
" ya udah deh Ciko ngalah sama kak Bintang, Kak Bintang udah dewasa, Ciko ngalah demi Cia loh ya, soalnya kan Cia belum makan "
ucap Ciko
" kak Bintang tahu, kalo setiap kak Bintang berdebat sama Ciko itu Ciko yang menang bukan kak Bintang " ucap Ciko lagi.
memang benar yang di bilang Ciko, setiap kali mereka berdebat Ciko lah yang menang bukan Bintang
" Adek lucknut " ucap Bintang kesal
" Gini - gini Ciko ngangenin loh ya " ucap Ciko yang membuat Bintang semakin kesal
" kangen dari mana" ujar Bintang dengan kesal menanggapi omongan Ciko
" nanti kalo Ciko gak ada, kak Bintang kangen sama Ciko loh , terus pasti kak Bintang nyariin Ciko, ya kan?" ucap Ciko
" nggak, kak Bintang nggak bakal kangen sama Ciko" jawab Bintang kesal
" masak sih??, Ciko gak percaya loh ya" jawab Ciko menggoda Bintang
" iya, malah nih ya, kak Bintang bakal seneng kalo Ciko gak ada, kan nanti kak Bintang yang nemenin Cia " jawab asal Bintang
" udah, kasian Cia nya dari tadi nyimak perdebatan kalian yang gak penting ini " jawab Arlan yang mulai jengkel dengan perdebatan Bintang dan Ciko
" kan kak Bintang yang mulai duluan bukan Ciko " kata Ciko
" kan Ciko, yang salah kok kak Bintang yang kena, Ciko yang bikin kak Bintang marah kan " kesal Bintang dengan sifat adiknya yang menjengkelkan bagi nya itu
" kak Bintang yang salah" ucap Ciko
" Ciko yang salah " kesal Bintang
" kak Bintang" kesal Ciko
" Ciko!!!" kesal Bintang
" udah udah semua nya diam jangan bertengkar lagi, nanti Cia gak jadi makan lagi loh" tegas Nichole kepada ke dua adiknya itu
" iya kak Nichole" serempak Bintang dan Ciko
...🌕🌕🌕🌕...
" pa, mama khawatir sama keadaan Cia, dia jadi pendiem sejak seminggu lalu" ucap Nabila khawatir
" iya ma, papa juga khawatir sama keadaan Cia, dia belum makan sejak pagi" ucap Sandy khawatir
semula raut wajah Sandy dan Nabila yang semula khawatir dan sedih berubah menjadi senang saat melihat Cia turun bersama kakak kakaknya.
" eh Cia, anak sayang nya papa, kita makan dulu ya, Cia kan belum makan" ucap Sandy dengan gembira saat melihat Cia turun, sedangkan Cia hanya mengangguk saja dengan ucapan papanya itu.
" mama udah masakin makanan kesukaan Cia nih, Cia makan ya " ucap Nabila
" Cia mau yang mana?" tanya Nabila yang menawari Cia
" cuma Cia doang nih yang ditawarin, masak Ciko gak ditawarin masakan mama sih" tanya Ciko yang sedikit kesal dengan sikap mamanya itu, pasalnya jika ada Cia, Ciko maupun Nichole, Arlan dan Bintang tidak akan di pedulikan, maklum anak perempuan satu satunya dikeluarga itu
" yaudah, Ciko sayang mau yang mana nih?" tanya Nabila dengan terkekeh
" Ciko mau ayam goreng sama sayurnya mama sayang nya Ciko " ucap Ciko dan Langsung diambilkan oleh Nabila, mamanya
" ini makanan Ciko " ucap Nabila sambil menyodorkan sebuah piring kepada Ciko
" makasih mama sayangnya Ciko " ucap Ciko
" kalo Cia mau yang mana nih ?" tanya Nabila
" Cia, samain sama Ciko aja ma " jawab Cia dan dengan langsung Nabila mengambilkan makanan untuk Cia
" ini sayang makanannya " ucap Nabila sambil menyodorkan sebuah piring kepada Cia
" makasih mama " ucap Cia dan mengambil sebuah piring dari mamanya itu
" iya sayang " ucap Nabila
saat makan dimeja makan hanya ada keheningan dan hanya ada suara ketukan piring dan sendok yang saling beradu
...🌕🌕🌕🌕...
