ALUNA Untuk SAMUDRA

ALUNA Untuk SAMUDRA
Rumah sakit


__ADS_3

"Zico gak tau ma, tadi Zico lihat Cia di palak para preman" ucap Zico


"apa ini dengan keluarga pasien?" tanya seorang dokter yang masih sangat muda, yang baru keluar dari ruang operasi


"iya dok, kita semua keluarga nya" ucap Zain dengan nada khawatir itu


"luka di kepala nya tidak terlalu parah" ucap dokter itu terus terang


"syukurlah kalau begitu" ucap Rista


"tapi ada yang mengganjal di pikiran saya, apakah saya boleh bertanya?" tanya dokter muda itu


"silahkan tanya kan apa saja kepada saya dok!!!" ucap Zain dan Rista bersamaan dengan nada khawatir


"apa sebelum nya adik Cia pernah mengalami mimisan yang sangat parah seperti ini?" tanya dokter itu terus terang


"kita kurang tau kalo itu dok!, karena kita hanya kerabat jauh Cia" ucap Rista


"apa kalian bisa memanggil kan orang tua nya" ucap dokter itu


"maaf, tapi orang tua nya dimana ya?" tanya dokter itu


"orang tua nya gak pernah ngurusin Cia, bahkan bisa dibilang Cia selalu di campakkan di keluarga nya" ucap Zain terus terang


"apa kalian tau Cia pernah mengalami mimisan separah ini?" tanya dokter itu


"kami tidak tau dok!!!" ucap Zain dan Rista bersamaan


"Zico pernah liat Cia mimisan kayak gini!!!" ucap Zico yang membuat semua yang ada di situ kaget


"Zico pernah liat Cia mimisan kayak gitu?" tanya Rista


"iya ma, pas Cia masih kelas tiga SD, saat itu Zico gak sengaja liat Cia mimisan separah itu"ucap Zico


"kalo dilihat dari gejala nya kemungkinan besar pasien terkena penyakit leukemia" ucap dokter itu


Deg...


kata yang di ucapkan dokter itu membuat Zico serta orang tua nya diam membeku


"Cia kena leukemia..." lirih Zico


"apa kemungkinan nya sebesar itu dok" tanya Zain


"iya pak, gejala pasti leukemia adalah mimisan yang parah seperti yang dialami oleh pasien, kami hanya menduga saja, jika bapak ingin memastikan pasien terkena leukimia atau tidak, bisa diuji dengan tes darah pasien" ucap Dokter itu


"baik dok, lakukan tes itu sekarang juga" ucap Zain


"baik saya akan menguji darah pasien, kalian bisa tunggu kurang lebih dua jam" ucap dokter itu


"untuk sementara saya sudah membius pasien dengan obat, anda sekalian dilarang untuk masuk sebelum hasil nya keluar"


...🌕🌕🌕🌕...


dua jam sudah berlalu


Zico menunggu hasil itu dengan sangat takut, dia takut ternyata Cia memang memiliki penyakit leukimia


"hasil nya sudah keluar" ucap dokter itu

__ADS_1


"gimana dok?, apa emang Cia terkena penyakit leukimia?" tanya Rista dengan nada panik


"ya pasien mempunyai penyakit leukimia, tapi sepertinya pasien sudah tau penyakit itu, sebab ada obat pereda rasa sakit dan seperti nya pasien pernah melakukan kemoterapi" jelas dokter itu


Deg...


kata kata dokter itu membuat hati Zico terasa sesak, jika saja Zico tau ini lebih cepat, pasti Zico tidak akan membiarkan Cia berada di rumah yang seperti penjara itu


"bagaimana bisa Cia menahan rasa sakit seperti itu sendirian" batin Zico


"apa tidak ada cara agar penyakit ini hilang dok?" tanya Zain,


"ada cara nya pak, dengan cara pasien tersebut sering melakukan kemoterapi dan transfusi darah" ucap dokter itu


"Anda boleh menemui pasien, kalau begitu saya izin pamit, karena banyak pasien yang harus saya tangani" ucap dokter itu lalu pergi meninggalkan Zico, Zain dan juga Rista yang benar benar tidak tahu harus berbuat apa


"ma Cia terkena leukimia" ucap Zico sambil mengacak acak rambutnya frustasi, sedangkan Rista tak menanggapi omongan Zico sebab Rista terus menangis sejadi jadinya


...🌕🌕🌕🌕...


"Cia gimana ke adaan kamu?" tanya Zain


"Cia baik baik aja kok pah" ucap Cia, memang Zain sendiri lah yang menyuruh Cia memanggilnya papa


"mama Rista kok nangis sih, nanti jelek loh kalo nangis" ucap Cia


"Cia, ada yang harus papa Zain omongin sama kamu" ucap Zain


"papa Zain mau ngomong apa sih, Cia penasaran tau" ucap Cia


"Cia, tadi dokter ngelakuin tes darah ke kamu, kata dokter kamu punya penyakit leukimia, dan katanya kamu pernah menjalani kemoterapi"ucap Zain


Deg..


