
"Wi-widi?!"
Sunifa menggoyang-goyangkan tubuh widi yang tidak sadarkan diri.
"Apa yang kau lakukan padanya?!" Tanya sunifa dengan lantang
"Aku hanya melakukan permintaanmu tadi, kenapa kamu protes?" Jawabnya dengan tanpa bersalah
"Kau-"
Widi menggeram, lalu ia mengamuk dan menyerang sunifa dengan kasar.
"Aakh!"
Sunifa terpental dan menabrak pohon nangka di belakangnya, farhan segera menggendong sunifa dan membawanya pergi menjauh dari widi.
"Widi!" Teriak sunifa
Widi tidak menggubris, dirinya sudah di kendalikan oleh makhluk yang ada di dalam tubunya.
"Cepat keluarkan makhluk itu dari widi!" Suruh sunifa
"Tidak bisa, dia baru saja masa di suruh keluar, lagipula kamu kan yang minta" ujar wanita tua itu sambil menyebat rokoknya
Sunifa ingin mendekati widi tapi farhan terus mencegahnya, ia tidak tega melihat widi yang meraung-raung kesakitan.
"Aaargh!!" Teriak widi
"Oh, dia tangguh juga"
Wanita tua itu mulai menyeringai, widi terus menggeliat dan berteriak histeris, seakan-akan menolak keberadaan makhluk itu mengendalikannya.
"Aaakh!!"
Widi jatuh bersimpuh di tanah dengan napas yang tersengal-sengal.
"Widi!"
Sunifa berlari menghampiri widi dan langsung memeluknya.
"Sunifa..."
"Maafkan aku..."
Widi tersenyum tipis, ia membalas pelukan adiknya.
"Nenek benar-benar membiarkan dia untuk mengeluarkan makhluk itu sendiri" sahut farhan dengan senyum kecut
"Cih, untuk apa aku membantunya, cowok itu harus kuat percuma kalau dia ganteng doang!" Tukasnya dengan ketus
"Padahal dia itu cewek loh nek..." ujar farhan
"Ndasmu! Mana ada cewek ganteng!"
Farhan segera menutup telinganya dari teriakan neneknya.
Nenek itu menghela napas, asap rokok keluar dari mulut dan hidungnya.
"Ada satu hal lagi" ujar nenek itu dengan mimik serius
"Hah? Apa?" Tanya farhan
"Di sebelah cewek pendek itu, aku melihat sesosok makhluk hitam yang bentuknya hampir mirip dengan tubuh manusia dan selalu berada di samping cewek pendek itu" jawab si nenek
"Apa itu arwah gentayangan?" Tanya farhan
"Bukan!"
"Terus kalau bukan arwa-"
"Pak satpam" sela sunifa
__ADS_1
Farhan menoleh, widi dan sunifa berjalan menghampirinya.
"Ayo kita pulang" tukas sunifa
"Ah, oke... kami akan pulang, sampai nanti ya nek" pamit farhan
"Jangan lupa untuk mampir lagi, sesekali main lah ke sini"
"Iya nek..."
Di sepanjang perjalanan, widi dan sunifa yang duduk di kursi belakang saling menggenggam tangan mereka dengan erat.
Setelah sampai di kampus, farhan turun dari mobil lalu widi mengambil alih setir mobil.
"Maaf ya tidak bisa mengantar kalian sampai ke rumah" tukas farhan dengan sungkan
"Nggak papa, masa motor pak farhan harus di tinggal di kampus, nanti pulang pake apa" ujar widi sambil tersenyum
"Ya sudah, hati-hati ya pas pulangnya" sahut farhan
"Tunggu!"
Widi mengambil sesuatu dari dalam tas lalu memberikannya ke farhan.
"Amplop?" Tanya farhan
"Itu hadiah dariku, spesial" jawab widi dengan pelan
Wajah farhan langsung bersemu merah.
"Ka-kalau begitu... aku pulang dulu, dah- uwaah!"
Farhan hampir saja jatuh saat tersandung batu di bawahnya, tapi ia segera berdiri lalu pergi.
Suasana di dalam mobil kembali sepi, widi menyetir mobil tanpa bersuara sampai mereka tiba di rumah, keduanya masih saling diam-diaman.
"Wi-widi" sahut sunifa
"Apa?" Widi menoleh
"...iya" balas widi dengan senyuman lega
Sunifa dan widi tidur di kasur bersama tapiĀ keduanya tidak saling berhadapan.
