
"DARI MANA SAJA KAMU HAH!!!" bentak Sandy yang melihat Cia baru pulang pukul enam malam
"C-Cia tadi.."
"MAU NGELES KAMU!!!, DASAR ANAK GAK TAU SOPAN SANTUN!!!"
"pah, Cia tadi gak kemana mana kok, Cia ke rumah..."
"KAMU KALO CARI ALASAN ITU YANG BENAR, ORANG KAMU GAK PUNYA TEMAN!!!!" hina Sandy
"KAMU HARUS DIKASIH PELAJARAN!!!" bentak Sandy dan langsung mencambuk Cia dengan sabuk yang dipakai nya
"pah, ampun pah, hiks, Cia mohon jangan cambuk Cia lagi"lirih Cia disela sela tangisnya
bukan nya mendengar perkataan Cia, Sandy malah mencambuknya dengan membabi buta anak perempuan satu satunya itu
"pah hiks, Cia mohon jangan cambuk hiks, Cia pah, i-ini sakit pah"
...🌕🌕🌕🌕...
"Selamat pagi, anak anak!!" ucap Bu Rika yang baru datang
"PAGI BU!!!"
"hari ini, hari pertama kita akan melaksanakan PAS (Penilaian Akhir Semester), dan ibu harap kalian bisa naik kelas semua" ucap Bu Rika
"apakah kalian, sudah belajar?" tanya Bu Rika
"SUDAH BU!!" jawab semua murid kompak
"ya sudah kalau begitu, di ulangan pertama ini, kalian akan ujian bahasa Indonesia dan langsung dilanjutkan dengan agama,setelah selesai kedua nya kalian baru boleh istirahat!!!" ucap Bu Rika, memang SD Nusantara memiliki hal yang berbeda dengan SD lain, siswa SD Nusantara dibiasakan untuk memahami seluruh materi pelajaran, baik itu matematika, bahasa Indonesia dan lain lain
...🌕🌕🌕🌕...
"ibu akan mulai membagikan soal soal dan lembaran jawaban untuk jawaban nya" ucap Bu Rika dan mulai membagikan soal soal
"anak anak silahkan mengerjakan sebisa kalian,jangan mencontek dan usaha kan nilai kelas kita yang terbaik!!"
"kalian bisa langsung mengerjakan, ingat setelah ini langsung mengerjakan agama baru istirahat!!"
"IYA BU!!" jawab semua murid kompak
5 Menit kemudian...
"stt, Lun, woi liat gue bentar dong" bisik Alan, namun Luna tak menghiraukan perkataan Alan itu
"Luna, Lo udah ngerjain sampai nomer berapa Lun?" bisik Alan
"Luna.." bisik Alan lagi
"Luna, lo pindah sebelah sini aja" ucap Gibran, Gibran gak suka jika Alan berisik hanya untuk mencari jawaban saja
"kenapa, Gib?" tanya Luna
"udah, pindah aja" ucap Gibran
"Lo pindah aja, daripada di contek sama Alan, mending pindah, gue gak suka berisik" bisik Gibran
"ok, gue pindah ya" ucap Luna
Alan yang melihat Luna pindah hanya bisa pasrah, pasal nya memang entah itu Alan atau Noval selalu suka mencontek dan tidak belajar
...🌕🌕🌕🌕...
__ADS_1
"sa, tadi Lo lama banget ngerjain nya, selisih waktu nya lumayan banyak sama gue dan Luna" ucap Veronica
"Luna selesai duluan, terus elo setelah tiga menit, lah gue?" ucap Leysa
"selisih sepuluh menit" ucap Leysa
"makannya sa, belajar jangan cari Cogan mulu!!!" ucap Luna
"iya, iya, bukan nya apa apa ya Lun, tapi gimana ya, kalian punya Samudra sama Daffa terus gue sama siapa dong?" tanya Leysa
"sa, Lo kalo ngomong suka gak bener, Samudra sama Daffa kalo denger, gimana?" ucap Luna
"iya sa, ucapan Lo itu loh, buat orang salah paham" ucap Veronica
"Lagi ngomong apa nih, kek nya seru banget!!!" ucap Daffa yang baru dateng dan diikuti oleh Samudra dibelakang nya
"eh buset, Lo bikin orang kaget aja!!!" ucap Leysa
"eh Lo mau kekantin?" tanya Daffa
"yoi"
"kuy, kekantin bareng!!!" ucap Daffa
"kuy!!!"
