
setelah bel pulang sekolah berbunyi, Luna berjalan ke arah rumah nya dan Luna ingin mengunjungi makam sebelum pulang
...🌕🌕🌕🌕...
PEMAKAMAN KELUARGA WILIAM FRANKLIN
tertulis jelas di depan gerbang pintu masuk makam tersebut. Luna memasuki makam itu dan membawa bunga yang akan ia taburkan di makam Ciko
Luna menghampiri gundukan tanah dengan tulisan berukir di batu nisan itu dengan tulisan ASLAN CIKO WILIAM FRANKLIN makam saudara kembarnya. Orang yang selalu menjaga Luna dengan penuh kasih sayang dan orang yang selalu ada untuk Luna, karena itulah Luna sangat merindukan Ciko
" Hai Ciko, Ciko tau Cia rindu loh sama Ciko " sapa Cia sambil mengelus batu nisan Ciko dengan penuh kasih sayang
" Ciko, Cia kangen sama Ciko " ucap Cia sambil menaburkan bunga di makam Ciko
" Ciko, tau di rumah gak ada lagi yang sayang sama Cia " lirih Cia yang sudah menaburkan bunga di makam Ciko
" mereka semua benci sama Cia" ucap Cia yang tiba tiba saja langit menjadi gelap yang seperti nya mengerti kesedihan Cia
" Ciko tau, gak ada lagi yang sayang sama Cia" ucap Cia
" Cia kangen sama Ciko" lirih Cia menahan tangis
" hiks..., maafin Cia hiks gara gara Cia Ciko harus mati, maaf hiks seharusnya Ciko selamatin diri hiks Ciko dulu bukan nyelamatin Cia " tangis pecah Cia yang diikuti gerimis yang mulai turun ke bumi seakan akan tau betapa sedihnya Cia saat ini
"Ciko, seharusnya hiks masih ada di hiks sini, Ciko maafin Cia " parau Cia yang membuat gerimis berubah menjadi hujan yang ingin menyembunyikan kesedihan Cia
"gak hiks Cia gak boleh nangis, nanti Ciko juga ikut nangis kalo Cia nangis" ucap Cia sambil menyeka air mata nya
"Ciko, harus bahagia ya disana, Cia juga bakal bahagia kok" ucap Cia sambil berusaha menahan tangis nya
"andai Cia yang mati..." parau Cia yang tanpa sadar air mata nya menetes kembali
" pasti hiks keluarga ini masih bahagia "
" hiks yang di katakan mama hiks emang bener Ciko"
"Cia hiks emang pembawa sial hiks, Ciko maafin Cia, hiks Cia gak bisa selamatin Ciko"
" maaf" lirih Cia
"Cia hiks kangen Ciko"
...🌕🌕🌕🌕...
sudah satu jam Cia di makam
Cia memutuskan untuk pulang, hujan masih turun dengan derasnya yang membuat baju Cia basah, Cia merasa kedinginan
seharusnya dirinya membawa payung, tapi Cia tidak mempunyai payung, terpaksa Cia pulang hujan hujanan kayak gini, toh besok juga hari libur jadi sekolah libur
...🌕🌕🌕🌕...
setelah menempuh perjalanan selama 15 menit Cia sampai dirumahnya
rumah yang selalu penuh dengan suara teriakan kesakitan dari Cia, tapi Cia tetap menyayangi penghuni rumah itu, walaupun mereka sering menyiksa nya
...🌕🌕🌕🌕...
Cia memasuki rumahnya, bukannya di sambut dengan hangat hanya tatapan tajam yang di berikan oleh keluarga itu
" dari mana saja kamu Hah!!!" bentak Sandy yang ditujukan untuk Cia itu
" Mau jadi jalang kamu, pulang sekolah gak langsung pulang!!!" bentak Sandy
__ADS_1
" perasaan saya tidak pernah mengajari untuk menjadi jalang!!!" ucap Nabila sedikit membentak
" Dari mana saja kamu, Hah!!!" bentak Sandy dengan nada tinggi
"pah, di luar huj..." ucapan Cia terpotong
" kenapa kamu membantah perkataan saya!!!" bentak Sandy
"Nichole, ambilkan papa cambuk di kamar papa, cepat!!!" ucap Sandy dan langsung di beri anggukan oleh Nichole dan langsung ke lantai dua, kekamar papa nya untuk mengambil cambuk
" pah, Cia mohon jangan cambuk Cia lagi" lirih Cia ketakutan
Nichole turun dengan membawa cambuk dan menyerahkan nya pada papa nya
" ini balasan karena kamu berani membantah saya!!!" bentak Sandy
CTAR
CTAR
"Pah, hiks jangan cambuk Cia lagi, i hiks ini sakit" ucap Cia di sela sela tangis nya
bukannya berhenti mendengar suara tangisan dari Cia, Sandy malah mencambuknya dengan keras
CTAR
CTAR
" ampun pah hiks jangan cambuk Cia" mohon Cia sambil memegang kaki papa nya itu
bukannya berhenti, Sandy malah risih karena Cia memegang kaki nya dan menendang Cia hingga tersungkur ke lantai
Bruk!!
