
Malam harinya, farhan pergi mengelilingi ruangan di kampus,setelah selesai mengunci semua ruangan ia pergi mengunci ruang tari.
"Oke selesai, saatnya pulang"
Baru saja berbalik badan dan akan pergi, tiba-tiba pintu gagang bergerak-gerak dengan sendirinya.
"A-apa?!"
Farhan mengarahkan senter hapenya ke pintu tapi gagang itu langsung berhenti dan tidak kembali bergerak.
"Gawat!"
Farhan kembali teringat dengan rumor kalau ruangan itu angker.
"Kenapa aku harus mengalami kejadian ini sih" gerutu farhan
Dengan perasaan takut, farhan memberanikan dirinya untuk membuka pintu tersebut.
Setelah pintu terbuka, seorang perempuan dengan rambut bergelombang yang terurai menutupi wajahnya dalam keadaan tiarap di lantai.
"Ah, pak farhan"
"Di-diva!?"
Diva mengibaskan rambutnya ke belakang lalu farhan membantunya berdiri.
"Kamu ngapain malam-malam begini masih di kampus?" Tanya farhan
"Ah... perlombaan tari tunggal tinggal beberapa hari lagi jadi makanya aku sering latihan sendiri sampe malem karena sepi. Cuman tadi karena capek banget, akhirnya ketiduran deh" jawab diva dengan panjang lebar
"Dasar, untung aku gak lari, yang ada kamu bakal tinggal di sini semalaman" ujar farhan
Diva segera mengambil tas dan barang-barangnya lalu pamit.
"Dah..." pamit diva
"Yah..." balas farhan
.
.
.
.
.
Pagi berikutnya, sunifa membagikan kertas naskah yang baru kepada widi.
"Bukannya a-"
"Aku menambahkan beberapa adegan tambahan jadi aku ubah naskahnya, tapi alur cerita dan endingnya tidak berubah" sela sunifa
"Oh, oke..." tukas widi dengan ragu
Widi membaca naskah itu hingga akhir.
"Kesurupan ya... aku bisa berakting seperti orang kesurupan beneran" gumam widi
"Widi... ayo!" Panggil sunifa
"Iya..." sahut widi dengan datar
Widi dan para aktor lain mulai berkumpul untuk latihan.
"Action!" Teriak sunifa
Semuanya berjalan lancar tapi saat adegan kesurupan, akting widi membuat sunifa kesal.
"Cut!"
Widi dan aktor yang lain berhenti.
__ADS_1
"Widi, aktingmu saat sedang kesurupan kurang menghayati dan itu terlihat sangat palsu, ulangi lagi dengan benar!" Teriak sunifa
"Iya" balas widi dengan sekali angguk
"Oke, action!"
Shuting tetap dilanjutkan, tapi widi tidak berakting dengan baik.
Sementara itu, cinta sibuk menyetem gitarnya di dalam kelas, di saat semua orang pergi pulang hanya dia yang masih berada di kelas.
"Cih!"
Farhan melewati kelas itu dan melihat cinta dari kaca pintu.
"Ngapain tuh cewek?" Batin farhan
Tanpa menunggu lama, farhan langsung masuk ke dalam kelas. Cinta terkejut lalu menoleh ke arah belakangnya.
"Ah!? Gue pikir setan!" Gerutu cinta
"Setan? Enak aja! Lagipula kamu ngapain masih di sini?" Tanya farhan sambil melipat tangannya di dada
"Kepo banget sih lu!" Balas cinta dengan ketus
Cinta kembali fokus menyetem gitarnya tanpa mempedulikan farhan, farhan memperhatikan sesaat lalu berjalan mendekati cinta.
"Dasar bodoh, bukan gitu caranya" tukas farhan dengan datar
"W-woy!"
Farhan Langsung mengambil gitar milik cinta dengan paksa lalu menyetem gitar itu lalu mencoba memainkan beberapa nada dengan gitar tersebut.
"Gila... suara gitarnya sangat bersih?!"
"Ayolah... ini bukan hal yang sulit..."
Farhan mengambalikan gitar itu ke cinta, cinta mencoba beberapa nada ke gitarnya.
"Hebat!" Puji cinta
Cinta mengangguk dengan penuh semangat.
"Itu benar, nama gue cinta, vokalis sekaligus gitaris dari band move on" sahut cinta dengan antusias
"Wah... kamu mirip sekali dengan temanku ya, dia juga seorang vokalis dan bass" ujar farhan sambil tersenyum
"Masa?! Oh, jangan-jangan... elu juga punya band?" Tanya cinta
Farhan tersenyum tipis, cinta langsung menarik tangan farhan.
