
Sesampainya di tempat yang sedari tadi di tuju annalis yang selalu bersusaha tersenyum beberapa kali hampir tersandung karena terlalu banyak melamun memikirkan ucapan alvino di mobil tadi .di tambah dia tertidur lama di perjalanan.melihat kecerobohan annalis lagi lagi alvino kembali di buat geram
"Tetaplah fokus .atau kamu akan membuat aku malu di depan umum."ujar alvino sembari mengeratkan genggaman nya pada annalis .membuat annalis mengangguk cepat karena menyadari kesalahannya .alvino memperkenalkan annalis pada kolega kolega nya .sesekali annalis tersenyum ketika di perkenalkan obrolan berlanjut sesekali dari mereka membicarakan keunggulan pasangannya masing masing .seperti saat ini
"Istriku di university yang sama yaitu di University of Oxford ia menempuh pendidikan 2 tahun di sana dan mendapatkan gelar dokter dengan predikat lulusan terbaik" ujar pria bertexodo hitam yang annalis ketahui bernama william dan istrinya catline yang saat ini tengah tersipu malu karena pujian suaminya .sementara alvino hanya menyimak sembari sesekali mengangguk karena memang tidak ada yang bisa di banggakan dari annalis yang notabennya hanya istri selingannya
sesekali alvino melirik annalis seakan sembari memberikan tatapan mengejek yang arti tatapan itu annalis artikan sebagai pembuktian ucapan alvino tentang seberapa tidak layaknya dirinya berada di samping alvino sang pengusaha muda sukses dan tampan di gemari seluruh wanita termasuk dirinya
Annalis mendengar semuanya dengan rasa tidak percaya dirinya .ternyata ia memang tidak apa apanya .annalis berusaha untuk duduk dengan nyaman namun gestur tubuhnya sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan ia ingin menghirup udara karena duduk dengan orang yang tidak setara dengannya sangat membuatnya merasakan siksaan yang tidak ia duga sebelumnya
"Aku boleh ke kamar mandi sebentar..?"tanya annalis yang hanya bisa di dengan oleh dirinya dengan alvino
"Tetaplah duduk disitu ,aku tidak ingin kamu membuat kacau."ujar alvino dengan dalam membuat annalis menghelanafas pelan
"Ku mohon aku janji tidak akan merepotkanmu dan acara ini akan berjalan dengan semestinya ada atau tidak ada nya aku." ujar annalis pelan sembari memohon dengan pelan pada alvino dengan sungguh.
Melihat kesungguhan dari tatapan annalis alvino risih dan akhirnya mengangguk membuat annalis cepat cepat berdiri dan pergi dengan tergesa sedikit mengundang perhatian dari kolega kolega alvino
"Dia ingin ke kamar kecil."ujar alvino pelan .menjelaskan tanpa di minta .hingga tiba tiba kris salah satu kolega alvino kembali bersuara
"Perempuan yang kau bawa .cukup menarik berikan padaku."ujar kris dengan nada bercanda. membuat mereka yang di meja tersebut menegang dan langsung menatap alvino takut takut
"Ambil.tapi nanti sekarang aku masih membutuhkannya "ujar alvino tanpa di duga
__ADS_1
"Hey bung.jangan memberikan istri mu secara sembarangan apalagi pada di bajingan ini "ujar disebrang nya yang di ketahui bernama kevin
"istri?what the **** men..?kau menikah? Dengan gadis..?dan tidak mengundang ku?"ujar kris nampak terkejut dengan kenyataan yang baru di dengarnya .karena yang ia tau alvino tidak akan pernah menikah dan akan menjadi bajingan selamanya seperti dirinya
"Maaf tidak mengundangmu."ujar alvino singkat sembari menggidikan bahunya santai
"Lulusan mana dia?perkerjaannya.?dari keluarga mana?hingga seorang alvino yang ku kenal bajingan ini rela terikat dengan satu gadis ..?"tanya kris
"Kau tidak perlu tau."ujar alvino sembari meminum wine nya .mereka terus berlanjut membicarakan tender tender yang akan mereka kerjakan .
