
Jean tampak bingung harus berkata apa, mulutnya terbuka tapi suaranya masih tersangkut di tenggorokannya.
"Ada apa...?" Tanya putri
"Anu... begini..."
Flashback
Jean sedang berlatih bermain drum di kelas musik sendiri.
Setiap intonasi pukulannya selalu tepat dan cepat, keringat di tubuhnya semakin banyak dan membuat bajunya basah.
"Hah... hah... hah... fyuh..."
"Luar biasa!"
Jean menoleh ke belakang, seorang perempuan seumurnya masuk ke dalam sembari bertepuk tangan.
"Oh, kamu kan... cinta-"
"Mau gak elu ikut jadi anggota band gue!"
"E-eh? band...?"
"Iya, elu mau kan?"
Mata cinta berbinar-binar, ia menggenggam kedua tangan jean dan menunggu jawaban jean.
Jean tampak bingung, ia tidak tahu harus bilang apa, ia pun berdiri dan melepas genggaman tangannya dari cinta.
"Ma-maafkan aku!"
Jean langsung pergi dari sana dengan tergesa-gesa.
Flashback end
"A-apa?! Kamu menolaknya mentah-mentah!" Teriak putri
"Bukan begitu... aku tidak bermaksud untuk menolaknya tapi... hanya saja aku tidak yakin apa aku sudah pantas untuk jadi anggota bandnya..." ujar jean sambil menundukkan kepalanya
"Hah... kau ini..."
Jean dan putri saling diam, tapi putri kembali bicara.
"Menurutku kemampuanmu dalam bermain drum sudah bagus kok, buktinya saja si cinta ngajak kamu buat jadi anggota bandnya" tukas putri
"...aku rasa kamu benar, aku seharusnya tidak insecure"
Jean tersenyum tipis, obrolan mereka terhenti saat jean mendapatkan notifikasi pesan di hapenya.
"Ah, aku pulang dulu ya" pamit jean setelah membaca pesan di hape
"Iya..."
Jean menyimpan hapenya ke dalam tas dan pergi keluar dari kamar kosan putri.
"Dah..."
"Dah..."
Putri melambaikan tangannya dan melihat jean pergi dari kosan dengan sepeda motornya.
"Oke, saatnya kembali bekerja"
Putri menutup pintu kosannya dan membereskan sisa bekas makanannya tadi.
.
.
.
.
.
Malam harinya, cinta melakukan siaran langsung di facebook, ia bermain game 'gitar hero' sebagai kontennya.
"Oke guys... see you next time!"
Cinta mematikan siaran langsungnya dan mengambil ponselnya untuk di cas.
"Ahh.... pegel..." kata cinta sambil meregangkan punggungnya
__ADS_1
"Oh iya, gue belum makan malam ini"
Cinta keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur untuk makan, selagi memasak telur ia masih kepikiran soal yang tadi siang.
Flashback
"Ma-maafkan aku!"
Jean langsung pergi dari sana dengan tergesa-gesa.
Cinta hanya diam mematung di sana sendirian.
Flashback end
"Aaargh! suwe...."
Cinta menaruh telur yang sudah matang itu ke piring dan langsung memakannya dengan kesal.
"Gimana ini... gue harus cari ke mana lagi..."
Cinta memasukkan semua telur itu ke dalam mulutnya dan memakannya dengan ceplak.
"Semua anak-anak di jurusan gue udah pada di ajak tapi nggak ada yang mau! Hah..."
Cinta menghela nafas berat lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Sial... mencari anggota band yang baru itu ribet sekali ya..." gerutu cinta
Cinta menyimpan piring kotornya ke wastafel dan mengambil segelas air putih dan meminumnya hingga habis.
"Ah... coba saja saat itu mereka nggak minta bubar" gumam cinta
Cinta teringat kembali bayangan masa lalu saat bersama anggota bandnya yang dulu
Cinta kembali ke kamarnya dan memeriksa kembali hapenya, sebuah notifikasi pesan terpampang di layar hape, ia pun membaca pesannya.
Abang 3: gak latihan di studio lagi?
Abang 3: P
Abang 3: P
Abang 3: P
Abang 3: P
Cinta membalas pesan ke abangnya.
Cinta: G
Cinta: Lagi males dan jangan spam lagi!
