ALUNA Untuk SAMUDRA

ALUNA Untuk SAMUDRA
Preman!!!


__ADS_3

di balik itu semua ada beberapa orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan


"Gib, kek nya Luna, Leysa and Veronica Deket sama Noval dkk" ucap Doni


"ya deh gib, liat aja si Oni senyum liat Noval, padahal ganteng juga gantengan gue" ucap Nathan dengan percaya diri


"Lo suka sama Oni, than?" tanya Gibran yang baru mengeluarkan suara nya itu


"gue gak tau Gib, tapi kek ada yang gak beres sama hati gue liat Oni sama Noval" ucap Nathan sejujur jujurnya


"jadi Lo beneran cemburu than?" tanya Doni


"gue gak ngerti gimana perasaan gue sebenarnya, tapi kek nya hati gue sakit Don, apa lagi Oni senyum kalo ada Noval, kalo gue? dia gak pernah senyum ke gue" ucap Nathan sedih


"itu karena Lo banyak cewek nya than, jadi dia sulit bedain Lo beneran tulus apa enggak ke elo than" ucap Doni


"tapi tu si Noval lebih banyak cewek nya ketimbang gue" ucap Nathan, memang ucapan Nathan ada benarnya


"makannya than, tobat jadi play boy nya!!!" ucap Doni


"eh tapi gue lihat tu si Sasa Deket bat dah sama Zidan" ucap Doni


"gue pernah lihat si Sasa ke pasar malam bareng Zidan" ucap Doni


"mungkin mereka jadian ya?" tanya Doni


"berarti gue gak bisa ngomong perasaan gue ke Sasa" lirih Doni


"kalo Lo suka sama dia Lo ungkapin perasaan Lo, jangan mendem perasaan Lo sendiri, jangan sampai Lo jadi kayak gue, gue tau rasa sakit yang Lo berdua rasain, tapi rasa sakit Lo gak sebanding sama sakit yang pernah gue alamin"ucap Gibran panjang kali lebar, bisa bisa nya cowok dingin kek Gibran ngomong panjang


"maksud Lo?" tanya Nathan


"inti nya gue pernah mencintai seseorang dan sampai detik ini gue masih cinta and sayang sama dia, tapi gue harus benci sama dia karena alasan yang kurang jelas bagi gue" ucap Gibran yang membuat kedua temannya diam


"udah gue mau cabut dulu, kalo Lo nyari gue gue dikelas" ucap Gibran lalu berjalan meninggalkan kedua sahabat nya itu


"hah?, cowok kutub pernah mencair" ucap Doni kaget


"hah?!!, Gibran pernah jatuh cinta!!!" ucap Nathan kaget


"gue penasaran, siapa yang bisa ngelelehin tu kutub!!!"


...🌕🌕🌕🌕...


"Lun, Lo gak mau pulang bareng kita?" tanya Veronica


"gak deh, gue mau pulang sendiri aja" ucap Luna

__ADS_1


"yaudah kalo gitu, kalo ada apa apa kabarin ya" ucap Leysa


"ok!!!"


...🌕🌕🌕🌕...


saat tengah bersenandung ria tiba tiba ada segerombolan orang yang mendatangi Luna, seperti itu adalah preman


"hai adik cantik, ikut om yuk, nanti om kasih permen" ucap salah satu preman itu


"maaf, saya gak mau ikut!!!" tolak Luna


"kenapa gak mau ikut adik cantik?" tanya ketua preman itu


"ya karena saya gak kenal anda!!!" ucap Luna


"ayo ikut!!!" bentak ketua Preman itu


"saya bilang enggak ya enggak, kok situ nyolot sih!!!" teriak Luna


"dasar anak kurang ajar!!!" ucap preman itu


"kamu gak diajarin sopan santun sama orang tua kamu hah!!!" ucap ketua preman itu, dan mengundang sebuah Bogeman mentah dari Luna, meski Luna sering dipukul dan tidak melawan bukan berarti Luna lemah kan


"bos!!!, bos gak papa" ucap anak buah preman itu yang melihat bos nya tersungkur


anak buah preman itu menghajar Luna, sampai akhir nya seorang dari preman itu mengambil sebuah kayu yang tergeletak di jalanan dan langsung memukul kepala Luna


Bugh!!!


