
sampai kelas Luna, Leysa Veronica langsung menuju bangkunya, dan Veronica dan Leysa menatap tajam ke arah Doni yang membuat Doni bergidik ngeri dengan tatapan mata Veronica dan Leysa
" eh Stt... ada Bu high heels datang ke sini " ucap salah satu siswa sambil melihat kedatangan Bu Laras
" Pa. gi. a. nak. a. nak. " ucap Bu Laras dengan menekan setiap kata. Bu Laras adalah guru bahasa Inggris yang terkenal galak tak kenal ampun
" pagi Bu" ucap sebagian siswa dan siswi di kelas, yang membuat Bu Laras emosi
" KALO GURU NGASIH SALAM DIJAWAB DONG " jawab Bu Laras
" KALO JAWAB YANG KERAS DONG " Ucap Bu Laras
" PAGI ANAK ANAK! " ucap Bu Laras lagi
" PAGI BU!!" Ucap semua siswa dan siswi di kelas itu dengan teriak
" BERANI KALIAN NERIAKIN SAYA!!" bentak Bu Laras
" Lah kata nya suruh jawab yang keras Bu!!!" ucap seluruh siswa dan siswi kompak
" TERSERAH!! " ucap Bu Laras
" Bisa bisa saya darah tinggi ngajar kalian semua!!" ucap Bu Laras frustasi
" ya diturunin aja Bu, apa repot nya sih " jawab Doni Watados
" Diam kamu Doni!!" ucap Bu Laras
". sudah mari kita mulai pelajaran nya sekarang!!" ucap Bu Laras lagi
Bu Laras mengajar semua siswa dan siswi di kelas Luna, waktu berlalu begitu cepat dan
**KRING
KRING**
****KRING****
bel istirahat kedua berbunyi
" sudah pembelajaran sampai di sini saja, saya akan melanjutkan nya Minggu depan " ucap Bu Laras dan meninggalkan kelas lalu di ikuti semua siswa dan siswi keluar kelas untuk bermain atau pun ke kantin
" yok ke kantin, gue belum makan nih, tadi mau makan di ganggu sama Donald bebek, sekarang gue laper gara gara dengerin tu bacotan guru yang bagi gue un faedah ( tidak bermanfaat)" ucap Leysa
" iya, gue juga capek dengerin tu bacotan guru yang bikin kuping gue sakit, dan gue laper karena gak sempet sarapan tadi" ucap Veronica yang memang tadi belum makan apa apa
" iya juga, Luna belum makan sejak kemarin, karena gak dibolehin sama papa" ceplos Luna tak sengaja dan langsung menutup mulutnya yang membuat kedua sahabat
__ADS_1
nya itu geram
" WHAT!!!, Lo gak di kasih makan dari kemarin!!" ucap Leysa marah
" bisa bisa nya Lo gak di kasih makan sama orang tua bangka itu!!" ucap Veronica marah, masa' iya sahabat nya yang paling disayang di siksa kayak gitu, bisa bisa marah deh si Veronica
" Lo di siksa lagi sama dia, Lun?" tanya Leysa
" gak kok gue kemarin makan kok" elak Luna berbohong
" udah lah Lun gak usah bohong, gue ngerti Lo sering di siksa tu sama orang tua bangka, emang kakak Lo gak ada yang belain lo sama sekali?" tanya Veronica yang sudah emosi rasanya dia ingin menghajar habis habisan orang yang telah menyiksa sahabat nya itu, kata Veronica mah Dosa belakangan yang penting sahabat gue gak di siksa lagi
" kakak kakak gue semua benci sama gue " lirih Luna
" emang ya keluarga Lo itu gak punya hati!!!" ucap Leysa
" mending Lo kabur aja, dan nanti kita bisa tinggal bareng bareng, ya gak sa?" ucap Veronica
" Yoi" jawab Leysa
" kita bisa tinggal bersama, tanpa ada yang nyakitin lagi" ucap Leysa lagi
" gak, gue gak mau kabur" ucap Luna
" tapi Lun, keluarga Lo itu udah keterlaluan" ucap Veronica
" di saat yang tepat gue bakal pergi kok" ucap Luna
...🌕🌕🌕🌕...