saat selesai makan semua keluarga itu berkumpul diruang keluarga untuk menghabiskan waktu bersama
" emm ma, Ciko besok mau ngajak Cia ke taman, boleh ya " pinta Ciko kepada mamanya
__ADS_1
" ke taman ? " tanya Nabila memastikan
" iya, Ciko mau ajak Cia ke taman biar Cia gak sedih terus, Ciko gak suka lihat Cia nangis terus, boleh ya ma, pa" pinta Ciko ke kedua orang tua nya
" iya deh boleh, tapi kakak kakak kamu harus ikut ya " ucap Sandy dengan lembut
" kenapa harus ngajak mereka sih pa" ucap Ciko tidak suka dengan perkataan papanya.dan Ciko juka menunjuk ke arah Nichole, Arlan dan Bintang
" kan harus ada orang dewasa Ciko, buat ngawasin kalian, nanti biar gak kenapa kenapa " ucap Sandy dengan lembut
" tuh Ciko, dengerin omongan papa, berarti kak Bintang boleh ikut dong? ya kan ?" ucap Bintang
" hilih siapa yang ngajak kak Bintang, mimpi aja " ucap Ciko
" papa, Ciko kakak Cia kan? " tanya Ciko
" iya, Ciko kakak Cia " ucap Sandy dengan lembut
" berarti Ciko juga dewasa dong, Ciko cuma pengen jalan jalan sama Cia doang gak sama tuh kakak kakak" ucap Ciko dan menunjuk kakak kakaknya itu
" boleh ya, Ciko mohon" pinta Ciko
" iya deh boleh " serempak Nabila dan Sandy
" Yeay, makasih ma, pa" ucap Ciko senang
" udah sekarang semuanya tidur ya, ini udah malam " ucap Nabila
" iya ma " jawab serempak Nichole, Arlan, Bintang, Ciko dan Cia
semua pun tidur ke kamar masing masing, termasuk Ciko dan Cia karena mereka besok akan pergi berjalan jalan
...🌕🌕🌕🌕...
Ciko dan Cia turun ke bawah dengan pakaian yang rapi. kedua anak kembar itu turun dengan semangat
" Ciko, Cia makan dulu baru keluar jalan jalan" ucap Nabila dengan sedikit teriak
" iya ma " serempak Cia dan Ciko
...🌕🌕🌕🌕 ...
setelah makan Ciko dan Cia berpamitan dengan orang tuanya
" Assalamualaikum ma, pa " ucap Ciko dan Cia serempak dan mencium punggung tangan orang tuanya
" waalaikum salam, hati hati Ciko , Cia " serempak Nabila dan Sandy
...🌕🌕🌕🌕...
" Ciko, tamannya bagus banget, Cia suka banget sama tamannya " ucap Cia dengan mata berbinar binar
" iya lah, Ciko gitu loh" bangga Ciko
" Suka?" tanya Ciko
" iya, Cia suka banget Ciko " jawab Cia
" Ciko, tau taman ini dari mana, Cia aja gak tau taman ini loh" tanya Cia sambil menikmati permen kapas yang dibeli sebelum ke taman itu
" ya Ciko tau lah, Ciko cari taman yang indah biar Cia suka dan gak sedih lagi " jelas Ciko
" makasih Ciko, Cia makin sayang deh sama Ciko" ucap Cia sambil memeluk Ciko
" iya, Ciko juga sayang sama Cia " ucap Ciko sambil membalas pelukan Cia
...🌕🌕🌕🌕...
