ANNELIS

ANNELIS
23.PERJALANAN PANJANG


__ADS_3

"Ya tuhan."gunggam ann pelan .ann menggeleng menghapus segala fikiran yang berada di kepalanya lalu berbalik memilih baju yang akan di kenakannya .ann tak henti hentinya di kejutkan hari ini kali ini ia di kejutkan dengan wodrobe hotel yang sudah penuh dengan setelan pasangan jas serta gaun gaun indah


"Begini kah rasanya jadi orang kaya..?sekali jentikan jari langsung ada"gunggam ann sembari memilih milih gaun mana yang akan ia kenakan malam ini


annalis berjalan mengelilingi wodrobe itu dan memegangnya satu persatu sembari berfikir keras


"apakah ini yang aku inginkan?bukankah ini yang aku dambakan namun kenapa rasanya sesak dan memuakan hiks ruangan gemerlap cahaya begitu tampak sangat gelap saat ini. apa yang aku inginkan sebenarnya hikss."ujar annalis sembari jatuh terduduk.ia ingin memperbaiki semuanya namun bagaimana.annelis diam memikirkan semuanya hingga ucapan alvino kembali melesat di fikirannya


Dalam hal ini aku harus menyalahkan siapa


"jangan menyalahkan tuhan atas segala kebodohan mu."ucapan alvino membuat annalis semakin memberenggut sedih .


"menyebalkan kenapa ia harus berbicara tanpa di saring dan tidak memikirkan bagaimana orang yang mendengar ucapannya.dan apa katanya tadi aku bodoh."ujar annalis tanpa menyadari bahwa alvino sudah berdiri di depannya dengan badan tingginya sembari menatap annalis tajam .tak lama bergunggam sendiri anna menyadari ada yang memperhatikannya.anna membalikan badannya dan melihat alvino di depannya annelis jelas gelagapan dan langsung kembali bangkit sembari sesekali merapihkan rambutnya dengan gugup , ia dengan tergesa gesa memilih gaun yang di rasa tidak akan merepotkannya.melihat itu alvino tersenyum smrik dan kembali berujar dengan tajam


"berhentilah berfikir tidak jelas dan menggerutu di belakangku."ujar alvino membuat annais tertegun


"hehe kau mendengar ya."ujar annalis sembari terkekeh bodoh


Ternyata alvino sendari tadi memperhatikan annelis yang ia anggap sangat menyedihkan

__ADS_1


"Menurutmu ini pilihanku?"tanya annalis lagi tanpa mau menatap alvino yang sedang menatap punggungnya malas


"Lalu menurut mu aku akan berfikir apa?"ujar alvino dengan singkat sembari melangkah menuju meja atribute jam tangannya yang berjejer rapih dengan cahaya yang menyala setelah alvino menyentuhnya


"Aku tidak pernah bisa memilih dalam sepanjang hidupku sejauh ini.segala nya yang ku jalani adalah paksaan bahkan aku hidup sekarang pun bukan atas dasar keinginan ku."ujar annalis sembari tertawa getir


Bukannya iba alvino malah berujar sesuatu yang menyakitkan


"Kamu memang pecundang dan aku tau itu."ujar alvino sembari tersenyum mengejek


"Begitulah aku.tapi saat ini aku akan bahagia .aku janji."ujar annalis dengan percaya diri membuat alvino menatapnya aneh


"Bahagia bersama mu lah.aku akan memiliki kebahagian ku sendiri bersamamu hehe ya setidaknya aku bahagia dalam dunia ini meski sekali .hm jika kamu tidak mau bahagia bersamaku juga tidak masalah sih ,aku akan selalu mencari bahagiaku sendiri."ujar annalis dengan percaya dirinya . mendengar ucapan itu alvino mendegus dan berjalan keluar tanpa mau menjawab lebih jauh ucapan annalis yang ia anggap omong kosong


