
"Ada apa?" Tanya mia dengan tampang datar
"Hah... hah... sebentar!"
Kartika mengatur napasnya yang tersengal-sengal.
"Hari ini kakak sibuk?" Tanya Kartika
"Y" jawab mia singkat
"Kalau besok?" Tanya kartika lagi
Mia segera memgambil hape di dalam saku dan mengecek jadwal di hapenya.
"Nggak"
"Bagus, besok gitu aku main ke rumah kakak ya"
"Maksudmu mau pake wi-fi di rumahku, iya kan?"
Kartika tercekat, ia langsung memalingkan wajahnya yang memerah.
"Ketahun deh" gerutu kartika
"Aku tidak akan melarang, silahkan saja kalau besok kamu mau datang" sahut mia sambil menatap layar hape
"Beneran?" Makasih kak..." tukas kartika
"Sudah kubilang panggil saja mia jangan pake kakak" balas mia
"Tapi itu kan itu tidak sopan, di tambah lagi perbedaan umur kita itu lima tahun" ujar kartika
Mia hanya diam mendengarkannya kemudian berjalan pergi.
"Kak mia mau ke mana?" Tanya kartika dari kejauhan
"Pulang" jawab mia
"Oke..."
Kartika pun pergi ke kantin, sementara mia pergi ke tempat parkiran.
...***...
Di ruang studio musik, cinta sibuk mengatur tangga nada di gitarnya, sesekali ia mengetes senar gitarnya.
"Woy cinta!"
"Apa sih... ganggu gue aja..."
"Gak sopan banget sih lu, ama kakak sendiri, btw lu gak ke kampus?"
"Bentar... lagi benerin ini dulu"
Cinta memasukkan gitarnya ke dalam tas gitar lalu pergi keluar dari studio.
"Bye siraru" pamit cinta
"Kumaha maneh weh" balas siraru
Cinta membanting pintu dengan keras, ia mengambil sepeda gunung yang ia parkir di depan studio musik lalu pergi ke kampus dengan sepedanya itu.
Setibanya di kampus, cinta memarkirkan sepedanya di parkiran dan buru-buru pergi sehingga ia tak sengaja menabrak mia.
"Ah! Maaf..."
__ADS_1
Mia mengambil tas jinjingnya yang jatuh kemudian memakaikan kembali tasnya di pundak.
"Yang bener dong kalau jalan tuh" sahut mia dengan tatapan dingin
Mia langsung pergi dan mengambil motornya, setelah mesin motor menyala, ia segera pergi tampak mempedulikan cinta.
Cinta yang sedari tadi diam kemudian angkat bicara.
"Apaan sih?!"
Cinta pun pergi dari tempat parkiran menuju ke dalam kelasnya.
...***...
Di sisi lain, di dalam ruko, riku sibuk mendesain baju rancangannya.
"Oh iya, di mana tadi jarumnya?" Gumam riku
Riku mencari ke meja dan lacinya, tapi tidak ada, tba-tiba saja pintu ruko di buka dan seseorang masuk ke dalam.
"Kak riku!!"
"Jangan berisik rika, aku sedang kerja"
Riku tetap tenang dan fokus melipat-lipat kain, meski sempat di kejutkan oleh rika.
"Kak riku, apa aku boleh malmingan sama si galuh?" Tanya rika
"Jadi aku harus menjaga ruko ini sendiri begitu?" Tanya riku balik
Rika hanya mengangguk mengiyakan, rika menjepit lipatan kain-kain itu ke manekin dengan jarum.
"Ya sudah, toh, aku bisa menjaga ruko ini" sahut riku
"Thanks"
Begitu rika sudah pergi dari ruko, riku diam sejenak dan berpikir.
"Malam minggu ya..."
Keesokan harinya, siang hari itu, mia sibuk berlatih memainkan biolanya di hadapan ayahnya.
Begitu lagu yang di mainkan mia selesai, ayahnya bertepuk tangan.
"Awesome..."
"Thank you daddy"
Mia tersenyum tipis, tapi bel rumah berbunyi dan terpaksa latihan mia terhenti.
"Biar aku saja yang buka" tukas mia
Mia pergi ke depan dan membuka pintunya, ternyata itu adalah kartika.
"Ah, kakak..."
"Ayo masuk" ajak mia
Kartika masuk ke dalam rumah mia dan duduk di sofa, mia pergi ke dapur dan membawakan teh dan biskuit untuk kartika.
"Terima kasih kak-"
"Mia!" sela mia
"I-iya, terima kasih mia..." ujar kartika dengan canggung
__ADS_1
Kartika segera meminum teh itu hingga tersisa setengah, ia segera mengeluarkan laptop merek asep dan mulai mengerjakan tugas koreografi dengan wi-fi di rumah mia.
"Oh iya kak- maksudku... mia, kau tidak pergi jalan-jalan ke luar gitu?" Tanya kartika sambil
fokus menatap layar laptopnya
"Tidak, aku lebih suka di rumah lagipula," ayahku masih membutuhkanku di sini" jawab mia dengan dingin
"Ah... begitu..." ujar kartika
Suasana menjadi hening, hingga tak berselang lama kartika mulai jenuh.
"Aah... pusing... capek" gerutu kartika
"Aku tahu lagu yang cocok untukmu saat ini" tukas mia
"Apa itu?" Tanya kartika dengan penasaran
Mia langsung mengambil biolanya dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang di bawakan mia sangat lembut dan menenangkan.
"Kakak benar, ini benar-benar membuatku rileks" gumam kartika
Kartika terus mendengarkan lagu itu hingga akhir, kemudian ia bertepuk tangan.
"Hebat..." puji kartika
"Ini masih belum seberapa" ujar mia sambil tersenyum
"Lagu apa itu kak?" Tanya kartika
"Crystallize" jawab mia dengan datar
Mia menaruh kembali biolanya dan duduk di kursi sofa.
"Memang ya, kalau sudsh punya bakat dari lahir jadi tidak perlu susah-susah belajar" sahut kartika
"Kata siapa? Kamu pikir hanya dengan bakat kamu bakal bisa langsung memainkan biola begitu saja, hah?" Tanya mia dengan ketua
"Eh? I-itu..."
"Dengar, meskipun aku punya bakat dari lahir tapi jika tidak di asah maka aku tidak akan pernah bisa berkembang dan menjadi seahli ini" jelas mia dengan mimik serius
"O-oke..."
Kartika mematikan laptopnya, ia meregangkan badannya.
"Ahh... selesai juga"
"Baguslah"
Setelah selesai membersihkan biolanya, mia memasukan biola itu ke dalam tas biola.
"Kak mia bisa bermain alat musik apa saja?" Tanya kartika
"Lumayan, aku bisa bermain piano, gitar, bass, clarinet, cello dan terompet. Yah... hanya sedikit yang aku bisa sisanya tidak semuanya aku bisa" jawab mia
"Oh..."
Kartika bangun dari kursinya dan menggendong tasnya di pundak.
"Aku pulang dulu ya kakak" pamit kartika
"Iya..." balas mia
Setelah kartika pulang, ayahnya memanggil.
__ADS_1
"Mia..."
Mia segera menuju ke kamar ayahnya.