Di tempat lain ,annalis bernafas lega karena bisa keluar dari meja mengerikan itu .ia menatap wajahnya di cermin seperti bukan dirinya .ia memang nampak berbeda .jauh sangat berbeda
"Lihat ann kamu sudah menjadi cinderrella seperti yang kamu inginkan beberapa. Tahun lalu .di jemput pangeran berkuda yang tampan dan kaya raya."ujar annalis sembari menantap dirinya dengan nanar di cermin .air matanya menetes dengan deras diiringi isak tangis kecil yang sedari kemarin ia tahan
"Bukan bahagia aku malah menangis."ujarnya pada diri sendiri dan terduduk sembari merasakan sesak yang memenuhi dadanya
"Siapapun aku terkunci tolongg."ujar annalis dengan keras namun tidak ada respon .dia merogoh sakunya namun dia juga lupa membawa ponselnya .
1 jam berlalu hingga alvino menyadari bahwa annalis belum juga kembali .ia menatap sekelilingnya dan memutuskan untuk berdiri dan mencari keberadaan annalis .alvino mengetuk ngetuk jarinya di meja sembari menahan amarah yang tiba tiba bersarang di dadanya .
"****** kecil itu pasti akan membuat ulah lagi."ujar alvino sembari berdiri membenarkan jasnya yang tampak sedikit kusut karena lama duduk
"Aku kekamar mandi dulu."ujar alvino pada koleganya .namun belum mendengar jawaban dari kolega koleganya bunyi tembakan membuat alvino dan semua orang yang berada di ruangan tersebut jelas terkejut. detik itu juga keterkejutan mereka berubah menjadi ancaman .dengan cepat mereka mengeluarkan senjata yang mereka simpan di saku mereka masing masing .
__ADS_1
"bajingan kecil berani sekali."ujar kris dengan gaya andalannya
"Mundur di tender japan ini semua akan kita akhiri dengan akhir yang baik."Ujar salah satu tamu tak di undang itu
"woahhh itu rupanya .bagaimana kami bisa mundur jika bisa menghabisi kalian disini bukan lah masalah yang besar.kalian fikir kalian singa yang begitu menyeramkan begitu?"kali ini william membuka suara dengan diikuti kekehan dari kolega koleganya yang lain .
"Baiklahhh jika itu pilihan kalian aku akan menghabisi istri sialan salah satu dari kalian ini."ujar salah satu bajingan tengik yang saat ini sudah membawa annalis yang tengah menangis dengan wajah nya yang kacau
Melihat itu jelas alvino mendengus pelan .bukan menatap sedih pada annalis yang tengah di ambang kematian .alvino malah memberikan tatapan mengejek
"Habisilah aku akan sangat berterima kasih ."ujar alvino dengan tenang .pernyataan itu jelas membuat semua yang berada disana menahan nafas terkejut dengan jawaban yang dikeluarkan oleh alvino .sementara annalis hanya menangis pasrah karena ia tau bahwa ini memang akan terjadi cepat atau lambat .bahkan annalis bisa melihat di antara yang lain hanya alvino yang tidak mau repot repot untuk mengeluarkan senjata mahalnya
"Bajingan aku akan membalasnya jika aku sudah jadi arwah." ujar annalis dalam hati .namun ketika melihat alvino lelaki itu seperti memberi tanda ."ia akan menghitung 3 detik dan ia harus lari begitu kah?"Fikir annalis .sepertinya ia .dengan cepat annalis mengedipkan matanya 3 kali dan
1detik
2 detik
3 detik
Dor....dor ..dorr...
segala tembakan sersahutan dari kanan dan kiri .lampu padam membuat annalis sedikit limbung didalam larinya hingga sebuah tangan menggenggam tangannya dengan erat membawanya berlari tanpa sempat menoleh
__ADS_1
.annalis menatap wajah alvino di sampingnya
"Berhentilah menatapku bodoh.dan lari dengan benar .didepan sudah ada mobil masuk lah lebih dulu aku akan menyelesaikan ini sebentar."ujar alvino dan annalis tidak di beri kesempatan menjawab .