"Apa nama bandnya? Lu jadi sebagai apa? Berapa anggota bandnya?" Tanya cinta dengan cepat
"Hei... pelan-pelan... satu per satu dong..." tukas farhan
Farhan melepaskan tangannya dari genggaman tangan cinta.
"Nama bandku dulu adalah black cat, aku bertugas sebagai gitaris karena permintaan temanku dan anggota bandku cumab tiga orang" jawab farhan.
"Satu vokalis, dua gitaris dan satu pemain drum" sambung farhan
"Hmm... kenapa hanya tiga orang?" Tanya cinta
"Entah, aku juga nggak tau" jawab farhan dengan ragu
Cinta memasukkan gitarnya ke dalam tas khusus gitar.
"Ah iya, kenapa nama bandnya black cat?" Tanya cinta
"Itu usul dari temanku, katanya sih karena dia sangat suka dengan kucing hitam sama mitos tentang kucing hitam yang selalu di kaitkan dengan kesialan dan ilmu sihir" jawab farhan
"Band lu deathmetal ya?" Tanya cinta lagi
Farhan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Metalcore, tapi sayangnya band kami sudah bubar karena habis kontrak. Itu pun karena temanku sudah menikah dan memutuskan berhenti" ujar farhan dengan senyum kecut
"Oh, kalau begitu..."
Cinta berdiri dari kursinya dan menghadap ke farhan.
"Kalau begitu, maukah kamu masuk ke dalam bandku?"
"Eh?"
Mata farhan membelalak, dia langsung panik karena tidak tahu harus bilang apa.
...***...
"Cut! Kita lanjutkan lagi besok" tukas sunifa
"Baik..."
Para aktor mengambil tas mereka masing-masing dan pamitan ke sunifa.
"Sampai jumpa besok ibu sutradara"
"Iya, hati-hati"
Sunifa menoleh ke belakang, widi duduk meringkuk di pojokan.
"Hah.... jangan bersikap seperti sad girl, ayo kita pulang" ajak sunifa
"Maaf, aku... tidak bisa melakukannya dengan baik, maaf telah membuatmu kecewa" ujar widi
"Bangun!" Bentak sunifa
Widi tersentak, ia langsung berdiri dengan sendirinya.
"Berhenti merengek, kalau kamu tidak bisa kamu harusnya latihan bukannya diam saja! Kakek sudah pernah bilangkan, kalau kamu tidak bisa coba lagi hingga ratusan kali, sampai kamu bisa!"
Widi menundukkan kepalanya, ia segera menghapus air matanya yang jatuh.
"Kamu benar, terima kasih"
"Sudahlah, ayo kita pulang"
"Oke ibu sutradara~"
Sesampainya di rumah, widi langsung pergi latihan di kamarnya, sementara sunifa sibuk memasak mie.
Setelah selesai memasaka mie, sunifa membawakan dua mangkuk mie rebus ke kamar widi.
"Bagaimana latihannya?" Tanya sunifa
Widi menghela napas berat, sunifa melihat browser pencarian widi yang ada di laptop.
"Video orang kerasukan?" Gumam sunifa
"Y-ya... i-itu... a-aku... sebenarnya mau melihat contoh orang kerasukan kayak gimana!" Ujar widi dengan panik
"Oh" balas sunifa dengan datar
Sunifa memberikan semangkuk mie rebus ke widi, mereka berdua makan mie di pinggir kasur bersama.
"Pentas drama tinggal tiga hari lagi dan aku takut, para penonton tidak menyukai aktingku" sahut widi
"Aku juga takut kok" ujar sunifa
"Apa?" Tanya widi
"Kamu pikir kamu doang yang takut, aku juga takut gimana kalau ada salah satu aktorku sakit, dan aku takut kalau di hari H nanti akan ada kecelakaan, kesalahan teknis, bencana alam itu semua selalu membuatku stress dan frustrasi" jawab sunifa dengan panjang lebar
"Ya, aku rasa para aktor yang lain juga memikirkan hal yang sama atau pun nggak" tukas widi sambil tersenyum
Widi mengelus rambut adiknya dengan lembut, sunifa tersipu malu.
"A-apaan sih! Aku bukan anak kecil tau!" Bentak sunifa
__ADS_1
"Ya ampun... adikku ini galak sekali..." goda widi
"Bodo amat!" Balas sunifa