
Farhan menggelengkan kepalanya.
"Maaf, tapi aku tidak bisa, aku kan cuman satpam mana mungkin bisa menjadi model" tukas farhan
"Ini tidak susah, ayo ikut aku" lugas riku sambil berbalik badan
"Ikut ke mana?" Tanya farhan sambil mengangkat salah satu alisnya
"Ke butik, oh ya, kamu bawa motor kan" balas riku
Farhan mengangguk mengiyakan.
"Bagus, antar aku ke butik, nanti aku kasih tahu jalannya" suruh riku dengan datar
"Oh, oke..." ujar farhan dengan kikuk
Farhan pergi mengambil sepeda motornya, riku duduk di jok belakang sambil menghadap ke samping motor.
"Pegangan nanti jatuh" sahut farhan sambil memakai helm
Riku berpegangan di besi belakang motor, farhan menghela napas.
"...baiklah, terserah" ujar farhan sambil menyalakan mesin motornya.
Farhan langsung tancap gas, riku hampir saja terjatuh tapi karena ia berpegangan jadi tidak jatuh mengenai aspal.
...***...
Sesampainya di butik, riku dan farhan masuk ke dalam butik
"Duduklah" tukas riku sambil menaruh tasnya di meja
Farhan duduk di salah satu kursi yang ada di sana, ia mengamati sekeliling butik riku dengan kagum.
"Kamu buka butik sendiri?" Tanya farhan
"Tidak, ini adalah butik punya almarhum ibuku, jadi aku dan adikku yang jaga butik ini" jawab riku sambil mengambil peralatannya di kardus
"Ini adalah permintaan terakhir ibuku sebelum meninggal" tambah riku
"Oh... gitu..."
Suasana di butik kembali canggung, riku nasih sibuk merapikan tali pengukur yang kusut.
"Berdiri" suruh riku
"Eh? Apa?" Tanya farhan
"Kamunya berdiri!" Ujar riku dengan ketus
"O-oh..."
Farhan pun berdiri, riku mulai mengukur tubuh farhan kemudian ia mencatat ukurannya ke buku catatan.
"Ini mungkin akan lama, jadi tunggu saja sampai selesai" kata riku
"Ah... iya" ujar farhan
Beberapa jam berlalu, riku sudah memotong beberapa potongan bahan baju lalu menjahitnya.
"Um... riku" panggil farhan
"Ya?" Tanya riku sambil fokus menjahit
"Itu.... e... gimana jelasinnnya ya..." gerutu farhan
"Ada apa?" Tanya riku sedikit menaikan nada suara
"Kenapa kamu memintaku menjadi model? Padahal aku kan cuman satpam bukankah itu aneh?" Tukas farhan
Riku mendekati farhan, wajahnya begitu dekat sehingga farhan salah tingkah.
Rupanya riku hanya ingin mengambil benang sebuah bidal dari lemari yang ada di belakang farhan.
__ADS_1
"Alasannya sederhana, aku hanya butuh seorang laki-laki untuk model racangan bajuku. Lagipula, kamu sangat menggambarkan laki-laki yang ada di indonesia" ujar riku dengan panjang lebar
Farhan mengerutkan dahinya, ia tampak tidak terima namun ia hanya diam tak membalas.
"Satu hal lagi, jangan terlalu formal" tukas riku sambil sibuk menjahit
"Iya..." sanggah farhan
...***...
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya baju rancangan riku selesai, farhan tertidur sampai air liurnya mengeces.
"Ayo bangun!" Suruh riku
"
Hah? Apa?" Tanya farhan dengan heran
"Coba pakai bajunya" titah riku sambil menyodorkan bajunya
"Eh iya..."
Farhan membuka kancing kemeja, seketika wajah riku memerah.
"Kenapa malah buka baju?!" Protes riku
"Lah? Tadi katanya suruh cobain baju jadi aku buka bajuku" ujar farhan dengan santai
"Jangan di sini buka bajunya! Di kamar mandi!" Bentak riku
"Iya deh iya..." balas farhan dengan pasrah
Farhan pun mengganti bajunya di kamar mandi, riku berbalik badan.