" berani kamu menyentuh kaki saya, Hah!!!" bentak Sandy
" ma- maafin Cia pah, Cia gak sengaja" ucap Cia ketakutan
" maaf kamu bilang!!!" bentak Sandy
" berani berani sekali anak pembawa sial seperti kamu menyentuh kaki saya!!!" bentak Sandy lagi dan kembali mencambuk Cia
CTAR
CTAR
"a ampun pah, maaf hiks Cia gak bakal hiks ngelakuin hal itu lagi"
"Cia hiks janji gak akan pegang hiks kaki papa lagi " ucap Cia ketakutan sebab cambukan yang di berikan papanya itu menyakitkan
setelah selesai mencambuk, Sandy pergi meninggalkan Cia yang meringis kesakitan dan disusul oleh Nabila, Nichole, Arlan dan Bintang meninggalkan Cia yang masih meringis kesakitan
...🌕🌕🌕🌕...
Cia berlari menuju kamarnya dengan menangis
setelah sampai Cia mengunci pintu rapat dan menangis sejadi jadinya
"hiks segitu bencinya kalian sama hiks Cia?" tanya Cia kepada diri sendiri
"Cia juga gak ingin ini semua terjadi" lirih Cia
"Cia hiks juga pengen bahagia, hiks seperti anak anak lain hiks yang diperhatikan oleh hiks orang tua nya hiks Cia juga pengen kayak gitu"
__ADS_1
"Ciko, Cia kangen sama hiks Ciko, Ciko kapan hiks jemput Cia"
" Tuhan, hiks Cia pingin sama Ciko, hiks tuhan tolong jemput hiks Cia"
"Tuhan, Cia capek, hiks "
" Cia capek di benci terus, hiks"
"Cia pingin kak Nichole hiks, kak Arlan, kak Bintang, mama hiks sama papa sayang sama Cia lagi"
"Cia pingin hiks kakak kakak Cia panggil adik lagi ke Cia "
"Cia pingin hiks mama sama papa hiks panggil Cia putri ku sekali hiks lagi aja, itu udah lebih hiks dari cukup bagi Cia "
"nggak hiks Cia gak boleh sedih, nanti Ciko ikut sedih, Cia harus kuat biar Ciko gak sedih" ucap Cia sambil menyeka air matanya
Cia berjalan menuju meja dan membuka laci dan mengambil buku Diary nya yang senantiasa mendengarkan isi hati Cia
Cia duduk dan menulis di buku yang sudah terlihat kusam itu
Dear diary
kenapa keluarga ini gak sayang sama Cia
segitu gak pantas kah Cia bagi keluarga ini
Kak Bintang Cia pengen di sayang kayak dulu lagi, di perhatiin, di sayang
Cia iri loh sama orang lain
di mana kakak kakaknya sayang sama dia
sedangkan kakak Cia...
benci sama Cia
Mama Cia kangen kasih sayang mama
Cia pingin di perhatiin kayak dulu
papa Cia juga kangen kasih sayang papa
Cia pingin di sayang kayak dulu sama papa
tau nggak...
saat seharusnya orang tua melindungi anaknya
dan membesarkan nya dengan kasih sayang
Cia juga pengen di besarkan kayak gitu
Papa yang selalu pukul dan bentak Cia
kak Nichole yang selalu benci sama Cia
kak Arlan yang selalu bersikap dingin sama Cia
kak Bintang? sudah lah kak Bintang membenci Cia lebih dari siapapun
Cia kira mama masih sayang sama Cia, tapi bahkan mama sama aja kayak papa
Cia kangen kasih sayang kalian semua...
__ADS_1
^^^~ Aluna Anastachya Agatha^^^