Cinta kembali mengecas hapenya dan pergi tidur.
Siang harinya, putri, tia, kania dan aria mengobrol di kantin.
"Emang harus ngerjainnya di sini bukannya di tempat fotokopian?" Tanya tia dengan ketus
"Heh, asal kau tahu saja, wifi di kantin itu cepet tau!" Jawab kania sambil mengetik di laptop
"...terserah" ujar tia
"Kalian mau beli minum apa?" Tanya putri
"Aku air botol mineral saja" jawab tia
"Kalau aku dalgona" ujar aria sambil mengangkat tangannya
"Watashi mau matcha boba" sahut kania yang masih fokus dengan laptopnya
"Oke, sini duitnya"
Putri menyodorkan tangannya sambil di kibas-kibaskan, mereka bertiga menatap putri dengan tatapan kecewa.
"Kupikir kamu mau yang traktir" tukas tia dengan ketus
"Sejak kapan anak kosan punya uang di tanggal tua, lagipula aku cuman tanya kalian mau beli minuman apa tapi aku nggak bilang traktir tuh!" ujar putri sambil senyum
"Cih, mendokusai!" Gerutu kania
Kania, aria dan tia memberikan uang mereka ke putri.
Putri berjapan pergi ke warung minuman dan memesan ke pedagangnya.
__ADS_1
"Mba, es boba matcha satu, dalgona satu sama dua air mineral" pesan putri
"Oke" ujar mba pedagangnya
Putri menunggu pesanannya sambil mengecek hapenya.
"Pfft"
"Kenapa senyam-senyum sendiri?"
"Eh?!"
Putri menoleh ke arah sumber suara dan melihat farhan sudah berdiri di belakangnya.
"Ah... aa farhan..."
Putri langsung tersenyum canggung dan memasukkan hapenya ke saku.
"Mba, kopi hitamnya satu ya" pesan farhan
"Siap..."
Farhan menoleh ke arah putri dan mengajak putri mengobrol sambil menunggu.
"Kenapa?" Tanya farhan sambil senyum
"Eh? Ng-nggak..." jawab putri dengan gagap
"Emang tadi lagi ngechat siapa?" Tanya farhan lagi
"Ah, bu-bukan chat kok aku cuman sedang lihat-lihat IG" jawab putri dengan canggung
"Ini mba"
"Ah iya..."
Putri memberikan uangnya begitu minuman pesanannya datang.
"Aku pergi dulu!" pamit putri
"Iya..." ujar farhan
Putri berjalan terburu-buru, wajahnya bersemu merah.
"Nah itu dia orangnya" tukas tia
"Mana minumanku?" tanya aria
"Sebentar kek!"
Putri memberikan masing-masing satu minuman dan meminum air mineral yang sama seperti tia.
"Anak kosan emang beda ya" ejek kania
"Diamlah dan kerjakan saja tugasmu!" ujar putri dengan ketus
"Hai..." balas kania
Mereka berempat larut dalam tugas mereka tapi putri langsung tidak fokus saat seorang perempuan berbaju kemeja putih dengan jas hitam di pundaknya berjalan melewatinya.
"Hei, siapa cewek itu?" bisik putri
"Mana aku tahu!" ujar tia dengan pelan
"Ssstt! apa kalian tidak tahu dia itu mia fredrick, cewek blasteran orang amerika ayahnya seorang mantan pemain biola di amerika tapi sayangnya sejak ia kecelakaan ia tidak lagi bermain sebagai pemain biola" bisik aria
"Kalau nggak salah nama ayahnya itu johnny fredrick" sambung aria
"Kok kamu bisa tau semua detailnya?" Tanya kania dengan pelan
"Karena aku tau ini juga dari gosip yang beredar di kampus ini!" Balas aria dengan pelan
"Ara..." kania tersenyum sinis ke arah mia
"Hei sudah jangan ngeliatin dia terus ayo fokus!" Sahut tia sambil berbisik pelan
Mereka pun kembali fokus mengerjakan tugas mereka, mia pergi dari kantin dan meminum es bobanya sambil melihat hapenya.
"Mia!"
Mia menoleh ke samping, suara itu berasal dari seorang perempuan berambut hitam panjang di kuncir kuda dengan baju kaos pendek biru dan bercelana panjang warna krem.
Bersambung...
__ADS_1