"Maaf..." imbuh sunifa
"Eh?"
Mata widi yang terpejam seketika terbuka saat sunifa bicara.
"Aku minta maaf, seharusnya aku tidak memintamu untuk pergi menemui nenek itu, dan kalau saja aku tidak egois... kamu pasti..."
Widi memeluk sunifa dari belakang, sunifa awalnya menolak tapi ia membiarkannya.
"Widi...?"
"Sudah... jangan nangis... aku tidak marah kok, yang penting kita semua baik-baik saja ya kan"
Sunifa hanya diam, tapi ia masih seseduan sambil menghapus air matanya.
"Oh ya widi, seperti apa rasanya saat kesurupan?" Tanya sunifa
"Rasanya kesurupan, yakin mau denger, nanti gak bisa tidur loh..." ujar widi sambil menggoda
"Cih, ya sudah nggak usah, aku mau tidur aja!" Balas sunifa
Widi tertawa pelan, ia menyelipkan rambut sunifa ke belakang daun telinga sunifa.
"Aku menyayangimu, sunifa" bisik widi di dekat telinga sunifa
Wajah sunifa memerah padam, ia ingin berkomentar tapi ia memilih untuk diam saja.
__ADS_1
"Terserah" batin sunifa
...***...
Beberapa hari kemudian, riku memposting hssil rancangan bajunya ke instagram.
Tiba-tiba saja dua orang wanita masuk ke dalam butiknya, salah satunya adalah rika.
"Kak riku.... lihat aku bawa siapa..." ujar rika dengan semangat
"Temanmu?" Tanya riku cuek
"Bukan, ini adalah pacarku!"
Mata riku membelalak tidak percaya, seorang perempuan berkonde dua di sisi kanan dan kiri itu adalah pacar riku.
"H-hah...?"
"Ih... masa kakak lupa sama rifki pacar aku..."
Riku hanya menggelengkan kepalanya dengan heran, rifki malah tertawa.
"Ahahaha! Kak riku tidak menyadariku karena aku terlalu cantik..." tukas rifki dengan centil
Riku hanya bisa diam tak berkomentar.
"Jadi... ada apa?" Tanya riku sambil mengambil hapenya di meja
"Rika bilang kak riku butuh laki-laki buat desain baju kakak, makanya aku ke sini" jawab rifki sambil mengedipkan sebelah matanya
Riku menghela napas berat sambil mengusap wajahnya.
"Dengar ya, yang aku butuhkan cowok yang tulen bukan cowok jadi-jadian!" Tukas riku dengan ketus
"Ih.... aku ini cowok tulen, bukan jadi-jadian..." protes rifki
"Omong kosong, mana ada cowok yang cantik" sahut riku sambil melipat tangannya di dada
"Ada kok, cyclo steel contohnya" ujar rifki
"Jangan bawa-bawa universe sebelah!" Balas riku
Hape riku bedering, ada sebuah pesan yang masuk.
"Sudah, kalian sebaiknya pergi kencan saja, daripada mengganguku!" Suruh riku
"Ya sudah, ayo kita pergi saja rika!" Tukas rifki sambil membawa rika pergi
Riku duduk di kursinya sambil menyibakkan poninya.
"Hah... aku heran, bisa-bisanya si rika mau sama cowok kayak gitu!" Gerutu riku
Keesokan harinya, sepulang dari kampus, riku beristirahat di kantin kampus.
Sesekali ia melihat laki-laki yang lewat di sekitar kampus.
"Susah banget sih cari model cowok!" Batin riku
Mata riku terperanjat, saat ia melihat farhan keluar dari gardu satpam dan meregangkan tubuhnya.
"Itu dia" riku segera mengambil tasnya dan mencampakkan jusnya di meja
Riku berlari menghampiri farhan dengan terburu-buru, lalu ia menarik tangan farhan di atas.
"Eh? A-apa?" Tanya farhan
"Tolong, jadilah modelku!" Pinta riku
"Hah...?"
Farhan mengangkat salah satu alisnya, tatapan riku serius dan tampak tidak terlihat sedang bercanda.
__ADS_1
"Model?" Farhan melepaskan tangannya dari riku
"Iya, aku mohon, jadilah modelku!" Ujar riku dengan mimik serius