania
"Ntar gue bantuin deh, gue minta si Altar"
Jika Defa sudah yakin sama Judan dan perasaannya sendiri, berbeda dengan Tiana, dia gatau Arneo baik sama dia karna suka atau anaknya emang baik. Mengingat betapa dekatnya Arneo sama Sania bikin Tiana ragu. Arneo dulu selalu ngelakuin apapun buat Sania.
Lain anak anak SURF lain lagi anak anak OOB
Altar sama temen temennya sibuk mengorek informasi soal pengeroyokan bang Ben yang belum menemukan titik terang. Apalagi mereka mau karyawisata pasti penyelesainnya kepending lagi.
"Gue belum pernah liat anak guardian berantem sembarangan kaya gini" ucap Dom
Mengingat Guardian yang memiliki club' bela diri teknik asal serang bukanlah ciri khas Guardian.
"Ini musuh kita nambah apa mereka bayar orang sih" tanya Mario
"Tapi kenapa yang diserang bang Ben sama temen temennya? Kan mereka bukan anak Kaltter lagi"
"Anjing pusing kepala gue, belum ada info dari bang Ben tar?" Tanya Judan ke Altar
Altar pun menggelengkan kepalanya
Selama ini komunikasi dengan bang Ben memang diwakili oleh Altar. Kalian tahu sendiri alasannya
"Ada yang perlu gue omongin sama kalian" ucap Dewangga tiba tiba
"Apaan?Lo jadi mata mata mereka?wah parah Lo" ucap Mario
"Bukan!, Dengerin dulu brengsek"
"Soal Tata?" Tanya Altar tepat sasaran
"Tau darimana Lo"
"Kita temenan bukan dua tiga bulan, gue tau Lo kaya gimana" ucap Altar
"Iya gue jadian sama dia kemaren, kali ini gue ga main main" ucap Dewangga
Dewangga takut kalau teman temannya mikir dia mainin Tata doang
__ADS_1
"Kita tau kalik Lo serius, diliat dari kegilaan Lo yang marahin Tata pas pake celana seksi" ucap Judan yang mendapat tatapan sinis dari Dewangga
Berani beraninya dia bilang Tata seksi
"Rus Lo kapan mau nembak si Defa dan?" Tanya Altar yang membuat Judan merasa di skak oleh Altar
"Arneo dulu tuh, kesian si Tiana. Kalo gue kan jelas gue nunjukin kalo gue suka sama Defa. Lah ni anak maju mundur doang" ucap Judan
Altar pun menukik kan alisnya, Arneo sama Tiana? Kenapa dia nggak notice hal ini? Padahal Arneo sangat mengenal Altar. Tapi Altar tidak tahu apapun soal Arneo. Altar merasa buruk sekarang, dia selalu nuduh Arneo naksir Sania.
"Gue udah nunjukin kalik ke dia, tapi dianya banyak mikir" ucap Arneo
"Karna sikap Lo ke dia sama sikap Lo ke Sania itu sama, Lo baik perhatian sama mereka jelas Tiana gapercaya sama Lo" jelas Mario
Dia memang memperhatikan gerak gerik teman temannya selama ini. Ucapan Mario ini sangat disetujui Altar, Arneo emang terlalu perhatian sama kekasihnya.
"Gila, gue gasuka sama Sania, dia anaknya baik asyik makanya gue nyambung lagian gue juga sering sama dia karna OSIS, wajar kalo deket" saut Arneo
"Kurang kurangin deh lo merhatiin cewe gue, ntar Lo nyesel Tiana sama yang lain" ucap Altar
"Jujur aja awalnya gue deketin Sania karna gue pengen tau dia gimana sama Lo, tapi kalian malah salah tangkap apalagi Lo" ucap Arneo sambil menunjuk ke Altar
"Karyawisata besok duduknya bebaskan, Lo ajak bareng aja tu si Tiana" ucap Judan ke Arneo
"Berisik Lo gausa ngajarin, gue udah ada rencana sendiri buat Tiana"
Altar cukup lega, ternyata Arneo yang selama ini dia pikir suka sama kekasihnya. Ternyata malah suka sama sahabat nya Sania. Altar penasaran apa Sania tau soal ini. Kalau tau dia pasti udah heboh cerita sama Altar.
"Gue mau jemput Tata dulu, kita tinggal nungguin kabar dari bang Ben kan?" Tanya Dewangga
Jangan lupakan sikap posesif Dewangga, pokoknya kemana mana Tata harus perginya sama dia.
Tadi Sania udah bilang kalau mau belanja sama temen temennya, dan mereka naik mobil Defa. Altar gamau ganggu girlstime nya mereka ga kaya si Dewangga ini.
"Lo ga jemput cewe Lo?" Tanya Dewangga ke Altar sebelum pergi
"Nggak, katanya dia mau maen, lagian mereka tu naik mobilnya si Defa. Kasih mereka waktu sendiri" ucap Altar ke Dewangga
Dewangga ini memang kebangetan, bahkan sebelum jadian Tata susah main bareng temennya, padahal si Defa kemana mana ngajaknya Tata, karena Sania sama Tiana orang yang cukup sibuk buat diajak senang senang
"Terserah Lo, tapi gue mau jemput cewe gue" ucap Dewangga keras kepala
"Baik-baik Lo dijalan" ucap Judan yang hanya ditanggapi anggukan oleh dewangga
"Gue balik deh, pengen tidur" ucap Dom lalu pergi
Altar pun cuma mengangkat dagunya seolah mengisyaratkan oke ati ati
"Lo ga mau keluar sama si Defa?" Tanya Altar ke Judan
"Ntar malem"
"Balik gue" ucap Altar lalu keluar dari basecamp mereka
"Sialan gue ditinggalin, tungguin Tar gue nebeng anjing" teriak Mario lalu lari ke arah Altar
Judan diam diam memikirkan cara menjadikan Defa menjadi miliknya di karyawisata nanti. Defa ini banyak banget yang deketin, bisa dilihat dari chat yang masuk di hpnya meski diabaikan sama Defa tetep aja Judan juga khawatir. Defa itu cantik anak dance jadi yang naksir sama dia gabisa diitung jari.
Setiap hari Judan harus diam dan sabar ketika melewati koridor sama Defa semua laki laki menatapnya intens. Mau marah Judan gada hak, dan Judan bukan Dewangga yang bisa marahin anak orang soal pakaian kecuali dia emang punya hak buat itu. Sebenernya dalam hati Judan juga marah liat Defa pakai baju yang ketat. Apa Defa tidak tau sekotor apa pikiran laki laki. Karena dirinya juga seperti itu. Sial
__ADS_1
Lebih baik dia pulang juga. Nanti malam dia mau nemenin Defa cari sepatu buat karyawisata. Mengingat itu membuat Judan memikirkan barang couple pertama mereka. Tidak buruk.