...🌕🌕🌕🌕...
"Lo mau pesen apa, gue pesenin ya?" ucap Leysa
"beneran Lo yang mesenin?" tanya Veronica
"ya, kalo Lo yang pesen gue gak bisa makan banyak dong!!!" ucap Leysa
"gue lemon tea and macaron lemon" ucap Luna
"ok, terus yang lain pesen apa?" tanya Leysa
"gue samain kek Luna" ucap Samudra cepat
"gue choco cake sama choco drink" ucap Veronica
"samain kek Vero" ucap Daffa cepat
"Yee, lu berempat kalo mesen menu bawaan nya sama Mulu, heran gue" ucap Leysa
"serah kita lah sa!!!"
...🌕🌕🌕🌕...
5 menit kemudian...
"nih, pesenan kalian semua" ucap Leysa
"thanks ya sa"
"Yoi"
"WOY, Sasa tepung bumbu, gue duduk sini ya?" tanya Doni
"sekarep Lo!!" ucap Leysa
"eeh, gue gak liat kalo ada Samudra sama Daffa" ucap Doni
__ADS_1
"Oni, gue duduk sini ya?" tanya Nathan
"serah Lo!!!" ucap Veronica
"galak bener" ucap Nathan
"eh, btw mulai kemarin Luna sama Samudra sama aja menunya, Daffa sama Oni juga tuh" ucap Doni
"ya gak tau Don, jodoh kali ya, bawaan nya sama Mulu, gue aja heran, kalo misalnya gue lagi sama sahabat gue terus si Samudra sama Daffa dateng, kan gue cuma jadi nyamuk" ucap Leysa
"lah emang nya, kenapa sa?" tanya Doni
"ya mereka habis nya sih, kek orang pacaran gitu" ucap Leysa
"diem Lo!!!" ucap Luna and Samudra kompak
"tuh kan, mau ngomong aja bareng" ucap Leysa
"berisik!!!" ucap Luna and Samudra kompak
"Luna, yang kemarin jemput Lo itu kakak elo?" tanya Samudra
"kak Zico maksudnya?" ucap Luna
"iya dia bisa dianggap kakak gue, lebih tepatnya sodara jauh gue" ucap Luna
"ooh, makannya dia berani teriak manggil nama Lo" ucap Samudra
"ya ampun, babang Sam cemburu nih, sama kakak nya apalagi sama sahabat nya" ucap Daffa yang mulai sengklek
"berisik!!!" ucap Gibran yang baru saja membuka suara nya
"sorry kalo gue berisik, ngomong ngomong Lo siapa ya?" ucap Daffa, memang mereka belum sempat kenalan
"Gibran" jawab Gibran singkat padat dan jelas
"ooh, nama Lo Gibran, Lo pacarnya Luna?" tanya Daffa
"uhuk... uhuk..."
"maksud Lo apa?!!" ucap Gibran dengan nada sedikit tinggi
"sabar bro!!, gue cuma tanya kok, jangan salah paham" jelas Daffa
"itu arti nya Lo gak punya boy friend dong?" tanya Samudra
"hmm, bisa dibilang gitu deh Sam" ucap Luna
"WHAT!!!" teriak Doni dan Nathan bersamaan
"sejak kapan Lo manggil Samudra kek gitu Lun?!!" tanya Nathan yang masih kaget
"bukan urusan Lo!!!" ketus Samudra
"Lo bisa mati kalo gitu caranya Luna!!!, Lo tau kalo Samudra gak suka nama 'itu' disebut seenaknya" ucap Doni
"gue yang nyuruh, kenapa masalah!!!" ucap Samudra yang mulai esmosi
"Yee, He Donald bebek, lu kagak tau aja ye, tu si Samudra sama Luna lagi uwu tau!!!, ngapa Lo ganggu sih!!!" ucap Leysa
"ya maap sa, habisnya gue kaget aja Luna di bolehin panggil kek gitu" ucap Doni
"gue kasih tau sama Lo ya, si Samudra duluan yang bilang kek gitu, ya udah deh Luna panggil kek gitu, tapi yang gue anehin kenapa gue sama Oni gak boleh panggil Samudra, Sam sih?" bingung Leysa
__ADS_1
"berisik!!!"