ANNELIS

ANNELIS
18.PAPA HAIKAL


__ADS_3

Ann dan alvino turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama . beberapa kali ann menghembuskan nafas nya karena ini kali pertama nya menjadi istri alvino yang artinya ini kali pertama nya juga menjadi keluarga besar Siregar jelas membuat ann semakin tak karuan ketika melihat semua anggota keluarga alvino sudah berkumpul di meja makan


"Malam ."ujar Alvino Dan di balas sapaan oleh kedua orang tuanya .sementara ann hanya diam tak mengeluarkan suara apapun di belakang alvino .Ann sadar betul bahwa dirinya kini mendapatkan tatapan tajam dari ibu mertuanya membuat ann semakin enggan mengangkat kepalanya


"selamat datang ann di keluarga Siregar . tak perlu sungkan ketika kamu sudah resmi menjadi istri dari anak anak papa .itu artinya kamu juga resmi menjadi anak papa."perkataan itu jelas sedikit menenangkan ann yang sudah berkeringat dingin sedari tadi


"Terima kasih om."ujar ann pelan


"Kok om..?"tanya Haikal .membuat ann menatap ayah dari suaminya itu terkejut sekaligus gugup karena takut salah bicara .Yaa ann cukup tau diri sebelum jadi istri dari seorang alvino Siregar ia hanya seorang maid rendahan tak terlihat


"Panggil papa."ujar Haikal dengan senyuman lebarnya membuat ann lega melihat ke Wellcome an papa mertua nya pada diri nya


"Eh."ujar ann terkejut


"Sekarang kamu sudah jadi bagian dari keluarga kami .dan panggil aku papa dan mami alvino mami."ujar Haikal


"Baik Pa."ujar ann Dengan senyuman manisnya


"Kamu sudah kenalan dengan Alvaro dan Jane..?"tanya Haikal


"Varo sudah kenal pa.dan varo juga sudah menganggap ann sebagai adik varo sendiri


dia nice girl ."ujar Alvaro membuat alvino mendengus kesal karena melihat tingkah kembarannya yang menurutnya so kenal itu


"Dan Jane ..?"tanya Haikal membuat Jane tersenyum


"Sudah pa."ujar Jane seadanya

__ADS_1


"Mereka dulu bersahabat Alvaro alvino dan Jane papa pusing misahinnya .udah gede ternyata Alvaro katanya suka sama Jane terus minta papa lamarin Jane ternyata setuju ya nikah deh mereka."ujar Haikal memecah keheningan di meja makan besar itu dengan ceritanya


"Kamu Cerita bagaimana kamu ketemu Al dong .soalnya setau papa Al itu cuek banget .beda sama Alvaro yang soft boy."ujar Haikal sembari terkekeh


"Gak ada yang spesial pah."ujar Alvino dengan santai .ia sungguh muak dengan pembicaraan di meja makan ini yang menurut nya terasa mencekik lehernya apalagi melihat wanita yang di cintai nya duduk berdampingan dengan kakaknya


"Vino ke ruang kerja duluan ya pah."ujar Alvino di balas anggukan oleh papanya .satu satu dari mereka meninggalkan meja makan dan tersisa lah Haikal dengan ann


"Papa mau bicara sama kamu boleh.?"tanya Haikal dan ann mendengarkan itu kembali gugup


"Tentu saja boleh papa."ujar ann dengan senyuman manis


-o0o-


Haikal membawa ann ke taman dengan pelayan di belakang mereka.tak lama pelayan lain muncul membawa teh


"Tentu nona."ujarnya sopan membuat ann terkejut dan merasakan akward


beberapa menit keduanya terdiam hingga haikal lagi lagi membuka percakapan di antara mereka


"Cerita kan keluarga kamu pada papa ."ujar Haikal membuat ann mendongkak kan wajahnya


"Tidak ada yang menarik pada keluarga aku . ann hanya lahir di keluarga sederhana, yang orang tuanya memiliki kebun , ayah meninggal karena serangan jantung tak kala mengetahui bahwa panen gagal semuanya harus di jual sedikit demi sedikit , mama meninggal karena syok berat atas meninggalnya ayah."ujar ann ia mengakhiri kalimatnya tanpa mau membahas prihal adiknya yang tengah mendapatkan perawatan secara intensif


"Papa turut berduka cita atas orang tua mu."ujar Haikal dengan tulus


"Terima kasih sudah menerima ann di sini papa."ujar ann sembari memainkan kuku nya

__ADS_1


"Tak ada alasan papa menolak anak sebaik kamu untuk menjadi menantu papa."ujar Haikal membuat ann tersenyum ia seperti memilki ayah lagi ketika melihat Haikal


"Papa baik .ann harap papa sehat sehat ya."ujar ann membuat Haikal terkekeh mendengar pernyataan polos dari menantunya ini


"Kamu tidak perlu sungkan pada papa.papa ini ayah kamu sekarang."ujar Haikal membuat ann tersentuh dan tak kuasa menahan tangisnya


"Jangan menangis .nanti cantiknya hilang."ujar Haikal dengan gurauan


"Oh iya .. kamu suka taman..?"tanya Haikal membuat ann menghapus air matanya dan menatap Haikal dengan semangat


"Suka .papa suka juga..?"tanya ann exsaited


"Tentu .nanti papa tunjukkin taman kecil di samping kamu yang tanam ya.kalo papa libur kita berkebun bersama ."ujar Haikal membuat ann mengangguk semangat


"Terima kasih Ann sangat senang."ujar ann dengan semangat yang semakin membara


"Sama sama. sudah malam sana tidur Al pasti sudah menunggu .jangan lupa kasih papa cucu cucu yang tampan tampan dan cantik cantik."ujar Haikal dengan gurauannya berhasil membuat ann tersipu malu dan berlari kedalam rumahnya dengan pipi yang merah seraya melambai


"Malam papa."ujar ann dan memasuki rumahnya dengan Haikal yang menatapnya tulus


"Aku akan memiliki anak perempuan."gunggam Haikal ketika melihat ann yang mulai hilang dari pandangannya


HALOOOOO SEMUA TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERITA INI 🤗 🤗 AKU SENENG BANGET KALIAN MAMPIR DI KARYA AKU YANG GAK SEBERAPA INI WKWK , AKU HARAP KALIAN ENJOY SAMA CERITANYA


MAAP YA KALO TYPO KALIAN BISA KASIH TAU AKU DAN KASIH AKU MASUKAN INSYA ALLAH AKU TERIMA KO MASUKAN NYA HEHE .


JANGAN LUPA LIKE COMENT FOLLOW AND SHERE KE TEMEN TEMEN KALIANNNNN 🖤 SEE YOU NEXT PART 🖤 BABAY

__ADS_1


__ADS_2