" eh kita di bangku itu aja, yuk" ucap Luna menunjuk bangku kosong dipojok kantin, dan langsung mendapat anggukan dari ke dua temannya itu
" biar gue aja yang pesen" ucap Leysa
" tumben baik?" tanya Luna dan Veronica
" kalo kalian yang mesenin nanti gue gak bisa pesen banyak dong" ucap Leysa
" dasar tukang makan" ucap Luna dan Veronica serempak
" udah cepetan mau pesen apa, gue udah laper nih!!" ucap Leysa dan Luna dan Veronica pun memesan makanan dan Leysa langsung pergi untuk memesan itu
5 menit kemudian
" nih, pesenan kalian masing masing" ucap Leysa sambil menyodorkan pesanan Luna dan Veronica
" makasih Sasa tepung bumbu" ucap kedua nya serempak
__ADS_1
" ck..., udah baik baik di pesenin tapi malah dipanggil Sasa tepung bumbu!" ucap Sasa kesal
" terus Lo pengen di panggil apa " ucap Veronica
" Inces Sasa yang cantek!!" ucap Leysa sambil mengibaskan rambutnya ke samping
" Huek..., jijik gue denger nya" ucap Veronica memperagakan orang yang ingin muntah, sedangkan Luna hanya terkekeh
" ih, sebel deh gue" ucap Leysa kesal
" Luna, bantuin Sasa dong masak inces di bilang kek gitu sama Onion ring" rengek Leysa pada Luna
" enak aja gue dipanggil Onion ring, lu kira gue bawang apa" ucap Veronica kesal kesal dengan panggilan Onion ring
" udah udah makanan nya dimakan, nanti keburu dingin loh, katanya laper?" ucap Luna untuk melerai pertikaian antara Sahabatnya itu
" iya sayang" ucap Veronica dan Leysa kompak sedangkan Luna hanya menjawab nya dengan mengangguk saja pasalnya sahabat nya itu sudah biasa memanggilnya dengan sebutan yang bermacam macam
saat asyik makan tiba tiba ada beberapa siswa menghampiri Luna, Veronica, dan Leysa, yang membuat Veronica dan Leysa menatap tajam ke arah salah satu cowok yang berada di depan nya
" kita boleh gabung,gak " tanya Nathan. yang langsung diberi tatapan tajam oleh Veronica dan Leysa
Hening
"boleh kok, duduk aja " ucap Luna sambil mempersilahkan beberapa cowok itu duduk
" tapi Lun,.." ucap Leysa terpotong
" udah gak papa duduk aja" ucap Luna dengan tersenyum manis
" gue ngerasa tambah bersalah ngehina Lo Lun, Lo gak marah sama gue walau gue udah bilang yang nggak enggak tentang Lo"batin Doni menyesal
" ck, pengganggu datang " ucap Veronica kesal sambil menatap tajam ke arah Doni
" Oni gak boleh gitu, maafin Oni ya Don" ucap Luna yang semakin membuat Doni merasa tambah bersalah
" Lun, maafin gue atas kejadian tadi, gue gak bermaksud ngehina Lo, maaf" cicit Doni
" ck, baru nyadar Lo?" tanya Leysa kesal
" udah gak papa, ini juga bukan salah Lo kok" jawab Luna
" tapi gue udah ngehina Lo yang enggak enggak" lirih Doni
" gk papa kok, gue udah maafin Lo" jawab Luna
" makasih" ucap Doni
__ADS_1
...🌕🌕🌕🌕...
setelah bel pulang sekolah berbunyi, Luna berjalan ke arah rumah nya dan Luna ingin mengunjungi makam sebelum pulang