mereka bermain bersama sampai siang, dan tiba tiba seorang mengganggu mereka
" halo, om disuruh papa kalian buat jemput kalian nih" ucap seorang pria tidak dikenal
" maaf kita gak kenal om, jadi kita gak usah ikut om, soalnya kita kan gak kenal om" ucap Ciko yang membuat pria itu marah
" ayo ikut om!!!!" bentak pria itu
" gak!!!, kita gak mau!!!" ucap Ciko dan Cia serempak
" dasar anak nakal!!!" ucap pria itu sambil menyeret tangan Cia dan Ciko
" tolong!!!! " ucap Cia
__ADS_1
" diem!!!" bentak pria itu
Cia dan Ciko kalah tenaga dan pria itu sampai di mobil dan mengikat Cia dan Ciko
...🌕🌕🌕🌕...
pria itu membawa Ciko dan Cia ke sebuah gudang kotor dipinggiran kota. digudang itu terlihat banyak anak kecil yang seperti nya di culik juga oleh pria tersebut
gudang itu sangat gelap, bahkan saking gelapnya gudang itu, Cia dan Ciko awalnya tak menyadari jika banyak anak juga yang diculik seperti mereka
" diem disini, atau saya bunuh kamu" ucap pria itu mengancam Ciko dan Cia . Setelah mengucapkan itu pria itu langsung pergi dari gudang
" c Ciko, Cia takut" ucap Cia gemetar
" Cia tenang ya, Ciko cari jalan keluarnya, Cia gak usah takut disini kan ada Ciko " ucap Ciko menenangkan Cia
" i- i- iya Ciko " ucap Cia gemetar
Ciko melihat sebuah jendela dan akan memutuskan untuk kabur bersama dengan Cia dari jendela itu dan akan menyuruh polisi untuk gudang itu untuk menyelamatkan nyawa anak anak yang lain
" Cia, Cia lihat jendela itu,.kita kabur dari sana aja ya " ucap Ciko sambil menunjuk sebuah jendela berukuran sedang
" tapi Ciko, gimana anak anak yang lain? terus kita kalo ketahuan gimana? "
" tenang aja Cia, kita kabur dulu nanti kita kesini lagi sambil bawa polisi, kita gak bakal ketauan kok" jelas Ciko
" tapi Cia takut " ucap Cia gemetar
" gak papa Cia, kan ada Ciko " jelas Ciko
Cia hanya mengangguk dan mengikuti rencana Ciko, saat mereka berhasil keluar lewat jendela mereka ketahuan oleh pria yang menculik mereka itu
" kalian mau kemana hah!!" ucap pria itu
Ciko dan Cia berlari dengan kencang tapi tetap tertangkap
" kena kalian!!!!, dasar anak nakal!!!" bentak pria itu dan membawa Ciko dan Cia kembali ke gudang itu
" anak nakal!!!, saya akan kasih kalian pelajaran" ucap pria itu sambil membawa cambuk
" ja ja jangan om, jangan pukul Ciko" ucap Cia saat melihat pria itu berjalan kedekatan Ciko
" diem!!!"
***CTAR
CTAR***
suara cambuk yang menyentuh kulit halus Ciko
" AKH!!!" teriak Ciko kesakitan
" om jangan sakitin Ciko om" ucap Cia
" kamu mau di cambuk juga, hah!!!" ucap pria itu
" cambuk Cia aja om, jangan Ciko " ucap Cia karena tak tega melihat Ciko kesakitan
" jangan om, Ciko aja jangan cambuk Cia " ucap Ciko sambil menahan sakit
***CTAR
CTAR***
pria itu menyambuk Ciko dengan bruntal
" AKH!!!" erang kesakitan Ciko
" Ciko biar Cia aja yang di cambuk, Ciko udah kesakitan" ucap Cia
pria itu tak menggubris perkataan Cia dan terus terusan mencambuk Ciko
***CTAR
CTAR***
" AKH!!!" erang Ciko kesakitan
" hiks... hiks... om jangan pukul Ciko hiks... hiks... pukul Cia aja hiks... hiks..." tangis Cia
" c Cia, Ciko gak papa kok, C C Ciko udah janji s sama mama papa buat j j jaga Cia " ucap Ciko menahan kesakitan
__ADS_1
" AKH!!!" erang Ciko kesakitan
" hiks... hiks... ciko hiks... ini hiks... salah Cia hiks... hiks... gara gara Cia, Ciko harus kayak gini " tangis Cia