
setelah menulis di buku diary Cia merasakan sesuatu yang keluar mengalir dari hidungnya,
"kenapa harus keluar lagi sih, padahal udah hampir satu tahun, ini jarang keluar, tapi kenapa sekarang keluar lagi sih"ucap Cia sambil mengusap darah dari hidung nya, tapi darah itu malah mengalir sangat deras
"Cia, harus segera membersihkan ini, Cia gak mau semua nya khawatir sama Cia" ucap Cia sambil berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan darah di hidung nya
...🌕🌕🌕🌕...
"darah nya tambah banyak, Cia harus gimana ?" ucap Cia sambil melihat pantulan cermin diri nya yang hidupnya terus mengeluarkan darah segar
" Cia harus bersihin darah ini dan kembali ke kamar Cia " ucap nya dan langsung berlari menuju kamarnya
...🌕🌕🌕🌕...
setelah sampai di kamar nya Cia membuka sebuah laci meja di sebelah tempat tidur nya
Cia mengambil sebuah botol obat dan mengambil sebuah pil dan meminum nya
"Argghh!!"
teriak Cia kesakitan
" i- ini sa- kit, bu- bukan nya Cia udah mi- num o- bat itu"
Cia merosot kan tubuh nya sangat kasar ke lantai, Cia menekuk kan kedua lutut nya dan menaruh kepala nya diantara kedua lutut nya.
Tangan nya membekap mulut nya menahan tangis, sakit itu lah yang di rasakan Cia setelah darah segar mengalir dari hidungnya, sesaat kemudian tangan kanan Cia memukul kepala nya berharap agar rasa sakit nya berkurang
Cia mencoba bangkit dari atas lantai menuju kasur nya tapi gagal, Cia terus mencoba dan mencoba tetapi tetap saja tidak bisa, beberapa kali Cia mencoba untuk bangkit tetap gagal, akhirnya Cia memutuskan untuk ngesot ke arah kasur
saat merasakan sakit Cia menjambak rambut panjang nya untuk menyalurkan rasa sakit
Cia meringis menahan rasa sakit, Cia terus menjambak rambut nya dengan kasar
" Ci-ciko apa Ci-ko bakal jemput C-Cia, se-belum itu Cia mo-hon sama Ciko bi-biarin Cia nge-rasain ka-sih sayang mama pa-pa sa-sama ka-kak kakak se-mua, Cia pi-ngin di peluk sa-sama mereka, setelah itu Ci-Ciko bisa jemput Cia "
setelah mengatakan itu, detik itu juga Cia melepaskan tangan nya yang menjambak rambut nya dan tubuh nya tumbang di lantai kamar nya
...🌕🌕🌕🌕...
pagi datang mengalahkan malam, hari ini Cia bangun pagi seperti biasanya dan menyiapkan sarapan untuk semua keluarga nya dan mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru nya
__ADS_1
Cia adalah murid terpandai di sekolah nya tapi keluarga nya itu terlalu sibuk untuk mengetahui itu, yang diketahui keluarga nya adalah Cia hanya lah beban dan pembawa sial bagi keluarga Wiliam Franklin
...🌕🌕🌕🌕...
semua keluarga sarapan dengan bahagia dan saling melempar candaan dengan gembira, di belakang tembok ada seorang gadis yang sedang melihat mereka
" aku juga pengen makan bareng sama mereka"
ucap Cia
Ya, orang itu adalah Cia, dia memperhatikan keluarga nya itu bahagia tanpa ada nya Cia
setelah kematian Ciko, Cia hanya di sebut sebagai pembawa sial, pembunuh dan Cia di anggap sebagai manusia transparan yang tidak pernah mereka pedulikan lagi
itu lah kenapa Cia rindu bagaimana kasih sayang seorang ibu, kasih sayang seorang ayah, dan kasih sayang seorang kakak
"kalian bahagia ya kalo Cia gak ada" batin Cia sambil melihat betapa bahagia nya keluarga nya tanpa kehadiran Cia
lama Cia melihat keluarga nya bercanda gurau di meja makan Cia masuk ke kamar nya sambil memikirkan bagaimana enaknya disayang lagi oleh keluarga nya
...🌕🌕🌕🌕...
sedangkan Cia?
Cia tidak pernah di ajak kemana mana, seperti biasanya hari libur ini adalah hari membosankan bagi Cia, sampai sebuah dering telepon dari handphone Cia berbunyi
ponsel itu Cia beli sendiri dengan uang nya sendiri, sebab keluarga nya tidak pernah membelikan apa pun untuk Cia
Cia mengangkat telepon itu tanpa tau siapa yang menelponnya
"Hallo?" ucap Cia
" Hallo Luna, Lo dimana sekarang, Lo ada waktu gak?, yuk keluar sama gue, gue bosen nih"tanya beruntun seorang gadis di sebrang sana
"siapa?, gue gak kenal Lo " ucap Cia
" Lo ngelupain gue Lun, gue Sasa sahabat Lo yang cantik, masa' Lo lupa sih sama gue" ucap Leysa
ya, yang menelpon Cia adalah Leysa
Cia langsung melihat layar handphone nya dan disitu tertulis "Sasa (Best plen ❤️)"
__ADS_1
" hehehe, sorry soalnya gue gak liat siapa yang nelpon gue, maaf ya sa" ucap Cia cengengesan
" udah gpp, oh ya Lo dimana sekarang?" tanya Leysa
" seperti biasa, gue selalu di rumah sendirian " ucap Cia sedih
"keluarga Lo mana?" tanya Leysa
" mereka keluar sa" jawab Cia
" Lo gak diajak Lun?" tanya Leysa lagi
"seperti biasa, gue gak pernah di ajak, mereka selalu menghabiskan waktu bersama tanpa mempedulikan gue yang masih ada di sini" lirih Cia
"jahat banget keluarga Lo, gue sampe heran deh, anak secantik, sepintar, sebaik Lo di sia siain kaya gini" geram Leysa
" Luna ada waktu gak, Sasa bosen nih keluar yuk kalo Luna ada waktu" ucap Leysa
"ada sih, ayo Luna juga bosen di sini gak ada yang nemenin Luna " jawab Cia
" yaudah, nanti kita ketemuan di kafe kita aja, di VAL Cafe aja, nanti gue ajak Onion ring juga, see you Luna " ucap Leysa
Luna, Veronica dan Leysa memiliki kafe yang mereka rintis dari nol sendiri tanpa bantuan orang tuanya dan sekarang kafe mereka di gemari oleh para remaja bahkan juga para pebisnis yang selalu memesan tempat di kafe mereka untuk mengajak client mereka untuk membahas pekerjaan mereka
"see you juga sa" ucap Cia
setelah itu Cia langsung mematikan telepon dan mengganti baju karena Cia akan menghabiskan waktu nya bersama kedua sahabat sengklek nya itu
setelah mengganti baju Cia berjalan meninggalkan kamar dan rumah nya menuju VAL CAFE sesuai janji nya dengan Leysa
...🌕🌕🌕🌕...
setelah sampai di sebrang jalan, Cia sudah melihat kedua sahabat nya yang menunggu di depan pintu cafe dan Cia melambai ke arah mereka,yang membuat mereka berdua menoleh kearah Cia
Cia menyebrang jalan dan berjalan ke arah ke dua sahabat nya
kedua sahabat nya itu langsung memeluk Cia saat sampai dan Cia pun langsung membalas pelukan Cia itu
" Luna gue kangen elo" ucap Veronica dan Leysa serempak
" baru kemarin ketemu, masa' udah kangen aja sih" ucap Luna
__ADS_1