"Akh!!!" erang Luna kesakitan


"terus pukul sampai dia lemah!!!" ucap ketua preman itu


Bugh!!!


Bugh!!!


Bugh!!!


preman itu memukuli Luna dengan membabi buta, akibat pukulan pada kepala Luna, Luna mulai merasakan pusing yang amat sakit di kepala nya, seketika kemudian sesuatu kental mengalir di bibir mungil Luna


ya darah segar itu keluar dari hidung Luna, semakin para preman memukul kepala Luna semakin banyak darah yang keluar dari hidung Luna


Luna tidak tau lagi bagaimana nasibnya, dia sendiri sudah merasa kan pusing yang amat sangat sakit di kepala nya dan darah segar itu terus mengalir keluar dari hidung nya


Luna sudah pasrah bagaimana nasibnya nanti dan tiba tiba...

__ADS_1


"apa yang Lo semua lakuin ke adik gue!!!" teriak seseorang yang baru turun dari motor nya


"mau jadi jagoan?, dia adik Lo, bilangin ke Adek Lo kalo ngelawan gue sama anak buah gue harus terima akibatnya!!!" ucap preman itu


"bacot banget ya Lo!!!!" ucap seseorang itu dan langsung melayangkan bogeman mentah ke para preman, akhirnya terjadilah aksi baku hantam


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Srat...


Bugh...


"cepet cabut!!!" perintah ketua preman itu yang sudah babak belur dihajar habis - habisan itu


lalu bagaimana dengan Luna, darah segar itu terus mengalir keluar dari hidung nya, kepalanya seakan akan rasanya mau pecah karena pukulan keras yang diterima Luna di kepalanya itu


"kak Zico..." lirih Luna, ya seseorang itu adalah Zico, Zico melihat para preman itu pukulin kepala Luna pake tongkat kayu


"iya Cia ini gue, Lo gak papa kan? Lo di apain sama para preman itu? kok sampai mimisan gini sih? kepala Lo pusing atau gimana?" ucap Zico khawatir, sikap Zico yang berbanding terbalik dengan Bintang, Zico selalu tidak tahan jika seseorang melukai Cia, karena bagi Zico Cia adalah sosok adik yang paling berharga dan pantas dilindungi menurut Zico


"C-Cia gak p-papa kak..." parau Cia sambil menahan sakit


”gak papa gimana?, kita ke rumah sakit aja ya, kamu sampai mimisan kayak gini!!!" ucap Zico khawatir


"tapi kak..." lirih Cia


"gak ada bantahan!!!" ucap Zico tegas tapi selang beberapa detik setelah Zico mengatakan kata kata itu, Luna tiba tiba pingsan yang membuat Zico panik plus khawatir


"Cia, Cia bangun, ayo Cia gak boleh pingsan Cia harus kuat, Cia jangan bikin kak Zico khawatir dong!!!" ucap Zico panik


"gimana cara gue bawa Cia, gue aja kesini bawa motor" ucap Zico panik


"gue telpon ambulance aja" ucap Zico kemudian menelpon ambulance


...🌕🌕🌕🌕...


Rumah sakit semua sehat


Cia telah ditangani oleh dokter yang sudah berpengalaman


"Zico gimana keadaan nya Cia" ucap Rista khawatir, sesudah menelpon ambulance,Zico menelpon Mama and papa nya


kenapa kok nggak orang tua Cia? ya karena orang tua nya gak akan pernah peduli kalo urusan itu ada sangkut pautnya sama Cia

__ADS_1


__ADS_2