"Hei... bukannya ini terlalu terlihat ya" farhan memalingkan wajahnya
"Kata siapa, malah di luar negeri baju yang terbuka seperti ini sudah biasa, dan aku ingin membuat baju yang berbeda dari baju keseharian laki-laki yang terlalu sederhana!" Jelas riku sambil melipat tangannya di dada
"Sudah diam, jangan protes! Aku harus mengambil jepretan untuk pajangan di toko online nanti" balas riku
"Oh, kamu jualan baju di toko online juga?" Tanya farhan
"Nanti lagi tanyanya sekarang ayo ikut aku!" Ajak riku
Farhan mengikuti riku pergi ke alun-alun dengan sepeda motor farhan.
"Haruskah di luar? Di sini terlalu banyak orang..." keluh farhan
"Jangan bawel, ayo berpose, aku akan mulai foto!" Tukas riku maksa
Mau tidak mau, farhan menuruti permintaan riku.
Ia mulai berpose seperti pose rohan dari anime jojo.
"Pose macam apa itu?" Tanya riku dengan heran
"Ini adalah... jojo reference!" Jawab farhan dengan pede
"Wibu jojo!" Balas riku
"Membenci jojo juga termasuk jojo reference karena dio membenci jojo" sanggah farhan
"Bisa kita mulai?" Tanya riku dengan wajah datar
"Ah iya, hampir saja lupa" tukas farhan
Sementara itu, seorang perempuan gemuk berjalan di halaman kampus sendirian.
"HATCHI!"
Perempuan itu pun menggosok-gosok hidungnya.
"Ah.... aku benci udara dingin ini, aku rindu panasnya kota karawang, hah... udaranya yang panas seperti mediatek" gumamnya
__ADS_1
Perempuan itu melihat ke arah dua perempuan yang sedang mengobrol.
"Oh, itu kan tiara dan lily"
Perempuan gemuk itu berlari menghampiri mereka berdua tapi tiba-tiba ia menghentikan langkahnya.
"Indri itu sok tau teknologi banget tau!"
"Lily jangan ngegosipin orang, dia itu teman kita"
"Kamu juga, jangan sok suci!" Bentak lily
Perempuan berjilbab itu tersentak.
"Kalian berdua sama saja! Yang satu sok tau teknologi, yang satunya sok tau tentang agama, jangan bertingkah sok alim tiara" ujar lily dengan ketus
"Lily... a-aku tidak-"
"Sudah cukup lily"
Perempuan gemuk itu berdiri diantara tengah-tengah.
"I-indri?" Tanya tiara
"Kenapa? Kamu juga mau menceramahiku, hmph, aku tidak butuh!" Sahut lily sembari berbalik badan
Lily berjalan pergi meninggalkan indri dan tiara.
"Lily, tunggu-"
"Sudahlah tiara, ayo kita pergi, paling juga besok dia udah baikan lagi" ajak indri
"Kamu tahu kan dia itu orang yang kayak gimana" tambah indri
"...baiklah" tukas tiara
Tiara dan indri pergi ke kelas mereka, mereka membuat kerajinan dari tanah liat bersama dosen.
Tanpa tiara sadari, ada 5 panggilan tak terjawab dari lily.
Di sisi lain, cinta masih berkeliling di kampus.
"Aaargh!! Padahal ini kan intitut seni masa gak ada yang bisa bass sama sekali!" Gerutu cinta
Cinta tiduran di lapangan basket sambil menatap langit senja.
"Sekarang sudah sore lagi, aku belum latihan dengan anggota bandku untuk membuat lagu baru tapi masalahnya aku butuh pemain bass" guman cinta
Cinta pun duduk dan melihat ke sekitar kampusnya.
"Sudah mulai sepi" batin cinta
Cinta mengambil tas gitarnya lalu ia pergi ke ruang musik.
"Ok, its solo time!" Teriak cinta
Cinta mencolokan gitarnya kemudian memainkan gitarnya.
Mia yang melewati ruang musik melihat cinta yang sedang bermain gitar.
"Boleh juga" puji mia
Satu lagu selesai di mainkan, napad cinta tersengal-sengal.
"Hah... hah... hah... hah..."
"Permainanmu cukup bagus"
"Eh!?"
Cinta melihat ada seorang perempuan berdiri di dekat pintu.
"Siapa namamu?" Tanya mia
__ADS_1