"apa tadi katanya?bahagia?yang ia maksud .. bukan dengan bahagia bukan dengan aku kan.? yang benar saja tidak tau diri sekali sudah menumpang dan ingin bahagia , omong kosong " gunggam alvino kesal


alvino memasuki mobil yang sudah menjemputnya dan di ikuti annelis yang sudah berada di belakangnya tak lama setelah alvino keluar


"Lama sekali."ujar alvino tanpa menatap annelis yang ngos ngosan sehabis belari agar menyesuaikan langkah alvino

__ADS_1


"Aku kesulitan memakai gaunnya maaf."ujar annalis menyesal


"ann dengar , selama kamu menjadi istriku bersikaplah cepat tapi jangan gegabah pakai kedua otak mu untuk berfikir .dan kaki mu harus selalu siap untuk berlari.jangan selalu bertingkah bodoh yang akan merepotkan aku .kau paham?"ujar alvino dengan kasar mendengar itu annalis hanya diam dan menatap alvino dalam sembari berkaca kaca


"aku paham .dan aku tidak akan merepotkan mu aku berjanji."ujar annalis sembari menunduk memilin milih gaun nya sembari menatap jendela dalam dia


"bagus."ujar alvino tanpa mau perduli reaksi orang di sampingnya yang mati matian menahan kesal .


"tapi aku kadang kesulitan berlari saat panik."ujar annelis lagi membuat alvino kembali di buat kesal


"itu artinya kamu akan mati lebih cepat dari yang kamu bayangkan.dan ingat bahagia yang kamu maksud tadi tidak akan pernah terjadi.sadar diri lah sedikit annalis .gadis seperti mu tidak akan mendapatkan kebahagian sekecil apapun karena kamu terlalu lemah dan tidak punya apa apa.lalu apa yang kamu harapkan? otak?paras?atau badan mu yang kecil dan lembek ini."ujar alvino panjang lebar


"Dulu aku berfikir seperti itu .tapi bukankah sekarang aku punya kamu .aku bisa berlindung sedikit kan.dan bahagia yang kamu bilang aku tidak akan dapatkan tetap akan aku dapatkan dari diriku sendiri .karena aku tau takaran bahagiaku .duduk dengan merasa aman di samping kamu seperti ini saja cukup membuatku bahagia .rasa aman yang tidak pernah aku dapatkan dimanapun."ujar annalis membuat alvino speeclless .dan kembali berujar dengan tajam serta sorotan emosi didalamnya


"Aku tidak suka dengan rasa percaya dirimu padaku annalis itu akan sangat melukaimu dikemudian hari.dan rasa aman ini?kamu fikir jika terjadi sesuatu didepan aku akan menyelamatkamu hah?tidak aku malah akan mendorong mu pada kesulitan agar kamu paham bahwa aku bukan lah orang yang tepat untuk kamu jadikan sebagai pelindung bodohmu.berhentilah berbicara omong kosong dan hapus fikiran bodohmu itu dari kepala kecilmu .semua fantasi cinderella yang ada di kepala mu hanya lah skrip yang tidak akan kamu dapatkan di dunia ini terutama didunia mu.paham?"ujar alvino dengan tegas sembari menatap annalis dengan tatapan mautnya .annalis sangat terkejut dengan kalimat kalimat panjang yang alvino baru saja ucapkan .ia sangat terkejut dan takut


"Kamu tidak pernah tau masa depan alvino."ujar annalis dengan pelan membuat alvino mendengus kesal .dan mengangkat tangannya pertanda tidak ingin lagi berdebat.mambuat annalis semakin terdiam lebih dalam menatap malam yang semakin sunyi


Setelah mengucapkan kata kata yang panjang dan menguras cukup energi . alvino kembali menatap tabletnya kembali dengan serius hingga membuat suasana mobil kembali hening .karena perjalanan nya cukup jauh membuat annalis tertidur dengan lelap.

__ADS_1


__ADS_2