"papa Zain udah tau ya kalo Cia anak yang penyakitan" lirih Cia


"apa maksud kamu Cia?" ucap Rista di sela sela tangis nya


"hufft..., yaudah deh Cia kasih tau, sebenernya Cia udah tau kalo Cia mengidap leukimia sejak kematian Ciko" ucap Cia sejujur jujurnya


mendengar perkataan Cia itu, keluarga Mahendra seperti sedang dijatuhi ribuan anak panah, meskipun Cia bukan anak kandung mereka, mereka tetap memberi kasih sayang layak nya seorang anak perempuan yang selalu dijaga oleh orang tua nya


"terus kenapa kamu gak bilang sih..." ucap Zico sambil mengacak acak rambutnya


"maafin Cia, kata papa sama Mama mereka gak peduli lagi sama Cia, jadi Cia rahasiain ini dari kalian juga, Cia takut Cia malah nambah pikiran kalian" lirih Cia


"Cia dengerin kak Zico, kita semua sayang sama Cia, jadi kalo Cia punya masalah apa pun untuk dihadapi seenggaknya kasih tau kak Zico, Cia udah nganggep kak Zico kakak Cia kan?" ucap Zico lembut


"iya Cia udah nganggep kak Zico kakak Cia, Cia juga sayang banget sama kak Zico" ucap Cia


"yaudah mulai sekarang Cia tinggal sama mama Rista aja, mama rista gak tega liat kamu selalu di sakiti baik luka fisik maupun batin lagi sama keluarga yang gak pernah nganggep kamu penting itu" ucap Rista


"tapi mama Rista, mereka semua masih keluarga Cia, Cia gak mau ninggalin mereka" ucap Cia


"em kak Zico bisa janji satu hal nggak sama Cia?" tanya Cia


"boleh, kak Zico bakal turutin semua permintaan Cia " ucap Zico lembut


"kak Zico, Cia minta tolong kak Zico, mama Rista sama papa Zain janji satu hal sama Cia" ucap Cia

__ADS_1


"kita bakal lakuin apa aja yang Cia mau, kita janji!!!" ucap Zico, Rista dan Zain bersamaan


"Cia mohon jangan kasih tau orang lain tentang penyakit Cia ini ya, termasuk keluarga Cia" ucap Cia


"kenapa gitu, sayang?" tanya Zain lembut sambil mengelus kepala Cia dengan lembut


"Cia gak mau, Cia dianggap lemah cuma karena penyakit ini, dan karena semua orang udah gak peduli lagi sama Cia bahkan keluarga Cia sendiri" lirih Cia


"jadi kalian janji gak boleh ngasih tau semua orang tentang penyakit Cia ya!!!" ucap Cia


"kita Janji!!!"


...🌕🌕🌕🌕...


Kediaman keluarga Wiliam Franklin


pukul 17.00


"dari mana saja kamu hah!!!!" bentak Sandy yang baru melihat Cia pulang


"Cia tadi dipalak sama preman pah..." ucap Cia


"Halah!!!, gak usah ngeles kamu, orang semua orang udah pulang kamu belum pulang?!!!, kamu gak liat ini jam berapa?!!!" bentak Nabila


"Cia gak bohong mah., Cia Emang dipa..." ucap Cia


"gak usah ngeles deh, jam berapa ini!!!" ucap Sandy


"BISA KAMU ITU CUMA MEMPERMALUKAN KELUARGA INI!!!, UNTUNG SAYA SUDAH CABUT MARGA WILLIAM FRANKLIN DARI MARGA KAMU!!!, KALAU ENGGAK?!!!" bentak Sandy


"DASAR ANAK TIDAK BERGUNA!!!!" bentak Sandy


"APA KAMU TIDAK BISA SETIDAK NYA TIDAK MENYUSAHKAN SAYA!!!"


"KAMU MEMANG ANAK PEMBAWA SIAL!!!, KENAPA HARUS ANAK SAYA YANG MATI BUKAN KAMU HAH?!!!!"


"tapi Cia kan juga anak papa" lirih Cia


"KAMU MEMANG PEMBUNUH!!!!, APA KAMU TIDAK BISA LEBIH PINTAR SEDIKIT"


"DASAR ANAK BODOH!!!"


"SEPERTI NYA PELAJARAN YANG KEMARIN SAYA BERI ITU KURANG YA!!!, SAMPAI SAMPAI KAMU MELAKUKAN KESALAHAN YANG SAMA?!!!"


"KAMU ITU NURUN SIAPA SIH?!!!, GAK ADA DARI KELUARGA WILIAM YANG SELALU PULANG MALAM BEGINI DAN GAK ADA DARI KELUARGA FRANKLIN YANG SELALU PULANG LARUT BEGINI!!!, MAU JADI JALANG KAMU, HAH!!!!" bentak Sandy, memang keluarga itu memiliki dua marga yang dimana marga Wiliam itu adalah marga Sandy dan marga Franklin adalah marga Nabila


"SEPERTI NYA SAYA KURANG KERAS SAMA KAMU YA!!!, SEPERTI NYA SAYA HARUS MENGGANDAKAN HUKUMAN SAYA MENJADI DUA KALI LIPAT!!!" bentak Sandy lalu mengambil cambuk yang udah disiapkan dari tadi untuk memukul Cia itu


CTAR


CTAR


CTAR


Sandy mencambuk Cia dengan bruntal, sampai sampai sang empu meringis kesakitan


"hiks pa, Cia mohon hiks jangan cambuk Cia"


"tubuh Cia hiks udah sakit semua"

__ADS_1


"Cia mohon sama papa, i-ini sakit" ucap Cia menahan rasa sakit, sakit yang tadi ia dapat karena dipukul preman aja belum sembuh sekarang malah ditambah dengan cambukan dari Sandy


__ADS_2